Susah Senang Bersama, Siswa Lolos SNBP Bantu Temannya Hadapi SNBT

METROTODAY, SIDOARJO – Solidaritas ditunjukkan para pelajar SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo dalam menghadapi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru. Sejumlah siswa yang telah lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) membantu teman-temannya yang tengah bersiap menghadapi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

Inisiasi tutor sebaya itu muncul secara spontan dari para siswa. Mereka memanfaatkan waktu luang untuk mengadakan sesi berbagi materi, latihan soal, hingga diskusi santai seputar strategi menghadapi ujian.

Ezaar Rabbani dan Rifqi Rian, dua siswa yang lolos SNBP, kompak mengatakan bahwa kegiatan tersebut didasari dari keinginan sederhana, yakni susah senang bersama. ”Kami pernah ada di posisi yang sama. Apalagi teman-teman kami banyak yang tidak mengikuti kursus bimbingan belajar. Tentu pusing kalau teringat UTBK,” kata Ezaar yang lolos di Fakultas Hukum Universitas Padjajaran.

”Jadi kami ingin membantu teman-teman supaya lebih siap dan tidak terlalu tegang saat menghadapi tes. Toh berbagi ilmu apa salahnya.” imbuh Rifqi yang berhasil masuk di Departemen Statistika Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

WhatsApp Image 2026-04-20 at 19.57.35
Pembahasan soal-soal ujian melalui Google Meet. (Istimewa)

Kegiatan bimbingan dilakukan secara fleksibel. Baik secara tatap muka di lingkungan rumah, kafe, maupun melalui pertemuan daring pada platform Zoom, Google Meet, dan Discord. Materi yang dibahas mencakup soal-soal yang sering muncul, pembahasan konsep yang dianggap sulit, serta strategi mengatur waktu saat mengerjakan ujian.

Bagi para peserta SNBT, kehadiran teman sebaya sebagai mentor memberikan suasana belajar yang lebih nyaman. Rega Nararya, salah satu peserta SNBT 2026, mengaku lebih mudah memahami materi karena penjelasan disampaikan dengan cara yang santai.

”Lebih nyaman karena tidak kaku. Saya sendiri juga jadi lebih berani bertanya,” tuturnya.

Pihak sekolah menyambut positif kegiatan tersebut. Guru dan orang tua menilai, selain membantu kesiapan UTBK, inisiatif tersebut mencerminkan nilai gotong royong dan kebersamaan yang kuat di kalangan siswa.

Di tengah persaingan yang ketat, langkah para siswa itu menunjukkan bahwa keberhasilan tidak harus diraih sendirian. Dengan saling mendukung, peluang untuk mencapai tujuan bersama justru semakin terbuka lebar. (red/MT)

METROTODAY, SIDOARJO – Solidaritas ditunjukkan para pelajar SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo dalam menghadapi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru. Sejumlah siswa yang telah lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) membantu teman-temannya yang tengah bersiap menghadapi Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).

Inisiasi tutor sebaya itu muncul secara spontan dari para siswa. Mereka memanfaatkan waktu luang untuk mengadakan sesi berbagi materi, latihan soal, hingga diskusi santai seputar strategi menghadapi ujian.

Ezaar Rabbani dan Rifqi Rian, dua siswa yang lolos SNBP, kompak mengatakan bahwa kegiatan tersebut didasari dari keinginan sederhana, yakni susah senang bersama. ”Kami pernah ada di posisi yang sama. Apalagi teman-teman kami banyak yang tidak mengikuti kursus bimbingan belajar. Tentu pusing kalau teringat UTBK,” kata Ezaar yang lolos di Fakultas Hukum Universitas Padjajaran.

”Jadi kami ingin membantu teman-teman supaya lebih siap dan tidak terlalu tegang saat menghadapi tes. Toh berbagi ilmu apa salahnya.” imbuh Rifqi yang berhasil masuk di Departemen Statistika Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

WhatsApp Image 2026-04-20 at 19.57.35
Pembahasan soal-soal ujian melalui Google Meet. (Istimewa)

Kegiatan bimbingan dilakukan secara fleksibel. Baik secara tatap muka di lingkungan rumah, kafe, maupun melalui pertemuan daring pada platform Zoom, Google Meet, dan Discord. Materi yang dibahas mencakup soal-soal yang sering muncul, pembahasan konsep yang dianggap sulit, serta strategi mengatur waktu saat mengerjakan ujian.

Bagi para peserta SNBT, kehadiran teman sebaya sebagai mentor memberikan suasana belajar yang lebih nyaman. Rega Nararya, salah satu peserta SNBT 2026, mengaku lebih mudah memahami materi karena penjelasan disampaikan dengan cara yang santai.

”Lebih nyaman karena tidak kaku. Saya sendiri juga jadi lebih berani bertanya,” tuturnya.

Pihak sekolah menyambut positif kegiatan tersebut. Guru dan orang tua menilai, selain membantu kesiapan UTBK, inisiatif tersebut mencerminkan nilai gotong royong dan kebersamaan yang kuat di kalangan siswa.

Di tengah persaingan yang ketat, langkah para siswa itu menunjukkan bahwa keberhasilan tidak harus diraih sendirian. Dengan saling mendukung, peluang untuk mencapai tujuan bersama justru semakin terbuka lebar. (red/MT)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait