“ITS berupaya menghadirkan solusi jangka panjang untuk memperkuat resiliensi wilayah NTT dalam menghadapi bencana serupa di masa mendatang,” terang dosen Departemen Teknik Sipil ITS ini.
Sementara itu, Ketua Pusat Studi Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (MKPI) ITS, Hepi Hapsari Handayani, ST., MSc., PhD., menambahkan bahwa timnya berencana mengembangkan rumah tahan gempa, sensor deteksi dini, serta prototipe drone pemetaan kerusakan bangunan. Teknologi yang dikembangkan dirancang agar mudah diaplikasikan oleh tenaga lokal secara ekonomis dan efektif.
“Hal ini didukung dengan penggunaan sensor berbiaya rendah (low cost) serta prototipe deteksi kerusakan yang telah kami kembangkan,” ujar pakar dari Departemen Teknik Geomatika ITS tersebut.
Upaya Satgas Kemanusiaan ITS ini turut mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui layanan kesehatan dan pemulihan psikososial, serta poin ke-11 mengenai Kota dan Permukiman Berkelanjutan melalui penguatan infrastruktur tangguh bencana.
Kolaborasi lintas sektor ini juga sejalan dengan poin ke-17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan dalam mempercepat penanganan bencana di NTT. (ahm)
Page: 1 2
Kehadiran Microplastic Mobile Laboratory (Mimo) membawa terobosan unik, tidak hanya mengajak masyarakat mengurangi pemakaian plastik…
Nilai aset Pemkot Surabaya tembus Rp 55 triliun, Wakil Ketua DPRD Laila Mufidah menegaskan jangan…
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya memastikan sistem pembayaran parkir non-tunai, baik QRIS maupun voucher, dirancang…
Expo Madrasah Jawa Timur Tahun 2026 Selasa (1/9) digelar di Aula Al Ikhlas II Kanwil…
Seorang perempuan berinisial PPM, 37, diamankan warga setelah diduga mencoba menceburkan diri ke sungai di…
PERGURUAN tinggi negeri berbadan hukum (PTNBH) hari-hari ini hidup dalam dunia yang semakin penuh angka.…
This website uses cookies.