ITS Bantu Rumah Tahan Gempa dan Sensor Deteksi Dini untuk NTT

METROTODAY, SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali mengerahkan bantuan kebutuhan pokok serta Tim Satgas Kemanusiaan ke wilayah terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan yang telah dikirimkan sejak Kamis (27/8) lalu mencakup kebutuhan logistik, layanan psikososial, hingga dukungan pemulihan infrastruktur berbasis teknologi yang berkelanjutan.

Aksi cepat tanggap ini merupakan kolaborasi antara Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS, Yayasan Manarul Ilmi (YMI) ITS, serta Ikatan Alumni (IKA) ITS.

Satgas kemanusiaan ITS saat meninjau pemukiman warga terdampak bencana alam gempa bumi di NTT. (Foto: istimewa)

Rektor ITS, Prof. Dr. (HC) Ir. Bambang Pramujati, ST., MScEng., PhD., menjelaskan bahwa kepakaran sivitas akademika dikerahkan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur jangka panjang.

Tim pakar Satgas telah dikirim untuk membantu memperbaiki fasilitas infrastruktur strategis, mulai dari dermaga, jalan, hingga jembatan penghubung antardaerah.

“Karena perguruan tinggi menghadirkan solusi tepat dan nyata bagi masyarakat dan wilayah terdampak agar cepat bangkit,” tutur Bambang, Selasa (1/9).

Pada tahap kedua ini, Direktur DRPM ITS, Fadlilatul Taufany, ST., PhD., menyampaikan bahwa ITS memfokuskan bantuan ke lima daerah paling terdampak, antara lain Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo.

Alokasi anggaran senilai Rp 400 juta disalurkan dalam bentuk kebutuhan logistik, tenda darurat, dan selimut berkat dukungan IKA ITS. Selain itu, disiapkan pula paket tas berisi obat, vitamin, kebutuhan pokok, dan hygiene kit senilai Rp 120.000 per paket.

Satgas Kemanusiaan ITS juga mengoperasikan dapur umum terbatas di Kabupaten Manggarai Barat dan Manggarai Timur, menyediakan sekitar 250 porsi makanan setiap hari. Tim juga menghadirkan kegiatan trauma healing untuk mendukung pemulihan psikologis para korban.

“Satgas juga kembali menghadirkan kegiatan trauma healing untuk mendukung pemulihan psikologis para korban,” papar Taufany.

Koordinator Tim Infrastruktur Satgas Kemanusiaan ITS, Dr. Ir. Mudji Irmawan, menjelaskan bahwa hasil asesmen lapangan menjadi dasar penentuan intervensi pada tahap kedua ini.

METROTODAY, SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali mengerahkan bantuan kebutuhan pokok serta Tim Satgas Kemanusiaan ke wilayah terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Bantuan yang telah dikirimkan sejak Kamis (27/8) lalu mencakup kebutuhan logistik, layanan psikososial, hingga dukungan pemulihan infrastruktur berbasis teknologi yang berkelanjutan.

Aksi cepat tanggap ini merupakan kolaborasi antara Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) ITS, Yayasan Manarul Ilmi (YMI) ITS, serta Ikatan Alumni (IKA) ITS.

Satgas kemanusiaan ITS saat meninjau pemukiman warga terdampak bencana alam gempa bumi di NTT. (Foto: istimewa)

Rektor ITS, Prof. Dr. (HC) Ir. Bambang Pramujati, ST., MScEng., PhD., menjelaskan bahwa kepakaran sivitas akademika dikerahkan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur jangka panjang.

Tim pakar Satgas telah dikirim untuk membantu memperbaiki fasilitas infrastruktur strategis, mulai dari dermaga, jalan, hingga jembatan penghubung antardaerah.

“Karena perguruan tinggi menghadirkan solusi tepat dan nyata bagi masyarakat dan wilayah terdampak agar cepat bangkit,” tutur Bambang, Selasa (1/9).

Pada tahap kedua ini, Direktur DRPM ITS, Fadlilatul Taufany, ST., PhD., menyampaikan bahwa ITS memfokuskan bantuan ke lima daerah paling terdampak, antara lain Kabupaten Sikka, Ende, dan Nagekeo.

Alokasi anggaran senilai Rp 400 juta disalurkan dalam bentuk kebutuhan logistik, tenda darurat, dan selimut berkat dukungan IKA ITS. Selain itu, disiapkan pula paket tas berisi obat, vitamin, kebutuhan pokok, dan hygiene kit senilai Rp 120.000 per paket.

Satgas Kemanusiaan ITS juga mengoperasikan dapur umum terbatas di Kabupaten Manggarai Barat dan Manggarai Timur, menyediakan sekitar 250 porsi makanan setiap hari. Tim juga menghadirkan kegiatan trauma healing untuk mendukung pemulihan psikologis para korban.

“Satgas juga kembali menghadirkan kegiatan trauma healing untuk mendukung pemulihan psikologis para korban,” papar Taufany.

Koordinator Tim Infrastruktur Satgas Kemanusiaan ITS, Dr. Ir. Mudji Irmawan, menjelaskan bahwa hasil asesmen lapangan menjadi dasar penentuan intervensi pada tahap kedua ini.

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait