Categories: Nasional

Lebih dari Sekadar Kurangi Jumlah, Sterilisasi pada Kucing Liar juga Turunkan Risiko Penyakit

METROTODAY, SURABAYA – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya menggelar layanan sterilisasi kucing gratis di UPT Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Jalan Ikan Dorang Surabaya.

Program ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh warga sekaligus menjadi strategi nyata pemerintah kota untuk mengendalikan populasi kucing liar yang terus meningkat pesat di kawasan permukiman warga.

Kepala DKPP Surabaya, Nanik Sukristina, menjelaskan, program ini secara khusus menyasar kucing lokal.

Pasalnya, populasi jenis kucing ini berkembang sangat cepat dan kerap kali tidak terkendali, sehingga sering kali ditemukan berkeliaran liar di perkampungan maupun perumahan.

Sterilisasi kucing dilakukan untuk mencegah penyakit. Kegiatan ini digelar di UPT Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Surabaya. (Foto: istimewa)

Menurutnya, selain bertujuan menjaga kesehatan fisik hewan, tindakan sterilisasi ini adalah solusi paling efektif untuk menekan angka kelahiran.

“Melalui kegiatan ini kami ingin mendorong pemilik hewan peliharaan agar lebih bertanggung jawab terhadap kucing yang dipeliharanya. Di sisi lain, sterilisasi juga menjadi salah satu langkah untuk mengendalikan pertumbuhan populasi kucing liar di Surabaya,” ungkap Nanik, Senin (1/6).

Sebanyak 100 ekor kucing lokal menjadi peserta dalam kegiatan kali ini, dengan rincian 70 ekor kucing jantan dan 30 ekor betina. Tingginya minat masyarakat bahkan membuat jumlah pendaftar melebihi kuota yang disediakan.

Oleh karena itu, panitia terpaksa melakukan seleksi administrasi ketat dan penyaringan awal. Salah satu syarat mutlaknya, peserta wajib merupakan warga asli atau warga yang berdomisili di Surabaya yang dibuktikan dengan kepemilikan KTP Surabaya.

“Meski jumlah pendaftar melebihi kuota yang tersedia, proses seleksi administrasi dan penyaringan awal dilakukan untuk menentukan 100 peserta yang dapat mengikuti kegiatan,” tuturnya.

Nanik menekankan aspek keselamatan dan kesehatan hewan adalah prioritas utama. Seluruh kucing peserta wajib dalam kondisi sehat prima dan berusia minimal enam bulan.

Sebelum masuk ruang operasi, setiap hewan akan diperiksa kesehatannya secara menyeluruh oleh tim medis.

Page: 1 2

Jay Wijayanto

Recent Posts

Wakil Kepala BGN Apresiasi Penanganan Kasus Keracunan MBG di Sidoarjo

BGN mengapresiasi penanganan cepat Pemkab Sidoarjo terhadap kasus keracunan makanan program MBG yang menimpa santri…

6 hours ago

Cegah Trauma Pascainsiden MBG, 59 Santri Manba’ul Hikam Dapat Pendampingan Psikologis

Masa pemulihan santri Ponpes Manba’ul Hikam terus mendapat perhatian Pemkab Sidoarjo. Dapat pendampingan psikologis.

19 hours ago

Di Balik Tirai Newsroom Jaga Desa

Dinamika politik Indonesia tak pernah lelah bersolek. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, genderang tantangan…

20 hours ago

Implan Lutut Impor Tak Cocok dengan Anatomi Asia, Unair Kembangkan Solusi

Universitas Airlangga (Unair) mengembangkan implan lutut Total Knee Arthroplasty (TKA) yang dirancang khusus sesuai karakteristik…

23 hours ago

KAI Daop 8 Surabaya Tertibkan Ruko di Jalan Semarang yang Dikuasai Tanpa Perjanjian Sah

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 8 Surabaya menertibkan sebuah ruko milik KAI di…

23 hours ago

Kemenhaj Jatim Mediasi Travel Jombang yang Hanya Sediakan 40 Tiket untuk 196 Jemaah Umrah

Tertundanya keberangkatan 196 jemaah umrah asal Kabupaten Jombang yang dibawa oleh PT Annisa Ahmada Travelindo…

23 hours ago

This website uses cookies.