Categories: Fair Play

Dari Korban Invasi Rusia, Kvaratskhelia Jadi Penakluk Kompetisi Eropa

METROTODAY, PARIS – Nama Khvicha Kvaratskhelia kini berada di puncak karir pesepak bola Eropa. Winger asal Georgia itu resmi dinobatkan sebagai Pemain Terbaik Liga Champions 2025/2026 setelah menjadi motor keberhasilan Paris Saint-Germain mempertahankan gelar juara Eropa dengan mengalahkan Arsenal di partai final.

UEFA mencatat Kvaratskhelia membukukan 10 gol dan 6 assist sepanjang kompetisi. Catatan itu menjadikannya salah satu pemain paling populer saat ini.

Perjalanan Kvaratskehlia menuju puncak tidak datang secara instan. Jauh sebelum menjadi bintang di Paris, ia adalah talenta muda yang berjuang membangun karir di Liga Rusia.

Lahir pada 12 Februari 2001 di Tbilisi, Georgia, Kvara (panggilan Kvaratskhelia) sejak dini memiliki minat dan bakat dalam mengolah bola. Sepak bola menjadi bagian yang tak dapat dipisahkan dalam hidupnya.

Dilansir dari BBC, sebagai lulusan akademi Dinamo Tbilisi, ia melakukan debut profesionalnya pada usia 16 pada tahun 2017. Lalu, pindah ke Rustavi dan kemudian dipinjamkan ke Lokomotiv Moscow pada 2019, di mana Kvara menerima gaji pertamanya. Bersama klub asal Moscow tersebut, ia memenangkan Piala Rusia.

Setelah itu, Kvara bergabung dengan raksasa Rusia, Rubin Kazan. Di sana ia mulai menunjukkan potensiya sebagai salah satu penyerang terbaik di kompetisi tersebut. Menurut Football Lineup, ia bahkan sempat menyabet dua kali penghargaan Pemain Muda Terbaik Liga Rusia secara beruntun.

Meski tampil mengesankan di Rusia, namanya belum banyak dilirik klub-klub elite Eropa. Menurut laporan FourFourTwo, ia sempat masuk radar Leeds United, namun tidak pernah benar-benar memiliki kesempatan untuk pindah.

Invasi Rusia ke Ukraina mengakhiri masa tinggalnya, ketika FIFA mengumumkan pada 7 Maret 2022 bahwa semua pemain asing di Rusia dapat secara sepihak menangguhkan kontrak mereka. Kvaratskhelia pulang kampung dan bergabung dengan klub lokal Georgia, Dinamo Batumi. Penampilan singkat bersama Batumi ternyata cukup untuk menarik perhatian klub-klub besar Eropa. Menurut data Sofascore, dalam 11 pertandingan, Kvara mencetak 8 gol.

Kesempatan emas datang ketika Napoli merekrutnya pada musim panas 2022 dengan nilai transfer sekitar 10 juta Euro. Banyak pihak saat itu meragukan keputusan Napoli yang sedang mencari pengganti Lorenzo Insigne.

Namun, pemain bernomor punggung 77 saat memperkuat Napoli itu justru menjawab keraguan dengan performa luar biasa. Ia membantu Napoli meraih gelar Serie A pertama dalam 33 tahun dan dinobatkan sebagai MVP Serie A, bahkan di musim pertamanya di tanah Italia. Di Eropa, ia juga mendapat penghargaan Pemain Muda Terbaik Liga Champions.

Dikabarkan oleh Reuters, performa memukau itu membuat publik menjulukinya “Kvaradona”, gabungan nama Kvaratskhelia dengan legenda Napoli, mendiang Diego Maradona. Julukan tersebut menunjukkan betapa besar pengaruh sang pemain bagi klub asal Naples tersebut.

Di pertengahan musim 2024/2025, Kvaratskhelia mengambil langkah berikutnya dengan menjejak ke tanah Prancis. Transfer bernilai 75 juta Euro dilayangkan PSG ke Napoli. Hal itu sempat dianggap sebagai perjudian karena ia harus bersaing di tim yang penuh bintang. Kvara juga dituntut berhasil untuk menjadi suksesor Neymar Junior di Parc De Princess (kandang PSG).

Selanjutnya di bawah asuhan Luis Enrique, pemain Georgia tersebut berkembang pesat menjadi salah satu winger paling komplit di dunia.

Musim 2025/2026 menjadi puncak kariernya. Kvaratskhelia tampil gila sepanjang gelaran Liga Champions dengan torehan 10 gol dan 6 assist. Ia bahkan mencatatkan kontribusi gol dalam tujuh pertandingan fase gugur secara beruntun, sebuah rekor baru dalam sejarah kompetisi.

Ketika PSG menjuarai Liga Champions untuk kedua kalinya secara beruntun, UEFA menobatkannya sebagai Pemain Terbaik Liga Champions 2025/2026, menyingkirkan nama besar lainnya seperti Ousmane Dembele dan Kylian Mbappe. Penghargaraan tersebut menjadi simbol perjalanan panjang seorang pemuda dari Tbilisi yang menjadi korban invasi Rusia, sebelum akhirnya berdiri di panggung tertinggi sepak bola Eropa sebagai pemain terbaik benua. (ezaar)

Naufal

Recent Posts

Lebih dari Sekadar Kurangi Jumlah, Sterilisasi pada Kucing Liar juga Turunkan Risiko Penyakit

Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya menggelar layanan sterilisasi kucing gratis di UPT Pusat…

13 hours ago

Cek Keimigrasian Ratusan Jemaah Hanya 40 Menit, Gubernur Khofifah Apresiasi Seamless Corridor di Asrama Haji Surabaya

Kedatangan jemaah haji kloter 1 asal Probolinggo disambut langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar…

17 hours ago

Jemaah Haji Kloter 1 Asal Probolinggo Tiba di Surabaya, 1 Dirawat 1 Wafat di Tanah Suci

Sebanyak 378 jemaah haji asal Kabupaten Probolinggo yang tergabung dalam Kloter 1 telah tiba dengan…

17 hours ago

Plh Wali Kota Surabaya Minta Warga Surabaya Bijak Hadapi Konten Viral Horor, Jangan Sampai Dikelabui Teknologi

Maraknya penyebaran video dan konten bernuansa horor, khususnya sosok pocong yang menjadi viral dan ramai…

17 hours ago

Sikat Myanmar 3-0, Nova Arianto Sebut Mental Timnas U-19 Masih Perlu Diperbaiki

Langkah awal Timnas Indonesia U-19 di ajang ASEAN U-19 Boys' Championship (Piala AFF U-19) 2026…

24 hours ago

Pasca Idul Adha di Surabaya, Ditemukan Cacing Hati dan Pita pada Hewan Kurban di 21 Lokasi

Masyarakat Kota Surabaya tak perlu khawatir. Daging kurban yang beredar selama perayaan Idul Adha 1447…

1 day ago

This website uses cookies.