Categories: Nasional

Jelang Keberangkatan Haji 2026, 3.246 Jemaah Sidoarjo Diminta Jaga Fisik dan Niat

METROTODAY, SIDOARJO – Pemberangkatan jamaah haji ke Tanah Suci tinggal hitungan hari. Selain bimbingan dari KBIHU, Kementerian Haji dan Umroh Sidoarjo mengenjot jamaah untuk memperhatikan masalah kesehatan.

Kepala Kemenhaj dan Umroh Bu Nyai Hj. Eliana, M.Ag mengatakan, dloifullah (tamu Allah) asal Sidoarjo tahun 2026 diperkirakan mencapai 3.246 orang. Itu menjadikannya salah satu kuota terbesar di Jatim. Angka tersebut mencakup urutan porsi reguler serta prioritas lanjut usia, dengan terus fokus khusus pada kesehatan jamaah risti (berisiko tinggi) dan lansia.

“Yang patut menjadi perhatian, jamaah menata hati, niat dan fisik tetap terjaga serta bekal takwa. Kebetulan Sidoarjo sebagai wilayah penyangga Surabaya, Gresik dan Mojokerto. Semua harus mengikuti arahan dan bimbingan dari petugas, baik dari PPIH Saudi, Karom, dan Karu,” ungkap Bu Nyai Eliana, saat memberikan arahan kepada jamaah haji dari KBIHU Asy Syumais, Sabtu (18/4/2026).

Kakan Kemenhaj Sidoarjo melanjutkan, misi haji 2026 menjadi kewajiban bersama untuk mendukung Tri Sukses Haji. Yaitu, sukses ritual haji, sukses ekosistem ekonomi haji, serta sukses peradaban dan keadaban.

“Sesuai regulasi, khususnya UU Nomor 14 Tahun 2025 perubahan ketiga UU Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umroh dengan target untuk meningkatkan kemandirian dan ketahanan jamaah haji sehingga isthitho’ah. Jamaah jangan menforsir diri, jaga kondisi. InshaAllah, tetap niat, sabar, ikhlas dan pasrah, InshaAllah menjadi haji mabrur, ” ulasnya.

Informasi yang dilansir dari laman Kementerian Haji dan Umroh, jamaah haji Sidoarjo terbagi dalam 11 kloter. Sebanyak 5 kloter (Kelompok Terbang) berangkat gelombang 1 dan 6 kloter gelombang 2.

Perinciannya, dimulai jamaah sebagai penyangga di kloter 20. Berikutnya, kloter 53 full (sebanyak 380 jamaah), kloter 54 full 380, 55 full 380, kloter 56 campur dengan jamaah Surabaya plus, kloter 57 full 380, kloter 58 full 380, dan kloter 59 full 380.

“Sedang jamaah yang lain tersebar di kloter 68, 71, dan kloter 116 sebagai penyangga dan mayoritas dari Sidoarjo. Semoga diberikan kemudahan, kelancaran dan kenikmatan menyempurnakan rukun Islam yang kelima,” tandasnya. (red/MT)

Naufal

Recent Posts

Bukan Lagi Cagar Budaya, Fasad Eks Toko Nam di Embong Malang Surabaya akan Dibongkar

Pemkot Surabaya berencana segera melakukan pembongkaran fasad bangunan eks Toko Nam yang terletak di kawasan…

12 hours ago

147 Ribu KK Masih Nonaktif, Warga Surabaya Diminta Segera Konfirmasi Data

Pemkot Surabaya hingga saat ini masih menonaktifkan sementara akses Nomor Induk Kependudukan (NIK) bagi 147.545…

12 hours ago

Jogging for Peace: PPIS Unesa Ajak Warga Surabaya Tolak Segala Bentuk Kekerasan

Pusat Pencegahan dan Penanganan Isu Strategis (PPIS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar Jogging for Peace…

12 hours ago

Cerita Krembangan Era 60-an, Film Na Willa Potret Nyata Kerukunan Warga Surabaya

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, bersama sejumlah Kepala Perangkat Daerah (PD) menghadiri acara nonton bareng…

23 hours ago

Dua Balita Terkunci di Kamar Mandi selama 90 Menit, Damkar Surabaya Turun Tangan

Dua bocah balita berusia dua dan tiga tahun sempat mengalami mencekam setelah terkunci di dalam…

1 day ago

Asrama Haji Surabaya Terapkan Standar Kesehatan WHO, Sebar Ratusan Perangkap Tikus

Berbagai langkah antisipatif kesehatan lingkungan asrama haji Surabaya menjelang kedatangan jemaah haji 21 April mendatang.…

1 day ago

This website uses cookies.