Categories: Lifestyle

Cerita Krembangan Era 60-an, Film Na Willa Potret Nyata Kerukunan Warga Surabaya

METROTODAY, SURABAYA – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, bersama sejumlah Kepala Perangkat Daerah (PD) menghadiri acara nonton bareng (nobar) film berjudul Na Willa di Tunjungan Plaza, Sabtu (18/4). Nobar ini juga dihadiri oleh tokoh masyarakat dan warga yang menjadi inspirasi dalam cerita film tersebut.

Film yang disutradarai oleh Ryan Andriandhy ini mengangkat kisah kehidupan di kawasan Krembangan, Surabaya, pada era 1960-an.

Berfokus pada tokoh utama seorang gadis kecil bernama Na Willa, penonton diajak menyelami dinamika keluarga multikultural dan kehidupan sosial masyarakat masa itu dengan sudut pandang yang polos namun menyentuh hati.

Dalam cerita, digambarkan latar belakang keluarga Na Willa yang unik, di mana ibunya berasal dari Nusa Tenggara Timur (NTT) dan ayahnya keturunan Tionghoa.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama dengan warga dan kepala OPD menyaksikan nobar film Na Willa. (Foto: Istimewa)

Film ini tidak hanya menampilkan kisah masa kecil yang lucu dan menggemaskan, tetapi juga sarat makna tentang pertumbuhan, keberagaman, dan perubahan zaman di Kota Pahlawan.
Menurut Eri, film ini sangat mewakili potret asli warga Surabaya. Nilai persahabatan yang tulus tanpa memandang suku, agama, maupun status ekonomi menjadi pesan utama yang ingin disampaikan.

“Mereka tetap berteman, dan berteman di zaman dulu itu tidak ada yang saling menjatuhkan tapi saling menjaga, orang tuanya juga saling guyub. Kan kita dicontohkan, agar kita tidak boleh berbohong dan cara mengajarkan anak dengan cara yang luar biasa,” ujar Eri.

Eri berharap kisah yang terekam dalam film ini bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat saat ini untuk terus menjaga kerukunan. Hal ini sejalan dengan implementasi Program Kampung Pancasila yang sedang digencarkan Pemkot Surabaya untuk memperkuat toleransi.

“Semoga, Surabaya dari Krembangan menuju Surabaya yang berkah, sejahtera, dan bisa menjalankan Kampung Pancasila. Semoga juga bisa sejahtera, dan damai seperti kampungnya Na Willa,” pungkasnya. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Sidoarjo Jadi Kabupaten STBM 5 Pilar, Bukti Budaya Hidup Bersih di Masyarakat

Upaya panjang Pemkab Sidoarjo membangun budaya hidup bersih dan sehat akhirnya membuahkan hasil. Resmi menyandang…

18 hours ago

Harkopnas ke-79, Momentum Serukan Kebangkitan Koperasi sebagai Pilar Ekonomi Nasional

Dewan Koperasi Indonesia (DEKOPIN) sukses menyelenggarakan acara Puncak Peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 Tingkat…

20 hours ago

Isu HIV di Kalangan Pelajar Merupakan Akumulasi Kasus, Dinkes Sidoarjo: Edukasi dan Pendampingan Harus Jadi Prioritas

Isu yang menyebut ratusan pelajar di Kabupaten Sidoarjo terjangkit HIV sempat memicu keresahan masyarakat. Bahkan…

1 day ago

70 Persen Wabah Baru dari Hewan, Surabaya Perkuat Pencegahan Zoonosis Termasuk Leptospirosis dan Rabies

Sekitar 70 persen penyakit menular baru yang berpotensi wabah berasal dari hewan. Menjawab ancaman itu,…

1 day ago

Mentan Amran Janji Bayar Rp 100 Miliar Jika Benih Jagung ITS Hasilkan 10 Ton per Hektare

Kementerian Pertanian RI memberikan dukungan nyata hilirisasi riset perguruan tinggi dengan membeli sejumlah alat pertanian…

1 day ago

Muatan Berat dan Jalan Miring, Tossa Tercebur ke Sungai di Kenjeran Surabaya, Pengemudi Selamat

Sebuah kendaraan roda tiga atau tossa bernomor polisi L 3539 EX yang mengangkut material bangunan…

2 days ago

This website uses cookies.