Categories: Kabar Haji

Asrama Haji Surabaya Terapkan Standar Kesehatan WHO, Sebar Ratusan Perangkap Tikus

METROTODAY, SURABAYA – Berbagai langkah antisipatif kesehatan lingkungan asrama haji Surabaya menjelang kedatangan jemaah haji 21 April mendatang.

Petugas kesehatan dari Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya melakukan langkah antisipasi untuk menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah pemasangan ratusan perangkap tikus di area Asrama Haji Surabaya.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari pengendalian risiko lingkungan, mengingat tikus merupakan salah satu hewan pembawa penyakit yang dapat mengancam kesehatan jemaah. Terlebih, asrama haji menjadi lokasi transit ribuan jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Petugas dari Tim Kerja Risiko Lingkungan BBKK Surabaya memasang sebanyak 100 perangkap tikus yang disebar di berbagai titik rawan. Mulai dari halaman depan dan area parkir, selasar gedung, kamar-kamar asrama, dapur, hingga tempat pembuangan sampah.

Petugas Tim Kerja Risiko Lingkungan BBKK Surabaya, Dyah Candra, menjelaskan bahwa pemasangan perangkap dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan lingkungan tetap aman dan higienis.

“Kegiatan hari ini kami melakukan pemasangan trapping tikus sebanyak seratus perangkap. Perangkap tersebut kami sebar mulai dari halaman depan, area parkir, selasar gedung, kamar-kamar, dapur, hingga tempat pembuangan sampah yang dianggap rawan,” ujar Dya Candra.

Dalam pemasangan perangkap tersebut, petugas menggunakan umpan berupa kelapa bakar. Umpan ini dipilih karena memiliki aroma yang kuat dan telah menjadi standar dalam pengendalian tikus di berbagai fasilitas kesehatan dan transportasi.

“Untuk umpannya kami menggunakan kelapa bakar, karena sesuai standar WHO aromanya lebih kuat dan efektif untuk menarik tikus,” tambahnya.

Menurutnya, metode ini terbukti cukup efektif karena sebelumnya juga telah diterapkan di berbagai lokasi lain seperti bandara dan pelabuhan.

Selain pemasangan perangkap tikus, BBKK Surabaya juga menyiapkan langkah lanjutan untuk mengendalikan vektor penyakit lainnya. Kegiatan tersebut meliputi penyemprotan atau spraying dan fogging di lingkungan asrama.

“Harapannya dengan kegiatan ini dapat mengurangi risiko lingkungan, khususnya potensi penularan penyakit yang dibawa oleh tikus,” jelasnya.

Dengan berbagai upaya pencegahan tersebut, diharapkan lingkungan Asrama Haji Surabaya tetap bersih, aman, dan sehat, sehingga jemaah dapat menjalankan rangkaian ibadah haji dengan nyaman dan terhindar dari risiko penyakit. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Florentino Perez Kembali Jadi Presiden Real Madrid, Bakal Tunjuk Mourinho dan Siapkan Galactico Baru

Florentino Perez resmi terpilih kembali sebagai Presiden Real Madrid. Ia memenangkan pemilihan yang mempertemukannya dengan…

7 hours ago

Dikontrak 3 Tahun Latih Macan Kemayoran, Shin Tae-yong: Gue Persija, Gue Champion!

Shin Tae-yong kembali ke Indonesia. Bukan untuk melatih tim nasional. Pelatih asal Korea Selatan itu…

12 hours ago

Sepuluh Outlet Minuman Kopi di Surabaya Dibobol Maling secara Bersamaan dalam Sebulan

Pelaku pencurian dengan cara membobol toko atau gerai kembali meresahkan masyarakat di Surabaya. Sebanyak sepuluh…

18 hours ago

Mengenal Bung Karno Lebih Dekat di Alun-Alun Balai Pemuda Surabya, Dari Masa Muda Hingga Menjadi Pemimpin Bangsa

Banyak orang mengenal Ir. Soekarno sebagai Proklamator Kemerdekaan dan Presiden Pertama Republik Indonesia. Namun, tidak…

18 hours ago

Sepekan, 9.478 Jemaah Haji Sudah Tiba di Surabaya, 6 Masih Dirawat di Tanah Suci

Hingga Minggu (7/6) malam sebanyak 9.478 jemaah dan petugas hingga Kloter 25. Sebanyak 55 jemaah…

23 hours ago

Minyakita Langka Sejak 2 Bulan Terakhir, Harga Melonjak, Warga Surabaya Beralih ke Minyak Curah

Ketersediaan minyak goreng bersubsidi program pemerintah, Minyakita, kini sulit ditemui di pasar-pasar tradisional di Kota…

1 day ago

This website uses cookies.