Panitia meninjau langsung CCTV untuk memantau antisipasi kecurangan peserta dalam persiapan jelang UTBK. (Foto: Istimewa)
METROTODAY, SURABAYA – Universitas Airlangga (Unair) memastikan kesiapannya menjadi lokasi penyelenggaraan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) tahun 2026. Melalui komitmen untuk menyelenggarakan ujian yang inklusif, nyaman, dan berintegritas tinggi, Unair siap menerima ribuan peserta yang akan melangsungkan ujian dalam waktu dekat.
Ketua Pusat UTBK Unair 2026, Prof. Ir. Mochammad Amin Alamsjah, M.Si., Ph.D., mengatakan pelaksanaan ujian akan berlangsung selama 10 hari penuh, mulai tanggal 21 hingga 30 April 2026.
Total peserta yang terdaftar mencapai 16.672 orang atau setara dengan 94,7 persen dari total kapasitas daya tampung sebanyak 17.600 kursi.
“Artinya, total peserta tersebut mencapai 94,7 persen dari total kapasitas daya tampung yang disediakan sebanyak 17.600 kursi,” ungkapnya, Jumat (17/4).
Ujian akan digelar dalam 19 sesi yang tersebar di dua kampus utama, yaitu Kampus B dan Kampus C, yang mencakup 10 gedung dan 22 ruang CBT (Computer Based Test).
Untuk menjaga kenyamanan peserta, panitia menyiapkan berbagai fasilitas pendukung yang unik dan memanusiaan. Salah satu perhatian khusus diberikan kepada peserta sesi pagi yang harus hadir sangat awal.
“Kami memahami bahwa banyak peserta sesi pagi yang belum sempat sarapan karena harus tiba di lokasi lebih awal. Fasilitas teh hangat dan roti kami sediakan agar mereka bisa lebih fokus saat menghadapi ujian,” ujar Prof. Amin.
Selain itu, Unair juga menjamin aksesibilitas bagi peserta berkebutuhan khusus. Sebanyak 18 peserta tuna rungu dan 4 peserta tuna daksa akan ditempatkan di Gedung Nano Kampus C dengan pendampingan khusus dan fasilitas yang memadai.
Sementara itu, Rektor Unair, Prof. Dr. Muhammad Madyan, S.E., M.Si., M.Fin., menekankan pentingnya menjaga integritas dan kepercayaan publik.
Ia menginstruksikan seluruh panitia untuk sigap mengantisipasi berbagai bentuk kecurangan, termasuk praktik perjokian yang metodenya dinilai semakin canggih.
“Kepercayaan ini harus kita jaga sebaik-baiknya. Saya meminta seluruh panitia untuk benar-benar waspada terhadap praktik perjokian. Meskipun ini masalah lama, namun cara-cara yang digunakan kini semakin canggih. Kita harus mengantisipasi segala bentuk risiko agar integritas ujian tetap terjaga,” tegas Prof. Madyan.
Rektor juga menginstruksikan ketersediaan fasilitas tempat ibadah yang memadai di dekat lokasi ujian, mengingat peserta diwajibkan hadir sejak pukul 06.00 WIB.
“Mudah-mudahan acara ini berjalan dengan sukses dan kita diberikan kesehatan,” pungkasnya. (ahm)
Laga panas bertajuk Derby Jawa Timur akan tersaji pada pekan ke-28 BRI Super League, Jumat…
Menjelang lanjutan pekan ke-28 BRI Super League, Persebaya Surabaya terus mematangkan persiapan guna menghadapi Madura…
Polda Jawa Timur mengungkap kasus penemuan narkotika jenis kokain dalam jumlah besar yang terdampar di…
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Surabaya mengubah jadwal pengangkutan sampah dari Tempat Penampungan Sementara (TPS)…
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperkuat komitmen penghematan energi dan perbaikan kualitas lingkungan dengan melakukan transisi…
Kebakaran hebat melanda kawasan pergudangan di Jalan Margomulyo, Surabaya, Kamis (16/4) malam. Api dengan cepat…
This website uses cookies.