Pembeli di Pasar Dukuh Kupang Surabaya mengeluh pasokan Minyakita yang sudah tidak ada dalam dua bulan terakhir. (Foto: Ahmad/METROTODAY)
METROTODAY, SURABAYA – Ketersediaan minyak goreng bersubsidi program pemerintah, Minyakita, kini sulit ditemui di pasar-pasar tradisional di Kota Surabaya.
Bukan hanya langka, ketentuan harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah pun kini seolah tak berlaku lagi.
Hal ini terjadi akibat lonjakan harga yang terjadi di tingkat penyalur atau agen, sehingga membebani pedagang maupun pembeli.
Kondisi kelangkaan ini terlihat jelas di Pasar Dukuh Kupang, Surabaya. Sejak lebih dari satu bulan terakhir, warga kesulitan mendapatkan minyak goreng kemasan subsidi ini.
Situasi ini akhirnya memaksa para konsumen, terutama ibu rumah tangga, untuk berputar otak dan beralih menggunakan minyak goreng curah demi menekan pengeluaran belanja dapur.
Salah satu pedagang kelontong di Pasar Dukuh Kupang, Mukoram, mengungkapkan bahwa pasokan resmi dari lembaga penyalur telah terhenti cukup lama. Kelangkaan stok ini secara otomatis memicu kenaikan harga yang cukup drastis di pasaran.
“Stoknya tidak ada, harganya mahal. Kiriman dari Bulog itu sudah satu setengah bulan atau dua bulanan ini kalau tidak salah tidak ada masuk lagi,” ungkap Mukoram, Minggu (7/6).
Ia menjelaskan, karena tidak mendapat pasokan resmi, para pedagang terpaksa membeli stok yang tersisa dari agen dengan harga yang sudah melambung tinggi.
Page: 1 2
Shin Tae-yong kembali ke Indonesia. Bukan untuk melatih tim nasional. Pelatih asal Korea Selatan itu…
Pelaku pencurian dengan cara membobol toko atau gerai kembali meresahkan masyarakat di Surabaya. Sebanyak sepuluh…
Banyak orang mengenal Ir. Soekarno sebagai Proklamator Kemerdekaan dan Presiden Pertama Republik Indonesia. Namun, tidak…
Hingga Minggu (7/6) malam sebanyak 9.478 jemaah dan petugas hingga Kloter 25. Sebanyak 55 jemaah…
Masih rendahnya tingkat deteksi dini kanker payudara di masyarakat serta anggapan bahwa membicarakan kesehatan payudara…
Manajer Operasional Saudi Arabia Airlines, Yusuf Rahmani, menjelaskan bahwa pihak maskapai menyiapkan santunan asuransi khusus…
This website uses cookies.