Jemaah haji saat tiba di Asrama Haji Debarkasi Surabaya hingga proses kepulangan sepekan sebanyak 9.478 orang. (Foto: Ahmad/METROTODAY)
METROTODAY, SURABAYA – Hingga Minggu (7/6) malam sebanyak 9.478 jemaah dan petugas hingga Kloter 25.
Sebanyak 55 jemaah haji wafat di tanah suci dan saat kepulangan ke tanah air. Selain itu 6 jemaah juga masih di rawat intensif dibeberapa RS di Arab Saudi sehingga belum bisa pulang bersama dengan kloternya.
Ketua PPIH Debarkasi Surabaya Mohammad As’adul Anam menegaskan bahwa PPIH Debarkasi Surabaya terus berkoordinasi dengan petugas kesehatan haji di Arab Saudi untuk memantau perkembangan kondisi jamaah yang masih menjalani perawatan.
“Kami terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap jamaah yang masih dirawat di rumah sakit Arab Saudi. PPIH bersama tim kesehatan akan memastikan mereka mendapatkan pelayanan terbaik hingga kondisi kesehatannya memungkinkan untuk dipulangkan ke Indonesia,” ujarnya, Minggu (7/6).
Anam menyebut jemaah yang masih dirawat yakni:
Tak hanya itu 3 jemaah haji juga wafat saat kepulangan ke tanah air satu orang di dalam pesawat saat 30 menit hendak landing di Bandara Internasional Juanda, satu jemaah wafat di dalam bus saat tiba di Asrama Haji Debarkasi Surabaya dan satu lagi wafat di RS Haji Surabaya setelah dilakukan tindakan medis usai turun dari pesawat terbang yang sebelumnya di rujuk di RS terdekat di Sidoarjo. Ketiga jemaah haji yang wafat dikarenakan cardiogenic shock atau gangguan jantung.
Yang paling banyak teridentifikasi adalah kelelahan, terutama setelah melaksanakan ibadah di Armuzna. Pemicu utamanya adalah gangguan fungsi jantung akibat kelelahan.
Oleh karena itu, ini akan menjadi bahan evaluasi kami, bagaimana ke depannya penanganan terhadap kondisi fisik jemaah agar lebih maksimal, terutama dalam mengantisipasi dampak kelelahan,” tegas Anam.
Sementara itu tiga penyebab jemaah wafat paling banyak dikarenakan mengalami cardiogenic shock atau syok jantung sebanyak 28 orang, kemudian acute myocardial infarction sebanyak 6 orang, septic shock atau komplikasi sebanyak 6 orang dan gagal nafas akut sebanyak 3 orang.
Jemaah yang wafat paling banyak saat berada di Makkah. Sedangkan untuk asal jemaah yang wafat ia menyebut Jawa Timur sebanyak 50 orang, sedangkan Bali 2 orang. (ahm)
Shin Tae-yong kembali ke Indonesia. Bukan untuk melatih tim nasional. Pelatih asal Korea Selatan itu…
Pelaku pencurian dengan cara membobol toko atau gerai kembali meresahkan masyarakat di Surabaya. Sebanyak sepuluh…
Banyak orang mengenal Ir. Soekarno sebagai Proklamator Kemerdekaan dan Presiden Pertama Republik Indonesia. Namun, tidak…
Ketersediaan minyak goreng bersubsidi program pemerintah, Minyakita, kini sulit ditemui di pasar-pasar tradisional di Kota…
Masih rendahnya tingkat deteksi dini kanker payudara di masyarakat serta anggapan bahwa membicarakan kesehatan payudara…
Manajer Operasional Saudi Arabia Airlines, Yusuf Rahmani, menjelaskan bahwa pihak maskapai menyiapkan santunan asuransi khusus…
This website uses cookies.