Categories: Nasional

Efisiensi Besar-Besaran: Perjalanan Dinas Dikepras 50 Persen, ASN WFH Setiap Jumat Bisa Hemat APBN Rp 6,2 Triliun

METROTODAY, JAKARTA – Pemerintah menetapkan sejumlah langkah efisiensi dalam merespons dinamika global. Kebijakan tersebut dibalut dalam kebijakan transformasi budaya kerja nasional.

Dalam kebijakan tersebut, pemerintah mendorong pola kerja yang lebih efisien, produktif, dan berbasis digital. Beban biaya energi dan mobilitas juga ditekan.

”Pemerintah menetapkan kebijakan transformasi budaya kerja yang mendorong perubahan perilaku kerja yang lebih efisien, produktif, dan berbasis digital,” kata Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan pers secara hybrid dari Seoul, Republik Korea, pada Selasa (31/3/2026).

Sebagaimana diwacanakan, aparatur sipil negara (ASN) akan menjalani work from home (WFH) satu hari dalam sepekan mulai April ini, yakni setiap hari Jumat. Kebijakan itu diterapkan untuk ASN pusat dan daerah.

Kebijakan efisien lainnya adalah pembatasan penggunaan kendaraan dinas hingga 50 persen. Namun, hal itu dikecualikan untuk kebutuhan operasional dan kendaraan listrik.

Pemerintah mendorong penggunaan transportasi publik. ”Mengurangi kendaraan dinas dan menggunakan semaksimal mungkin transportasi publik,” kata Airlangga.

Perjalanan dinas juga mengalami efisiensi. Pemerintah memangkas hingga 50 persen untuk perjalanan dalam negeri dan untuk perjalanan luar negeri dikurangi hingga 70 persen.

Airlangga mengatakan, kebijakan efisiensi melalui transformasi budaya kerja nasional itu berpotensi memberikan penghematan signifikan. Nilainya mencapai Rp 6,2 triliun.

”Potensi penghematan dari kebijakan work from home ini yang langsung ke APBN adalah Rp 6,2 triliun, berupa penghematan kompensasi BBM. Sementara total pembelanjaan BBM masyarakat berpotensi untuk dihemat juga sebesar Rp59 triliun,” ungkapnya.

Meski ada kebijakan efisiensi, Airlangga memastikan bahwa sektor layanan publik menjadi sektor yang dikecualikan dalam kebijakan WFH tersebut. Sektor-sektor seperti kesehatan, keamanan, kebersihan, serta sektor strategis seperti industri atau produksi, energi, air, bahan pokok, makanan minuman, perdagangan, transportasi, logistik, dan keuangan, tetap work from office (WFO).

”Sektor yang dikecualikan tetap bekerja dari kantor atau lapangan,”  kata Airlangga.

Begitu pula untuk sektor pendidikan. Kegiatan belajar-mengajar tetap dilakukan secara tatap muka penuh untuk jenjang pendidikan dasar hingga menengah selama lima hari dalam seminggu. (red/MT)

Naufal

Recent Posts

Taiwan Bidik Pasar Wisatawan Indonesia, Peluang Penerbangan Langsung Surabaya Kembali Terbuka

Taiwan kembali membidik pasar wisatawan Indonesia. Menjelang musim liburan akhir tahun dan Tahun Baru, promosi…

1 day ago

9 Apartemen di Surabaya dari Hibah KPK Terbengkalai: Plang Rampasan Terpasang, Calon Penyewa Mundur

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan apresiasi atas penyerahan 10 unit aset rampasan negara yang…

2 days ago

Bahagianya Lansia di Griya Wreda Ikuti Lomba Agustusan: Jaga Kebugaran, Daya Ingat dan Kebersamaan

Semangat kemerdekaan menyelimuti Griya Wreda Jambangan Kamis (13/8), saat ratusan lansia penghuni berkumpul mengikuti lomba…

2 days ago

Mentan Amran Siap Usut: Ada yang Mainkan Harga Pakan dan Telur di Surabaya, Diduga Juga Biayai Demo

Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan penjelasan lengkap terkait fluktuasi harga dan pasokan telur yang sempat…

2 days ago

DPKP Surabaya Padamkan Karhutla di Bromo, Medan Berat dan Lautan Pasir Jadi Tantangan

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya mengerahkan personel serta peralatan untuk membantu penanganan kebakaran…

2 days ago

Usai Juara Piala Presiden, Persebaya Siap Hadapi Penang FC di Stadion GBT

Meski baru saja meraih gelar juara Piala Presiden 2026, perjalanan pramusim Persebaya Surabaya belum berakhir.…

3 days ago

This website uses cookies.