Hasanuddin menyebut bahwa pria yang belum diketahui identitasnya tersebut berusia sekitar 60 tahun.
“Pertama memang pada saat masuk ke kamar, dia merasa mungkin tidak nyaman dan tidak mau bergabung dengan teman-temannya. Dia terus minta pulang saja,” ujar Hasanuddin.
Dari pantauan petugas, salah satu pemicu utama keresahan jemaah yang tergabung dalam KBIH Al-Kautsar ini adalah keinginan kuat untuk satu kamar dengan istrinya.
Padahal aturan yang berlaku di asrama memisahkan tempat tidur antara jemaah laki-laki dan perempuan.
“Insyaallah ini tadi sudah dibawa ke Rumah Sakit Menur. Di sana saat ini diobservasi dan masih menunggu hasil observasi. Insyaallah dokter pendamping ada di sana mendampingi,” jelasnya.
Mengenai kelayakan jemaah tersebut untuk tetap diberangkatkan, Hasanuddin menyatakan keputusan sepenuhnya ada pada hasil pemeriksaan medis.
Mengingat jadwal keberangkatan Kloter 62 sudah sangat dekat, yaitu Jumat (8/5) pukul 14.40 WIB.
“Ya, ini nanti enggak tahu bisa atau tidaknya berangkat masih melihat hasil observasi yang disampaikan oleh dokter. Yang memberikan kewenangan menentukan laik tidaknya berangkat itu ya dokternya nanti,” pungkasnya. (ahm)
Page: 1 2
Sebagai negara kepulauan, Indonesia menghadapi tantangan tersendiri dalam menjaga konektivitas, keselamatan, serta pengawasan wilayah antarpulau.…
Pemkot Surabaya mengambil alih sementara hak asuh anak berinisial A dari pasangan suami istri Sunar…
Polemik mengenai tata kelola iuran RT/RW dan Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) di kawasan CitraLand Surabaya…
Nasib warga yang telah lama bermukim di kawasan emplasemen Stasiun Surabaya Pasar Turi menjadi sorotan…
Peran sivitas akademika di perguruan tinggi dinilai menjadi penentu arah serta masa depan bangsa. Hal…
Suasana penuh keceriaan menyelimuti Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kampung Anak Negeri (Kanri) Kalijudan, Surabaya.…
This website uses cookies.