Keliling Kota Piala Dunia #16 (habis): Vancouver, British Colombia, Kota yang Terjepit di Antara Laut dan Pegunungan

METROTODAY, VANCOUVER – Jika Toronto menawarkan wajah metropolitan Kanada, maka Vancouver menyuguhkan sisi lain yang luar biasa. Kota terbesar di Provinsi British Columbia ini kerap masuk daftar kota paling layak huni di dunia berkat kombinasi langka antara gedung pencakar langit modern, laut biru, hutan hijau, dan pegunungan bersalju yang mengelilinginya.

Pusat kemeriahan turnamen di kota ini akan berlangsung di BC Place. Stadion berkapasitas sekitar 54.500 penonton tersebut menjadi markas klub MLS Vancouver Whitecaps dan tim CFL BC Lions. Dengan atap retractable atau atap yang dapat dibuka-tutup sesuai kondisi cuaca, BC Place termasuk salah satu stadion paling modern di Kanada.

Namun Vancouver bukan hanya tentang sepak bola. Kota ini juga dikenal sebagai surga kuliner yang memadukan pengaruh Kanada, Asia Timur, dan budaya masyarakat pesisir Pasifik.

Kuliner pertama yang wajib dicoba adalah Pacific Salmon. Berkat lokasinya yang menghadap Samudra Pasifik, Vancouver menjadi salah satu tempat terbaik di dunia untuk menikmati salmon segar. Ikan ini biasanya disajikan dalam bentuk grilled salmon, smoked salmon, hingga salmon bowl modern. Di restoran tepi laut maupun pusat kota, harga satu porsi umumnya berkisar 25 hingga 45 dolar Kanada (Rp300 ribu hingga Rp540 ribu).

Rekomendasi kedua adalah Japadog. Jangan terkecoh dengan namanya. Makanan kaki lima khas Vancouver ini merupakan hot dog yang dipadukan dengan cita rasa Jepang, mulai dari rumput laut, teriyaki, mayones Jepang, hingga bonito flakes. Berawal dari gerobak sederhana, Japadog kini menjadi salah satu ikon kuliner kota. Harga satu porsi biasanya berkisar 8 hingga 15 dolar Kanada (Rp95 ribu hingga Rp180 ribu).

Pilihan ketiga adalah Spot Prawn Seafood. Vancouver terkenal dengan hasil laut premium, termasuk spot prawn yang hanya tersedia pada musim tertentu dan sangat diburu para pencinta seafood. Udang ini memiliki rasa manis alami yang menjadi ciri khas perairan British Columbia. Harga menu berbahan spot prawn umumnya berada pada kisaran 25 hingga 60 dolar Kanada (Rp300 ribu hingga Rp720 ribu), tergantung jenis hidangan dan restorannya.

Setelah menikmati sajian khas pesisir Pasifik, para suporter dapat menjelajahi berbagai destinasi wisata yang membuat Vancouver begitu berbeda dari kota tuan rumah lainnya.

Destinasi pertama adalah Stanley Park. Taman kota seluas lebih dari 400 hektare ini sering disebut sebagai “paru-paru Vancouver”. Di dalamnya terdapat jalur sepeda, hutan pinus, pantai, hingga pemandangan spektakuler menuju pusat kota dan Pegunungan North Shore. Masuk ke kawasan taman gratis, sementara penyewaan sepeda biasanya berkisar 15 hingga 40 dolar Kanada (Rp180 ribu hingga Rp480 ribu).

Pilihan berikutnya adalah Granville Island. Kawasan bekas industri ini telah disulap menjadi pusat seni, kuliner, dan budaya yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Pasar publiknya menawarkan berbagai makanan lokal, hasil laut segar, serta produk kerajinan tangan khas British Columbia. Masuk ke kawasan ini gratis, sementara wisatawan biasanya menghabiskan sekitar 20 hingga 60 dolar Kanada (Rp240 ribu hingga Rp720 ribu) untuk menikmati kuliner dan berbelanja.

Rekomendasi terakhir adalah Capilano Suspension Bridge Park. Jembatan gantung sepanjang 137 meter yang membentang di atas sungai dan hutan hujan ini menjadi salah satu atraksi paling terkenal di Kanada Barat. Pengunjung dapat berjalan di antara pepohonan raksasa melalui jalur treetop adventure yang menawarkan pengalaman menyatu dengan alam. Harga tiket masuk dewasa umumnya berkisar 70 hingga 90 dolar Kanada (Rp840 ribu hingga Rp1,08 juta).

Berbeda dengan banyak kota tuan rumah lainnya yang mengandalkan sejarah atau gemerlap perkotaan, Vancouver menawarkan sesuatu yang lebih komplit. Dalam satu hari, seorang suporter bisa menyaksikan pertandingan Piala Dunia di BC Place, menikmati salmon segar di pusat kota, lalu menghabiskan sore hari berjalan di tengah hutan pinus atau menyaksikan matahari terbenam di tepi Samudra Pasifik. Itulah yang membuat Vancouver begitu istimewa. (eza)

METROTODAY, VANCOUVER – Jika Toronto menawarkan wajah metropolitan Kanada, maka Vancouver menyuguhkan sisi lain yang luar biasa. Kota terbesar di Provinsi British Columbia ini kerap masuk daftar kota paling layak huni di dunia berkat kombinasi langka antara gedung pencakar langit modern, laut biru, hutan hijau, dan pegunungan bersalju yang mengelilinginya.

Pusat kemeriahan turnamen di kota ini akan berlangsung di BC Place. Stadion berkapasitas sekitar 54.500 penonton tersebut menjadi markas klub MLS Vancouver Whitecaps dan tim CFL BC Lions. Dengan atap retractable atau atap yang dapat dibuka-tutup sesuai kondisi cuaca, BC Place termasuk salah satu stadion paling modern di Kanada.

Namun Vancouver bukan hanya tentang sepak bola. Kota ini juga dikenal sebagai surga kuliner yang memadukan pengaruh Kanada, Asia Timur, dan budaya masyarakat pesisir Pasifik.

Kuliner pertama yang wajib dicoba adalah Pacific Salmon. Berkat lokasinya yang menghadap Samudra Pasifik, Vancouver menjadi salah satu tempat terbaik di dunia untuk menikmati salmon segar. Ikan ini biasanya disajikan dalam bentuk grilled salmon, smoked salmon, hingga salmon bowl modern. Di restoran tepi laut maupun pusat kota, harga satu porsi umumnya berkisar 25 hingga 45 dolar Kanada (Rp300 ribu hingga Rp540 ribu).

Rekomendasi kedua adalah Japadog. Jangan terkecoh dengan namanya. Makanan kaki lima khas Vancouver ini merupakan hot dog yang dipadukan dengan cita rasa Jepang, mulai dari rumput laut, teriyaki, mayones Jepang, hingga bonito flakes. Berawal dari gerobak sederhana, Japadog kini menjadi salah satu ikon kuliner kota. Harga satu porsi biasanya berkisar 8 hingga 15 dolar Kanada (Rp95 ribu hingga Rp180 ribu).

Pilihan ketiga adalah Spot Prawn Seafood. Vancouver terkenal dengan hasil laut premium, termasuk spot prawn yang hanya tersedia pada musim tertentu dan sangat diburu para pencinta seafood. Udang ini memiliki rasa manis alami yang menjadi ciri khas perairan British Columbia. Harga menu berbahan spot prawn umumnya berada pada kisaran 25 hingga 60 dolar Kanada (Rp300 ribu hingga Rp720 ribu), tergantung jenis hidangan dan restorannya.

Setelah menikmati sajian khas pesisir Pasifik, para suporter dapat menjelajahi berbagai destinasi wisata yang membuat Vancouver begitu berbeda dari kota tuan rumah lainnya.

Destinasi pertama adalah Stanley Park. Taman kota seluas lebih dari 400 hektare ini sering disebut sebagai “paru-paru Vancouver”. Di dalamnya terdapat jalur sepeda, hutan pinus, pantai, hingga pemandangan spektakuler menuju pusat kota dan Pegunungan North Shore. Masuk ke kawasan taman gratis, sementara penyewaan sepeda biasanya berkisar 15 hingga 40 dolar Kanada (Rp180 ribu hingga Rp480 ribu).

Pilihan berikutnya adalah Granville Island. Kawasan bekas industri ini telah disulap menjadi pusat seni, kuliner, dan budaya yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Pasar publiknya menawarkan berbagai makanan lokal, hasil laut segar, serta produk kerajinan tangan khas British Columbia. Masuk ke kawasan ini gratis, sementara wisatawan biasanya menghabiskan sekitar 20 hingga 60 dolar Kanada (Rp240 ribu hingga Rp720 ribu) untuk menikmati kuliner dan berbelanja.

Rekomendasi terakhir adalah Capilano Suspension Bridge Park. Jembatan gantung sepanjang 137 meter yang membentang di atas sungai dan hutan hujan ini menjadi salah satu atraksi paling terkenal di Kanada Barat. Pengunjung dapat berjalan di antara pepohonan raksasa melalui jalur treetop adventure yang menawarkan pengalaman menyatu dengan alam. Harga tiket masuk dewasa umumnya berkisar 70 hingga 90 dolar Kanada (Rp840 ribu hingga Rp1,08 juta).

Berbeda dengan banyak kota tuan rumah lainnya yang mengandalkan sejarah atau gemerlap perkotaan, Vancouver menawarkan sesuatu yang lebih komplit. Dalam satu hari, seorang suporter bisa menyaksikan pertandingan Piala Dunia di BC Place, menikmati salmon segar di pusat kota, lalu menghabiskan sore hari berjalan di tengah hutan pinus atau menyaksikan matahari terbenam di tepi Samudra Pasifik. Itulah yang membuat Vancouver begitu istimewa. (eza)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait