Alih-alih runtuh, skuad asuhan Gustavo Alfaro justru semakin disiplin di dalam kotak penalti. Penjaga gawang Orlando Gill berkali-kali mematahkan upaya Turki untuk menyamakan kedudukan.
Kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin bagi Paraguay. Hasil tersebut menghidupkan kembali peluang Paraguay untuk melaju ke fase gugur setelah sebelumnya dihajar Amerika Serikat 1-4 pada laga pembuka.
Sebaliknya, Turki dipastikan tersingkir dari turnamen usai menelan kekalahan dua kali beruntun. Ironisnya, ini merupakan penampilan pertama mereka di Piala Dunia setelah terakhir kali tahun 2002.
Usai pertandingan, Matias Galarza tak mampu menyembunyikan kebahagiannya. Sang pengubur mimpi Turki menyebut momen tersebut sebagai yang terbaik dalam karirnya.
“Ini tak terlupakan, sangat indah, paling terbaik di karir saya,” ujar Galarza kepada awak media pascapertandingan. Rekannya, Andres Cubas, juga memuji semangat juang tim yang mampu bertahan sepanjang 90 menit berlangsung walau dengan satu pemain lebih sedikit. (ezaar/mt)
Page: 1 2
Sebagai negara kepulauan, Indonesia menghadapi tantangan tersendiri dalam menjaga konektivitas, keselamatan, serta pengawasan wilayah antarpulau.…
Pemkot Surabaya mengambil alih sementara hak asuh anak berinisial A dari pasangan suami istri Sunar…
Polemik mengenai tata kelola iuran RT/RW dan Iuran Pengelolaan Lingkungan (IPL) di kawasan CitraLand Surabaya…
Nasib warga yang telah lama bermukim di kawasan emplasemen Stasiun Surabaya Pasar Turi menjadi sorotan…
Peran sivitas akademika di perguruan tinggi dinilai menjadi penentu arah serta masa depan bangsa. Hal…
Suasana penuh keceriaan menyelimuti Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kampung Anak Negeri (Kanri) Kalijudan, Surabaya.…
This website uses cookies.