Alih-alih runtuh, skuad asuhan Gustavo Alfaro justru semakin disiplin di dalam kotak penalti. Penjaga gawang Orlando Gill berkali-kali mematahkan upaya Turki untuk menyamakan kedudukan.
Kemenangan ini bukan sekadar tambahan tiga poin bagi Paraguay. Hasil tersebut menghidupkan kembali peluang Paraguay untuk melaju ke fase gugur setelah sebelumnya dihajar Amerika Serikat 1-4 pada laga pembuka.
Sebaliknya, Turki dipastikan tersingkir dari turnamen usai menelan kekalahan dua kali beruntun. Ironisnya, ini merupakan penampilan pertama mereka di Piala Dunia setelah terakhir kali tahun 2002.
Usai pertandingan, Matias Galarza tak mampu menyembunyikan kebahagiannya. Sang pengubur mimpi Turki menyebut momen tersebut sebagai yang terbaik dalam karirnya.
“Ini tak terlupakan, sangat indah, paling terbaik di karir saya,” ujar Galarza kepada awak media pascapertandingan. Rekannya, Andres Cubas, juga memuji semangat juang tim yang mampu bertahan sepanjang 90 menit berlangsung walau dengan satu pemain lebih sedikit. (ezaar/mt)
Page: 1 2
Brasil akhirnya berhasil memulihkan martabat mereka di panggung bergengsi Piala Dunia 2026 setelah meluluhlantakkan perlawanan…
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan tertutup dengan Menpora sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, serta…
Nasib apes tampaknya sedang memeluk tim nasional Skotlandia. Baru saja peluit pertama dibunyikan di Boston…
Sebanyak 25 karya seni rupa kontemporer hasil kreasi tiga seniman visual Indonesia, yaitu XGO, Anas…
Amerika Serikat memastikan langkah ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Australia dengan…
Masa depan Marcus Rashford menjadi salah satu “kisah cinta” paling dramatis di bursa transfer Eropa.…
This website uses cookies.