Ghana Menang dengan Cara yang Paling Tak Diinginkan Panama

METROTODAY, TORONTO – Drama emosional berbalut ketegangan tinggi tersaji pada laga perdana Grup L Piala Dunia 2026 di BMO Field, Toronto, Kanada, Rabu (17/6/2026) waktu setempat, saat Ghana sukses memetik kemenangan dramatis 1-0 atas Panama.

Pertandingan yang diguyur hujan deras ini semula diprediksi akan berakhir antiklimaks tanpa gol akibat kedisiplinan tingkat tinggi yang diperagakan keduanya sepanjang 90 menit.

Kendati demikian, perjuangan tanpa henti dari skuad The Black Stars (julukan Ghana) terbayar lunas lewat sebuah gol telat di detik-detik akhir yang seketika meruntuhkan harapan sang wakil Concacaf.

Sejak peluit pertama dibunyikan, bentrokan antar kedua tim berjalan sangat berhati-hati dan cenderung buntu di lini tengah.

Panama yang bertindak sebagai tim non-unggulan beberapa kali mampu menebar ancaman berbahaya lewat tusukan Michael Amir Murillo di sisi kanan. Naas, penyelesaian akhir dari Cecilio Waterman masih terlalu lemah untuk menguji kiper Ghana, Lawrence Ati Zigi.

Akibat terserang terus-menerus, kubu Afrika Barat itu tampak frustasi karena gagal mengalirkan bola dengan mulus ke sepertiga akhir lapangan akibat pressing ketat Jose Cordoba Cs.

Dilansir dari Sky Sports, sorotan tajam pada laga ini mengarah pada performa minor Antoine Semenyo. Diplot sebagai dinamo utama serangan sekaligus kreator di belakang striker, bintang Manchester City tersebut tampil jauh di bawah ekspektasi dan gagal mengemban harapan publik Ghana.

Performa Semenyo dinilai “mati kutu” oleh para pundit internasional di studio ESPN. Sebab, sepanjang 70 menit berada di lapangan sebelum akhirnya ditarik keluar, Semenyo kerap salah melepaskan umpan matang, mudah kehilangan bola saat ditekan, dan membuat arus serangan The Black Stars menjadi terhambat dan mudah dibaca oleh Los Canaleros (julukan Panama).

Memasuki fase akhir laga, keputusasaan sempat membayangi Ghana sebelum keajaiban terjadi tepat pada menit ke-90+5.

METROTODAY, TORONTO – Drama emosional berbalut ketegangan tinggi tersaji pada laga perdana Grup L Piala Dunia 2026 di BMO Field, Toronto, Kanada, Rabu (17/6/2026) waktu setempat, saat Ghana sukses memetik kemenangan dramatis 1-0 atas Panama.

Pertandingan yang diguyur hujan deras ini semula diprediksi akan berakhir antiklimaks tanpa gol akibat kedisiplinan tingkat tinggi yang diperagakan keduanya sepanjang 90 menit.

Kendati demikian, perjuangan tanpa henti dari skuad The Black Stars (julukan Ghana) terbayar lunas lewat sebuah gol telat di detik-detik akhir yang seketika meruntuhkan harapan sang wakil Concacaf.

Sejak peluit pertama dibunyikan, bentrokan antar kedua tim berjalan sangat berhati-hati dan cenderung buntu di lini tengah.

Panama yang bertindak sebagai tim non-unggulan beberapa kali mampu menebar ancaman berbahaya lewat tusukan Michael Amir Murillo di sisi kanan. Naas, penyelesaian akhir dari Cecilio Waterman masih terlalu lemah untuk menguji kiper Ghana, Lawrence Ati Zigi.

Akibat terserang terus-menerus, kubu Afrika Barat itu tampak frustasi karena gagal mengalirkan bola dengan mulus ke sepertiga akhir lapangan akibat pressing ketat Jose Cordoba Cs.

Dilansir dari Sky Sports, sorotan tajam pada laga ini mengarah pada performa minor Antoine Semenyo. Diplot sebagai dinamo utama serangan sekaligus kreator di belakang striker, bintang Manchester City tersebut tampil jauh di bawah ekspektasi dan gagal mengemban harapan publik Ghana.

Performa Semenyo dinilai “mati kutu” oleh para pundit internasional di studio ESPN. Sebab, sepanjang 70 menit berada di lapangan sebelum akhirnya ditarik keluar, Semenyo kerap salah melepaskan umpan matang, mudah kehilangan bola saat ditekan, dan membuat arus serangan The Black Stars menjadi terhambat dan mudah dibaca oleh Los Canaleros (julukan Panama).

Memasuki fase akhir laga, keputusasaan sempat membayangi Ghana sebelum keajaiban terjadi tepat pada menit ke-90+5.

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait