Bukan Lawan yang Menyerang, Son Heung-min Justru Ditekel Media Negaranya Sendiri

Mengutip dari Intel Region, kritik semakin tajam karena Son diketahui memperoleh pembebasan wajib militer melalui jalur yang sah setelah membantu Korea Selatan meraih medali emas cabang sepak bola pada Asian Games 2018 yang saat itu diselenggarakan di Indonesia.

Selain itu, ia juga tetap menjalani pelatihan dasar militer selama tiga pekan pada 2020 dan menyelesaikan kewajiban layanan masyarakat yang disyaratkan pemerintah.

Sejumlah media internasional menilai insiden tersebut berpotensi mengusik suasana fokus ruang ganti. Terlebih, Korea selatan lolos ke Piala Dunia dengan catatan tidak terkalahkan dari kualifikasi Asia.

Menanggapi polemik yang berkembang, JTBC segera menarik video asli dari kanal resminya, mengubah status tayangan menjadi privat, lalu mengunggah ulang versi yang telah diedit.

Dalam pernyataan resminya, pihak penyiar menyampaikan permohonan maaf kepada publik dan tim nasional. Kendati demikian, pihaknya juga menyatakan masih menyelidiki identitas pasti orang-orang yang suaranya terdengar dalam rekaman tersebut.

Pascalaga kontra Ceko, tim nasional Korea Selatan memutuskan untuk menjaga jarak dari seluruh media negaranya sendiri setelah beredarnya rekaman audio tersebut.

Selain itu, Son Heung-min memilih tidak memberikan komentar publik mengenai insiden tersebut.

Mantan penyerang Tottenham Hotspurs itu memilih fokus dan memimpin latihan persiapan tim. Sikap diam Son justru menuai pujian dari banyak pendukung yang menilai dirinya berusaha menjaga keharmonisan ruang ganti.

Terkini, dilaporkan oleh Talksport, situasi cukup memanas karena Federasi Sepak Bola Korea Selatan mengeluarkan kecaman resmi yang secara khusus menyasar individu dalam rekaman tersebut.

Federasi juga membatalkan semua sesi wawancara individu yang sebelumnya sudah dijadwalkan. Tak hanya itu, Kepala Media Delegasi Korea Selatan bahkan dikabarkan memilih mengundurkan diri.

Mengutip dari Intel Region, kritik semakin tajam karena Son diketahui memperoleh pembebasan wajib militer melalui jalur yang sah setelah membantu Korea Selatan meraih medali emas cabang sepak bola pada Asian Games 2018 yang saat itu diselenggarakan di Indonesia.

Selain itu, ia juga tetap menjalani pelatihan dasar militer selama tiga pekan pada 2020 dan menyelesaikan kewajiban layanan masyarakat yang disyaratkan pemerintah.

Sejumlah media internasional menilai insiden tersebut berpotensi mengusik suasana fokus ruang ganti. Terlebih, Korea selatan lolos ke Piala Dunia dengan catatan tidak terkalahkan dari kualifikasi Asia.

Menanggapi polemik yang berkembang, JTBC segera menarik video asli dari kanal resminya, mengubah status tayangan menjadi privat, lalu mengunggah ulang versi yang telah diedit.

Dalam pernyataan resminya, pihak penyiar menyampaikan permohonan maaf kepada publik dan tim nasional. Kendati demikian, pihaknya juga menyatakan masih menyelidiki identitas pasti orang-orang yang suaranya terdengar dalam rekaman tersebut.

Pascalaga kontra Ceko, tim nasional Korea Selatan memutuskan untuk menjaga jarak dari seluruh media negaranya sendiri setelah beredarnya rekaman audio tersebut.

Selain itu, Son Heung-min memilih tidak memberikan komentar publik mengenai insiden tersebut.

Mantan penyerang Tottenham Hotspurs itu memilih fokus dan memimpin latihan persiapan tim. Sikap diam Son justru menuai pujian dari banyak pendukung yang menilai dirinya berusaha menjaga keharmonisan ruang ganti.

Terkini, dilaporkan oleh Talksport, situasi cukup memanas karena Federasi Sepak Bola Korea Selatan mengeluarkan kecaman resmi yang secara khusus menyasar individu dalam rekaman tersebut.

Federasi juga membatalkan semua sesi wawancara individu yang sebelumnya sudah dijadwalkan. Tak hanya itu, Kepala Media Delegasi Korea Selatan bahkan dikabarkan memilih mengundurkan diri.

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait