“Wataru telah menjadi contoh bagi generasi muda Jepang. Kepemimpinannya, profesionalismenya, dan dedikasinya kepada tim nasional tidak tergantikan,” ujar Moriyasu dalam konferensi pers jelang Piala Dunia 2026.
Ia juga berterimakasih atas pengabdian Endo selama lebih dari satu dekade membela bendera Matahari Terbit.
Keputusan pensiun tersebut tidak sepenuhnya mengejutkan. Selain faktor cedera yang berkepanjangan, Endo juga telah memasuki usia 33 tahun dan sebelumnya diperkirakan akan menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai turnamen internasional terakhirnya.
Absennya Sang Kapten tentu menjadi pukulan besar bagi Jepang yang berkiprah di Grup F menghadapi Belanda, Tunisia dan Swedia.
The Washington Post melaporkan, JFA dan Moriyasu kemudian menunjuk bek Ajax, Ko Itakura, sebagai kapten baru.
Sementara penyerang Borussia Monchengladbach, Shuto Machino, dipanggil sebagai pengganti.
Karier Endo di level klub merupakan kisah yang penuh kerja keras. Ia memulai karier profesional bersama Shonan Bellmare sebelum bersinar bersama Urawa Red Diamonds. Kariernya kemudian berlanjut ke Eropa bersama Sint-Truiden dan VFB Stuttgart.
Penampilan impresifnya di Bundesliga membuat Liverpool terpincut untuk merekrutnya pada 2023.
Bersama Liverpool, Endo dikenal sebagai gelandang bertahan yang memiliki kemampuan bertahan, kepemimpinan, dan disiplin taktik yang tinggi.
Di level internasional, Endo debut bersama Timnas Jepang pada 2015 dan berkembang sangat pesat di generasinya.
Ia mencatat 73 penampilan dan mencetak empat gol untuk negara yang sering disebut Raja Asia.
Ia juga membantu Jepang mencapai final Piala Asia 2019 dan menjadi bagian dari skuad yang menjuarai Piala Asia U-23 2016. (ezaar/mt)

