Amerika Serikat memperlebar jarak melalui penampilan mengesankan Folarin Balogun. Penyerang AS Monaco tersebut mencetak brace pada babak pertama sekaligus menjadi mimpi buruk lini belakang Paraguay. Balogun memanfaatkan umpan matang dari Christian Pulisic sebelum kembali menuliskan namanya di papan skor. Amerika Serikat menutup babak pertama dengan keunggulan telak 3-0.
Paraguay sempat memperkecil ketertinggalan melalui Mauricio pada babak kedua. Namun, gol tersebut tidak cukup untuk memutar jalannya pertandingan. Amerika Serikat tetap menguasai pertandingan hingga injury time.
Gol penutup pengunci kemenangan Amerika Serikat lahir pada masa injury time melalui aksi Gio Reyna. Dari sisi kanan serangan, gelandang kreatif berusia 23 tahun itu melepaskan tembakan melengkung yang tak mampu dijangkau Orlando Gill.
Cara bola berbelok menuju tiang jauh gawang membuat banyak penggemar teringat pada gol legendaris Ricardo Quaresma ke gawang Iran pada Piala Dunia 2018. Sebuah gol yang hingga kini masih dianggap sebagai salah satu penyelesaian paling artistik dalam sejarah turnamen.
Reyna memang tidak menirukan teknik khas Quaresma secara sempurna. Tapi, estetika golnya menghadirkan nuansa serupa dan menjadi penutup sempurna pesta kemenangan tuan rumah.
Dalam konferensi pers pasca pertandingan, kapten tim Amerika Serikat, Tim Ream, menyebut kemenangan timnya sebagai awal ideal dalam perjalanan di turnamen. Di sisi lain, pelatih Mauricio Pocchettino mengaku puas dengan efektivitas serangan skuadnya meski ia sendiri mengakui masih terdapat beberapa aspek yang perlu dibenahi menjelang laga berikutnya melawan Australia. (ezaar)
Amerika Serikat memperlebar jarak melalui penampilan mengesankan Folarin Balogun. Penyerang AS Monaco tersebut mencetak brace pada babak pertama sekaligus menjadi mimpi buruk lini belakang Paraguay. Balogun memanfaatkan umpan matang dari Christian Pulisic sebelum kembali menuliskan namanya di papan skor. Amerika Serikat menutup babak pertama dengan keunggulan telak 3-0.
Paraguay sempat memperkecil ketertinggalan melalui Mauricio pada babak kedua. Namun, gol tersebut tidak cukup untuk memutar jalannya pertandingan. Amerika Serikat tetap menguasai pertandingan hingga injury time.
Gol penutup pengunci kemenangan Amerika Serikat lahir pada masa injury time melalui aksi Gio Reyna. Dari sisi kanan serangan, gelandang kreatif berusia 23 tahun itu melepaskan tembakan melengkung yang tak mampu dijangkau Orlando Gill.
Cara bola berbelok menuju tiang jauh gawang membuat banyak penggemar teringat pada gol legendaris Ricardo Quaresma ke gawang Iran pada Piala Dunia 2018. Sebuah gol yang hingga kini masih dianggap sebagai salah satu penyelesaian paling artistik dalam sejarah turnamen.
Reyna memang tidak menirukan teknik khas Quaresma secara sempurna. Tapi, estetika golnya menghadirkan nuansa serupa dan menjadi penutup sempurna pesta kemenangan tuan rumah.
Dalam konferensi pers pasca pertandingan, kapten tim Amerika Serikat, Tim Ream, menyebut kemenangan timnya sebagai awal ideal dalam perjalanan di turnamen. Di sisi lain, pelatih Mauricio Pocchettino mengaku puas dengan efektivitas serangan skuadnya meski ia sendiri mengakui masih terdapat beberapa aspek yang perlu dibenahi menjelang laga berikutnya melawan Australia. (ezaar)