Memasuki babak kedua, PSG meningkatkan intensitas serangan. Achraf Hakimi sempat mengancam lewat tendangan bebas pada menit ke-55, namun kembali digagalkan Raya.
Momentum penting datang pada menit ke-62 ketika Khvicha Kvaratskhelia dijatuhkan Cristhian Mosquera di dalam kotak penalti saat berusaha menyambut umpan Dembele.
Setelah mendapat konfirmasi dari VAR, wasit menunjuk titik putih dan Dembele sukses menjalankan tugasnya dengan sempurna.
Peraih Ballon d’Or 2025 itu mengarahkan bola ke sudut kiri bawah gawang tanpa mampu dijangkau Raya. Skor berubah menjadi 1-1 pada menit ke-64.
Gol tersebut membuat PSG semakin percaya diri. Vitinha dan Kvaratskhelia terus menebar ancaman, bahkan tembakan Kvaratskhelia pada menit ke-77 hanya mampu dihentikan tiang gawang.
Mikel Arteta lantas memasukkan sejumlah pemain segar seperti Jurrien Timber, Viktor Gyokeres, Gabriel Martinelli, dan Noni Madueke. Meski demikian, tidak ada gol tambahan yang tercipta hingga waktu normal berakhir.
Pada babak perpanjangan waktu, kedua tim bermain hati-hati. David Raya kembali menjadi penyelamat Arsenal dengan beberapa penyelamatan penting.
Sementara Arsenal nyaris mencetak gol kemenangan melalui Jurrien Timber, tetapi tendangannya dari sudut sempit melebar tipis.
Karena skor tetap 1-1 hingga 120 menit, pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti.
Dalam babak tos-tosan, para pemain PSG tampil lebih tenang. Goncalo Ramos, Desire Doue, Achraf Hakimi, dan Lucas Beraldo berhasil menjalankan tugas dengan sempurna. Hanya Nuno Mendes yang gagal mencetak gol.
Di kubu Arsenal, Viktor Gyokeres, Declan Rice, dan Gabriel Martinelli sukses menaklukkan Safonov. Namun Eberechi Eze dan Gabriel Magalhaes gagal memanfaatkan kesempatan karena tendangannya melenceng dari mistar.
Kegagalan Gabriel sebagai penendang terakhir memastikan PSG menang 4-3 dan kembali mengangkat trofi Liga Champions.

