Dari Broker Minyak, Terjerat Trading Ilegal, Kini Arga Dumilang Fokus Agen Resmi BBM Industri

Arga merenung. Ia tekadkan diri harus kembali bangkit dengan meninggalkan bisnis ilegal. Arga beralih membangun bisnis distribusi BBM melalui jalur resmi.

Memilih Jalur Legal

Beralih dari bisnis ilegal ke bisnis resmi, bagi Arga, juga bukan perkara mudah. Selain harus membangun kembali kepercayaan yang porak poranda, ia juga harus menghadapi persaingan usaha yang ketat. Namun, Arga pantang menyerah. Perlahan ia bangkit. Belajar dari titik awalnya dulu, kegigihan dan keuletan menjadi modal besarnya. Satu tekadnya: membahagiakan keluarga kecilnya.

PT Cahaya Pratama Energy yang digagasnya pun menjalankan bisnis sebagai pemasok BBM industri melalui jalur resmi. Produknya berasal dari ekosistem distribusi resmi Pertamina melalui PT Elnusa Petrofin. Tentu bukan barang mudah mendapatkan kepercayaan. Namun, Arga yakin, sepanjang manusia mau berusaha, pasti ada jalan.

Perubahan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Arga memperbaiki perjalanan bisnisnya. “Memang susah. Persaingan juga ketat. Tapi saya ingin usaha ini berjalan secara benar, legal, dan bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.

Menurut dia, salah satu persoalan yang masih dihadapi konsumen BBM industri adalah sulitnya membedakan antara pemasok resmi dengan pihak yang menawarkan BBM melalui jalur tidak resmi. Karena itu, PT Cahaya Pratama Energy ingin ikut mengedukasi konsumen agar lebih teliti sebelum membeli BBM industri.

Ingatkan Konsumen Jangan Mudah Tergiur Harga

Arga mengatakan, konsumen seharusnya tidak hanya mempertimbangkan harga ketika memilih pemasok BBM industri. Aspek legalitas, dokumen pengiriman, asal produk hingga identitas kendaraan pengangkut juga perlu diperhatikan. Salah satu hal yang dapat menjadi perhatian, menurut dia, adalah identitas pada kendaraan pengangkut BBM. “Kalau resmi, konsumen harus bisa melihat identitas dan dokumen pengirimannya. Ada logo Pertamina dan identitas yang jelas. Surat jalan serta delivery order juga harus jelas,” ungkapnya.

Arga merenung. Ia tekadkan diri harus kembali bangkit dengan meninggalkan bisnis ilegal. Arga beralih membangun bisnis distribusi BBM melalui jalur resmi.

Memilih Jalur Legal

Beralih dari bisnis ilegal ke bisnis resmi, bagi Arga, juga bukan perkara mudah. Selain harus membangun kembali kepercayaan yang porak poranda, ia juga harus menghadapi persaingan usaha yang ketat. Namun, Arga pantang menyerah. Perlahan ia bangkit. Belajar dari titik awalnya dulu, kegigihan dan keuletan menjadi modal besarnya. Satu tekadnya: membahagiakan keluarga kecilnya.

PT Cahaya Pratama Energy yang digagasnya pun menjalankan bisnis sebagai pemasok BBM industri melalui jalur resmi. Produknya berasal dari ekosistem distribusi resmi Pertamina melalui PT Elnusa Petrofin. Tentu bukan barang mudah mendapatkan kepercayaan. Namun, Arga yakin, sepanjang manusia mau berusaha, pasti ada jalan.

Perubahan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya Arga memperbaiki perjalanan bisnisnya. “Memang susah. Persaingan juga ketat. Tapi saya ingin usaha ini berjalan secara benar, legal, dan bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.

Menurut dia, salah satu persoalan yang masih dihadapi konsumen BBM industri adalah sulitnya membedakan antara pemasok resmi dengan pihak yang menawarkan BBM melalui jalur tidak resmi. Karena itu, PT Cahaya Pratama Energy ingin ikut mengedukasi konsumen agar lebih teliti sebelum membeli BBM industri.

Ingatkan Konsumen Jangan Mudah Tergiur Harga

Arga mengatakan, konsumen seharusnya tidak hanya mempertimbangkan harga ketika memilih pemasok BBM industri. Aspek legalitas, dokumen pengiriman, asal produk hingga identitas kendaraan pengangkut juga perlu diperhatikan. Salah satu hal yang dapat menjadi perhatian, menurut dia, adalah identitas pada kendaraan pengangkut BBM. “Kalau resmi, konsumen harus bisa melihat identitas dan dokumen pengirimannya. Ada logo Pertamina dan identitas yang jelas. Surat jalan serta delivery order juga harus jelas,” ungkapnya.

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait