Categories: Akal Sehat

Deep State dan Tugas Kampus Membaca Negara

Lantaran itu, kampus tidak boleh hanya menjadi pabrik gelar, publikasi, dan indeks akademik. Kampus harus menjadi pembaca negara. Membaca negara berarti memahami bagaimana kebijakan disusun, anggaran dialokasikan, regulasi bekerja, dan dampaknya dirasakan rakyat kecil.

Mengapa kebijakan yang baik di atas kertas kerap lemah di lapangan? Mengapa pertumbuhan ekonomi tidak selalu menetes menjadi kesejahteraan? Mengapa kebocoran, inefisiensi, dan ketimpangan terus berulang? Pertanyaan-pertanyaan semacam ini tidak cukup dijawab dengan opini. Semuanya harus diolah menjadi riset, audit kebijakan, kajian kelembagaan, dan rekomendasi berbasis bukti.

Kampus yang baik bukan kampus yang selalu membenarkan negara. Tetapi kampus yang baik juga bukan kampus yang hidup dari sinisme terhadap negara. Kampus yang bermartabat adalah kampus yang membantu negara tetap waras, yakni mengkritik dengan data, mengingatkan dengan etika, dan menawarkan jalan keluar dengan ilmu.

Dari Kecurigaan ke Kejujuran Akademik

Isu Deep State harus ditarik dari lorong gelap kecurigaan menuju ruang terang kejujuran akademik. Republik tidak boleh dibiarkan hidup dalam prasangka permanen. Tetapi republik juga tidak boleh menutup mata terhadap kemungkinan adanya kepentingan tersembunyi yang menggeser arah kebijakan dari kepentingan rakyat.

Di sinilah kampus berdiri di antara dua bahaya. Bahaya pertama adalah menganggap semua hal sebagai konspirasi. Bahaya kedua adalah menganggap semua kebijakan selalu netral, suci, dan bebas kepentingan. Yang pertama menghancurkan kepercayaan publik. Yang kedua melumpuhkan daya koreksi warga.

Kejujuran akademik menuntut keberanian untuk memeriksa kenyataan apa adanya. Jika ada kebijakan yang menjauh dari rakyat, kampus perlu mengujinya. Jika ada regulasi yang terlalu menguntungkan segelintir pihak, kampus perlu membacanya. Jika ada data yang tidak sesuai dengan realitas sosial, kampus perlu menyampaikannya.

Dalam pengertian ini, kritik akademik bukan perlawanan terhadap negara. Ia justru bentuk cinta yang lebih dewasa kepada republik. Sebab negara yang dibiarkan keliru tanpa koreksi akan kehilangan arah moralnya. Dan ilmu yang diam di hadapan ketidakadilan akan kehilangan martabatnya.

Negara Kuat Perlu Kampus Kritis

Negara yang kuat bukan negara yang alergi terhadap kritik. Negara yang kuat adalah negara yang mampu mendengar koreksi ilmiah tanpa merasa direndahkan. Justru ketika kebijakan bersedia diuji oleh data, argumen, dan nalar akademik, negara memperoleh kedalaman, ketahanan, dan legitimasi moral. Kampus kritis bukan ancaman bagi negara. Ia adalah mitra etik bagi negara yang ingin tumbuh sehat.

Kritik akademik berbeda dari kegaduhan politik. Ia tidak bekerja dengan teriakan, melainkan dengan metodologi. Ia tidak mencari sensasi, melainkan mencari kebenaran yang berguna bagi publik. Dalam konteks KSTI 2026, peran kampus menjadi semakin penting.

Page: 1 2 3

Jay Wijayanto

Recent Posts

Tabrakan Beruntun di Tambak Osowilangon Surabaya, Sopir Truk Colt Diesel Terjepit hingga Patah Tulang

Kecelakaan lalu lintas beruntun terjadi di Jalan Tambak Osowilangun, Kecamatan Benowo, Surabaya, tepatnya di kawasan…

1 day ago

Intervensi Trump Batalkan Kartu Merah Balogun, Belgia Ngamuk FIFA Pura-Pura Tuli

Keputusan FIFA membatalkan hukuman larangan bermain terhadap penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, menjadi salah satu…

1 day ago

Hotel Digedor Petasan, Lapangan Dikuasai Bellingham, Berujung Inggris yang Menang

Sebelum peluit sepak mula dibunyikan hari Senin (6/7) di Mexico City Stadium, atmosfer panas sudah…

1 day ago

Pembangunan Pintu Air Muara Kali Jagir Mendesak untuk Atasi Pendangkalan Sungai di Surabaya

Pemkot Surabaya terus berupaya mengatasi masalah genangan air di berbagai wilayah. Dari total 1.015 titik…

2 days ago

Dulu Berisiko di Bahu Jalan, Kini Aktivitas Bengkel di Jalan Nias Sudah Pindah ke Jalan Menur Surabaya

Puluhan pelaku usaha bengkel yang selama puluhan tahun beroperasi di pinggir Jalan Nias kini telah…

2 days ago

Terima SK Pengurusan Baru, Ketua PKB Surabaya Siap Dievaluasi Jika Gagal Tambah Kursi di Dewan

Ketua DPC PKB Surabaya, M. Faridz Afif, resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengesahan kepengurusan dari…

2 days ago

This website uses cookies.