Indonesia membutuhkan kemandirian pangan, energi, industri, teknologi, kesehatan, dan ekonomi rakyat. Semua itu memerlukan riset yang membumi, teknologi yang berpihak, dan kebijakan yang berpijak pada bukti. Kampus perlu membantu negara melalui tiga peran.
Pertama, sebagai penjernih isu, agar Deep State tidak liar menjadi konsumsi politik semata. Kedua, sebagai penguji kebijakan, agar keputusan publik tidak dibajak kepentingan sempit. Ketiga, sebagai penyedia solusi, agar kritik berkembang menjadi rekomendasi yang dapat dijalankan.
Pada akhirnya, Deep State bukan sekadar istilah politik. Ia adalah tantangan bagi kampus untuk membaca cara negara bekerja, cara kepentingan bergerak, dan cara kebijakan dijaga agar tidak menjauh dari amanat konstitusi.
Di situlah tugas kampus menemukan makna kebangsaannya, yakni membaca negara dengan ilmu, menjaga republik dengan nalar, dan memastikan pembangunan tetap berujung pada martabat manusia Indonesia. (*)
Persebaya Surabaya memasuki tahap akhir persiapan menjelang kompetisi Super League 2026/2027. Skuad Bajul Ijo arahan…
Kasus dugaan pelecehan seksual berbasis kecerdasan buatan (AI) terjadi di lingkungan Universitas Pembangunan Nasional (UPN)…
Truk terguling ke tepi taman di Jalan Perak Barat, Surabaya, sejak Rabu (19/8). Meski kejadian…
Kebakaran hebat melanda pergudangan Margomulyo Permai, Blok AH-11, Kelurahan Asemrowo, Surabaya, Rabu (19/8). Gudang milik…
Ledakan tabung gas elpiji terjadj kawasan Jalan Juwingan No. 72D, Kelurahan Kertajaya, Surabaya, pada Kamis…
BRI Region 12 Surabaya turut memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui Semarak Kemerdekaan
This website uses cookies.