Indonesia membutuhkan kemandirian pangan, energi, industri, teknologi, kesehatan, dan ekonomi rakyat. Semua itu memerlukan riset yang membumi, teknologi yang berpihak, dan kebijakan yang berpijak pada bukti. Kampus perlu membantu negara melalui tiga peran.
Pertama, sebagai penjernih isu, agar Deep State tidak liar menjadi konsumsi politik semata. Kedua, sebagai penguji kebijakan, agar keputusan publik tidak dibajak kepentingan sempit. Ketiga, sebagai penyedia solusi, agar kritik berkembang menjadi rekomendasi yang dapat dijalankan.
Pada akhirnya, Deep State bukan sekadar istilah politik. Ia adalah tantangan bagi kampus untuk membaca cara negara bekerja, cara kepentingan bergerak, dan cara kebijakan dijaga agar tidak menjauh dari amanat konstitusi.
Di situlah tugas kampus menemukan makna kebangsaannya, yakni membaca negara dengan ilmu, menjaga republik dengan nalar, dan memastikan pembangunan tetap berujung pada martabat manusia Indonesia. (*)
Penderitaan Timnas Senegal di Piala Dunia 2026 ternyata belum berakhir meski peluit panjang babak 32…
Truk trailer mengalami kecelakaan di Jalan Banjar Sugihan, Kecamatan Tandes, Surabaya, Senin (6/7). Kejadian ini…
Manajemen Pangeran Biru (julukan Persib Bandung) resmi mengamankan tanda tangan dua bintang diaspora Timnas Indonesia…
Pemilihan Player of the Match (POTM) di Piala Dunia 2026 mendadak menjadi bahan perdebatan. Mekanisme…
Laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium pada Senin (6/7) dinihari WIB…
Kasus dugaan penipuan dan penggelapan dana perjalanan ibadah umrah yang melibatkan PT Hanania Tama International…
This website uses cookies.