Categories: Fair Play

Bukan yang Paling Gacor, Justru Si Paling Populer: Fan Vote Player of the Match Piala Dunia 2026 Dianggap Bias

METROTODAY, SIDOARJO – Pemilihan Player of the Match (POTM) di Piala Dunia 2026 mendadak menjadi bahan perdebatan. Mekanisme penghargaan yang sepenuhnya ditentukan melalui fan vote atau pemungutan suara penggemar dinilai membuka peluang besar bagi pemain-pemain berstatus superstar untuk menyabet gelar pemain terbaik, meski di atas lapangan ada rekan setim yang tampil lebih menentukan. Kritik tersebut semakin ramai setelah sejumlah hasil voting dianggap tidak mencerminkan jalannya pertandingan.

FIFA memang memberikan hak kepada suporter di seluruh dunia untuk memilih pemain terbaik pertandingan melalui platform digital resminya. Sistem ini dimaksudkan agar penggemar dapat terlibat langsung dalam turnamen.

Namun di sisi lain, mekanisme tersebut memunculkan anggapan bahwa besarnya basis penggemar lebih berpengaruh dibanding analisis objektif terhadap performa di lapangan. Semakin besar nama seorang pemain, semakin besar pula peluangnya memenangi voting, terlepas dari kontribusi sebenarnya selama 90 menit.

Contoh paling hangat muncul saat Argentina mengalahkan Tanjung Verde 3-2 di babak 32 besar. Lionel Messi dinobatkan sebagai Player of the Match setelah mencetak gol dan membantu Argentina lolos.

Namun keputusan itu menuai kritik dari sejumlah pengamat Inggris. Presenter Talksport, Adrian Durham, menyebut wingback Tanjung Verde, Sidny Lopes Cabral, tampil jauh lebih menonjol berkat gol spektakulernya serta kontribusi besar dalam mematahkan serangan Argentina.

Penampilan cekatan kiper Vozinha yang menggagalkan banyak peluang Argentina juga dianggap lebih layak mendapat pengakuan dibanding hasil fan vote.

Perdebatan serupa juga mencuat setelah Portugal menyingkirkan Kroasia. Cristiano Ronaldo memperoleh penghargaan pemain terbaik pertandingan, tetapi banyak pengguna media sosial, termasuk komunitas Reddit Soccer, menilai kiper Diogo Costa justru menjadi sosok paling menentukan berkat sederet penyelamatan krusial yang menjaga Portugal tetap hidup.

Banyak komentar menyebut penghargaan tersebut lebih mencerminkan kekuatan popularitas Ronaldo daripada performa individual di pertandingan tersebut.

Bukan cuma Ronaldo yang menjadi sasaran tembak netizen. Fenomena salah sasaran ini juga menimpa generasi baru seperti Lamine Yamal dari Spanyol. Dalam laga fase gugur kontra Austria, Yamal terpilih sebagai pemain terbaik meski penampilannya sering diredam David Alaba dkk, sementara pemain yang bekerja sebagai motor serangan senyap seperti Marc Cucurella atau Mikel Oyarzabal justru dilupakan.

Laporan dari Stadium Rant mengenai dinamika Piala Dunia 2026 menegaskan bahwa tensi tinggi di turnamen sering kali tidak diimbangi dengan objektivitas penghargaan individu yang membuat makna Man of the Match bergeser dari “siapa yang terbaik di lapangan” menjadi “siapa yang punya pengikut paling banyak di Instagram”.

Melihat kekacauan ini, desakan agar FIFA mengembalikan proses pemilihan kepada panel ahli (Technical Study Group) kembali menguat. Di tengah kritik operasional Piala Dunia 2026 yang juga disorot oleh majalah legendaris Australia, The Spectator, sistem fan vote dianggap memperburuk citra turnamen yang dicap sebagian pihak sebagai “pesta bola yang penuh kekacauan”.

Jika FIFA terus membiarkan jempol warganet menentukan pahlawan lapangan, maka bersiaplah melihat para pemain jangkar, bek tangguh, dan kiper heroik pulang dengan tangan hampa. Sementara para penyerang populer tetap membawa trofi individu meski hanya melepaskan satu tendangan tepat sasaran sepanjang laga. (eza/mt)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Sembilan Pelajar Terjaring Razia Bolos, Satpol PP Sidoarjo Antisipasi Kenakalan Remaja

Kebiasaan nongkrong saat jam sekolah kembali menjadi perhatian Pemkab Sidoarjo. Sembilan pelajar terjaring razia gabungan…

10 hours ago

Hadiri KBM Bersholawat, Bupati Subandi Ajak PT KBM Untuk Saling Bersinergi

Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-21 PT Karya…

11 hours ago

RW Pucang Sewu Surabaya Terapkan Denda Rp500 Ribu per Hari Bagi Warga yang Parkir di Luar Rumah

Di wilayah RW 1 Kelurahan Pucang Sewu, Surabaya, menerapkan aturan larangan parkir kendaraan di jalan…

16 hours ago

Usai Sebulan Evaluasi Preseason, Persebaya Gelar Pemusatan Latihan ke Thailand

Persebaya Surabaya memasuki tahap akhir persiapan menjelang kompetisi Super League 2026/2027. Skuad Bajul Ijo arahan…

16 hours ago

VIRAL! Mahasiswa UPN Veteran Jatim Rekayasa Foto Sensual Teman Pakai AI dan Dijual di Telegram

Kasus dugaan pelecehan seksual berbasis kecerdasan buatan (AI) terjadi di lingkungan Universitas Pembangunan Nasional (UPN)…

16 hours ago

Pakai Crane Khusus, Evakuasi Truk Terguling di Perak Barat Surabaya Butuh Dua Hari

Truk terguling ke tepi taman di Jalan Perak Barat, Surabaya, sejak Rabu (19/8). Meski kejadian…

1 day ago

This website uses cookies.