Categories: Fair Play

Gaya Elit Menang Sulit: Skuad Mewah Brasil Main Parkir Bus, Didobrak Haaland Sampai Mampus!

METROTODAY, NEW YORK – Laga babak 16 besar Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium pada Senin (6/7) dinihari WIB berubah menjadi tontonan yang teramat kelam sekaligus membingungkan bagi sang raja sepak bola dunia.

Brasil, negara yang dikenal dengan torehan lima bintang di dada serta barisan megabintang bernilai triliunan rupiah, justru tampil mengejutkan dengan memperagakan taktik parkir bus yang defensif nan pasif.

Sebaliknya, pasukan Stale Solbakken tampil tanpa rasa beban. Menurut laporan ESPN dan statistik yang diunggah Sofascore, Norwegia mendominasi jalannya pertandingan hingga lebih dari 60 persen penguasaan bola sepanjang laga, sebelum akhirnya mengunci kemenangan 2-1 melalui dua gol Erling Haaland.

Hasil itu mengantarkan Viking (julukan Norwegia) membuat sejarah dengan melangkah ke perempat final, sementara Brasil harus pulang lebih cepat dari yang diperkirakan banyak pihak.

Petaka tim Samba sebenarnya bisa saja dihindari andai eksekusi penalti Bruno Guimaraes pada menit ke-13 tidak mentah di tangan kiper Norwegia, Orjan Nyland.

Memasuki paruh kedua, wonderkid Endrick yang masuk mengandalkan kesegaran fisik sempat mendapatkan peluang emas satu lawan satu berkat umpan bedah tumpuan Vinicius Junior, namun kontrol pertamanya yang terlalu deras membuat bola melebar sia-sia.

Keasyikan bertahan dengan taktik negatif akhirnya berbuah karma bagi Brasil pada menit ke-79. Sebuah skema apik tujuh operan dari Andreas Schjelderup sukses dikonversi menjadi sundulan menghunjam bumi oleh Erling Haaland yang mengoyak jala Alisson Becker.

Gawang Brasil kembali bergetar di menit ke-90 setelah Haaland melepaskan tendangan mendatar dari luar kotak penalti, membuat gol balasan Samba dari titik putih oleh Neymar pada menit ke-90+10 hanya berakhir sebagai hiburan pelipur lara.

Ada ironi besar dalam pertandingan ini. Brasil datang sebagai salah satu favorit juara dengan sejarah lima trofi Piala Dunia serta skuad yang bertabur nama besar seperti Neymar, Vinicius Junior, Bruno Guimaraes, dan Marquinhos.

Namun, ketika menghadapi Norwegia, tim asuhan Carlo Ancelotti justru lebih sering bertahan dan membiarkan lawannya mengendalikan ritme.

Pemandangan tersebut cukup jarang terlihat dari Selecao (julukan Brasil), yang selama puluhan tahun dikenal sebagai simbol sepak bola menyerang dan tontonan skill individu ciamik dari para seniman bola.

Di sisi lain, Norwegia memperlihatkan keberanian menekan sejak awal hingga akhir tanpa kehilangan disiplin formasi permainan.

Eksperimen taktik negatif Brasil ala pertahanan catenaccio racikan Don Carlo ini tak pelak memicu amarah kolektif dari para analis dan pandit sepak bola legendaris dunia.

Mantan kapten Manchester United yang dikenal dengan komentar pedasnya, Roy Keane, menyebut penampilan Brasil sebagai bentuk penghinaan terhadap tradisi dan sejarah sepak bola mereka sendiri.

“Itu bukan Brasil, itu adalah tim papan bawah yang memakai jersi kuning. Punya bakat luar biasa di lini depan tapi memilih bermain seperti tim yang berjuang lolos dari degradasi? Memalukan. Pelé, Zico, dan Ronaldo pasti menangis menyaksikan anak-anak muda ini ketakutan memegang bola di babak 16 besar,” semprot Keane dalam analisis pascalaga di Sky Sports.

Selain itu, dikabarkan oleh ESPN Brazil, banyak pihak mulai dari mantan pemain hingga suporter militan sangat menyayangkan keputusan Don Carlo (Carlo Ancelotti) yang mencoret nama João Pedro dari daftar skuad final Piala Dunia 2026.

Absennya penyerang tajam yang tengah naik daun tersebut dinilai sebagai blunder fatal, mengingat Seleção saat ini sama sekali tidak memiliki sosok nomor 9 murni yang haus gol di dalam kotak penalti.

Pelatih berkebangsaan Italia itu dianggap terlalu berjudi dengan memaksakan Endrick yang masih bau kencur sebagai ujung tombak utama tim.

Dua gol magis yang dilesakkan Erling Haaland malam itu tidak hanya mengantarkan negaranya melaju ke perempat final untuk pertama kalinya, melainkan juga meroketkan koleksi pribadinya menjadi 7 gol sepanjang gelaran Piala Dunia 2026, menyamai torehan Kylian Mbappé dan Lionel Messi dalam perburuan Sepatu Emas.

Lebih mengerikan lagi, monster lini depan Manchester City tersebut kini tercatat menembus angka fantastis 62 gol dari 54 penampilannya bersama tim nasional, sekaligus menjaga rekor selalu mencetak gol dalam 14 pertandingan kompetitif terakhirnya untuk Norwegia. Sebuah bukti sahih betapa naifnya eksperimen yang dicoba Ancelotti.

Dengan hasil akhir 2-1 ini, Norwegia sukses menetapkan diri kembali sebagai satu-satunya tim nasional di atas awan yang belum pernah bisa dikalahkan oleh Brasil sepanjang sejarah sepak bola modern.

Dari total lima kali bentrokan sejak tahun 1988 hingga 2026 yang pernah mempertemukan kedua negara, armada Viking tercatat berhasil mengamankan tiga kemenangan historis dan dua hasil imbang.

Sebuah anomali sepak bola yang membuktikan bahwa jogo bonito selalu mati kutu dan kehabisan tenaga di hadapan dinginnya taktik disiplin daratan Skandinavia. (eza/mt)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Pembangunan Pintu Air Muara Kali Jagir Mendesak untuk Atasi Pendangkalan Sungai di Surabaya

Pemkot Surabaya terus berupaya mengatasi masalah genangan air di berbagai wilayah. Dari total 1.015 titik…

7 hours ago

Dulu Berisiko di Bahu Jalan, Kini Aktivitas Bengkel di Jalan Nias Sudah Pindah ke Jalan Menur Surabaya

Puluhan pelaku usaha bengkel yang selama puluhan tahun beroperasi di pinggir Jalan Nias kini telah…

8 hours ago

Terima SK Pengurusan Baru, Ketua PKB Surabaya Siap Dievaluasi Jika Gagal Tambah Kursi di Dewan

Ketua DPC PKB Surabaya, M. Faridz Afif, resmi menerima Surat Keputusan (SK) pengesahan kepengurusan dari…

8 hours ago

Sudah Kalah, Tiket Pulang Pun Tak Dipesan! Senegal Terlantar, Uruguay Kena Hukuman

Penderitaan Timnas Senegal di Piala Dunia 2026 ternyata belum berakhir meski peluit panjang babak 32…

11 hours ago

Sopir Mengantuk, Truk Trailer Tabrak Rumah dan Remaja hingga Patah Tulang di Tandes Surabaya

Truk trailer mengalami kecelakaan di Jalan Banjar Sugihan, Kecamatan Tandes, Surabaya, Senin (6/7). Kejadian ini…

12 hours ago

Persib Bandung Resmikan Sandy Walsh dan Ragnar Oratmangoen, Skuad Mewah Maung Bandung Tuai Pro-Kontra

Manajemen Pangeran Biru (julukan Persib Bandung) resmi mengamankan tanda tangan dua bintang diaspora Timnas Indonesia…

14 hours ago

This website uses cookies.