Categories: Fair Play

Sudah Kalah, Tiket Pulang Pun Tak Dipesan! Senegal Terlantar, Uruguay Kena Hukuman

METROTODAY, SEATTLE – Penderitaan Timnas Senegal di Piala Dunia 2026 ternyata belum berakhir meski peluit panjang babak 32 besar telah dibunyikan. Alih-alih segera kembali ke Dakar untuk memulai evaluasi, skuad berjuluk Singa Teranga itu justru terekam paparazi masih tertahan di Seattle, Amerika Serikat, Minggu (5/7) waktu setempat.

Penyebabnya terdengar sulit dipercaya. Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) dilaporkan belum memesan tiket penerbangan kepulangan bagi rombongan pemain dan ofisial. Beberapa media Afrika menyebut delegasi Senegal sudah menunggu berhari-hari di bandara tanpa kepastian jadwal pulang, memunculkan kritik tajam terhadap tata kelola federasi.

Situasi tersebut disebut bukan sekadar kesalahan administratif biasa. Sejumlah laporan mengaitkannya dengan persoalan internal yang tengah membelit FSF. Federasi dinilai sedang mengalami kekacauan manajemen pasca kegagalan Senegal memenuhi ekspektasi di Piala Dunia.

Di tengah polemik itu, masa depan pelatih Pape Thiaw ikut menjadi pertanyaan. Bahkan, Foot Africa dan Africa Top Sports melaporkan nama Habib Beye mulai difavoritkan sebagai calon penggantinya. Keterlambatan pengurusan kepulangan tim pun mempertajam kritik bahwa organisasi federasi sedang berada dalam kondisi yang jauh dari ideal.

Ironisnya, persoalan logistik justru menjadi berita yang lebih ramai diperbincangkan dibanding performa Senegal di lapangan. Para pemain dan staf yang seharusnya sudah kembali ke Dakar dilaporkan masih bertahan di hotel sambil menunggu kepastian penerbangan dari federasi.

Belum ada penjelasan resmi yang memuaskan mengenai mengapa tiket kepulangan tidak disiapkan sejak awal. Sementara publik Senegal mulai mempertanyakan profesionalisme pengurus FSF dalam menangani kebutuhan dasar tim nasional.

Nasib serupa, meski dengan cerita berbeda, juga dialami Uruguay. Setelah gagal lolos dari fase grup, dikabarkan oleh NBC di San Diego, Federasi Sepak Bola Uruguay (AUF) dilaporkan membatalkan penyewaan pesawat charter yang sebelumnya disiapkan untuk membawa skuad pulang dari Amerika Utara.

Akibat keputusan tersebut, para pemain akhirnya harus menggunakan penerbangan komersial menuju berbagai tujuan masing-masing, baik kembali ke Montevideo maupun langsung menuju lokasi liburan. Keputusan itu memicu kritik karena dianggap sebagai bentuk perlakuan yang tidak layak terhadap tim nasional.

Media lokal Uruguay menggambarkan keputusan tersebut sebagai penutup yang semakin pahit bagi perjalanan La Celeste (julukan Uruguay) di Piala Dunia 2026. Selain tersingkir lebih cepat dari target, suasana internal tim memang sedang memanas setelah hasil buruk di fase grup.

Laporan dari berbagai media internasional menyebut pembatalan pesawat charter semakin memperbesar sorotan terhadap federasi, yang dinilai gagal memberikan dukungan maksimal kepada tim walau akhirnya pulang lebih cepat.

Dua kisah tersebut memperlihatkan bahwa kekalahan di lapangan bukanlah akhir dari penderitaan sebuah tim nasional.

Senegal masih berjuang mencari jalan pulang karena persoalan administrasi federasi, sementara Uruguay harus menerima kenyataan meninggalkan Piala Dunia tanpa fasilitas kepulangan yang semula dijanjikan. (eza/mt)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Sembilan Pelajar Terjaring Razia Bolos, Satpol PP Sidoarjo Antisipasi Kenakalan Remaja

Kebiasaan nongkrong saat jam sekolah kembali menjadi perhatian Pemkab Sidoarjo. Sembilan pelajar terjaring razia gabungan…

11 hours ago

Hadiri KBM Bersholawat, Bupati Subandi Ajak PT KBM Untuk Saling Bersinergi

Bupati Sidoarjo H. Subandi SH MKn menghadiri peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-21 PT Karya…

11 hours ago

RW Pucang Sewu Surabaya Terapkan Denda Rp500 Ribu per Hari Bagi Warga yang Parkir di Luar Rumah

Di wilayah RW 1 Kelurahan Pucang Sewu, Surabaya, menerapkan aturan larangan parkir kendaraan di jalan…

17 hours ago

Usai Sebulan Evaluasi Preseason, Persebaya Gelar Pemusatan Latihan ke Thailand

Persebaya Surabaya memasuki tahap akhir persiapan menjelang kompetisi Super League 2026/2027. Skuad Bajul Ijo arahan…

17 hours ago

VIRAL! Mahasiswa UPN Veteran Jatim Rekayasa Foto Sensual Teman Pakai AI dan Dijual di Telegram

Kasus dugaan pelecehan seksual berbasis kecerdasan buatan (AI) terjadi di lingkungan Universitas Pembangunan Nasional (UPN)…

17 hours ago

Pakai Crane Khusus, Evakuasi Truk Terguling di Perak Barat Surabaya Butuh Dua Hari

Truk terguling ke tepi taman di Jalan Perak Barat, Surabaya, sejak Rabu (19/8). Meski kejadian…

1 day ago

This website uses cookies.