METROTODAY, SURABAYA – Suasana heroik menyelimuti kawasan Tugu Pahlawan, Surabaya, pada Minggu (1/11). Peringatan Hari Pahlawan tahun ini resmi dibuka melalui pertunjukan teatrikal kolosal Parade Surabaya Juang bertajuk Suroboyo Wani yang dihadiri sekitar 170.000 penonton.
Acara ini dikemas dalam perpaduan seni peran, musik, dan napak tilas perjuangan arek-arek Suroboyo mempertahankan kemerdekaan.
Pertunjukan diawali adegan Soegiharto yang diperankan aktor asal Surabaya, Juang, beserta kawan-kawan. Suasana riang berubah mencekam saat sirene meraung tanda datangnya ultimatum dari pihak Sekutu.
Musik berubah menjadi genderang perjuangan, para pemain berganti atribut menjadi pejuang bersenjatakan bambu runcing, membentuk barisan Laskar Rakyat Kapasan.

Cerita berlanjut dengan seruan pertempuran Kolonel Sungkono, Soegiharto yang menukar sepatu dengan senjata, hingga momen khidmat saat Kolonel Sungkono bersimpuh memohon doa restu kepada Ibu Pertiwi dan para ibu pejuang.
Rangkaian pembuka semakin khidmat saat Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, memimpin langsung lantunan lagu Indonesia Raya.

Dilanjutkan penyerahan bendera Merah Putih dari perwakilan LVRI kepada Wali Kota Eri yang juga berperan sebagai Kolonel Sungkono untuk diserahkan kepada Paskibraka Surabaya, menandai dimulainya Parade Juang 2026.
Eri Cahyadi membakar semangat juang dengan pekik kemerdekaan. Ia mengingatkan kembali peristiwa bersejarah 10 November 1945.
“Merdeka, Arek-arek Suroboyo, hari ini kita memperingati tanggal 10 November. Bagaimana arek-arek Suroboyo memukul mundur Sekutu dan menewaskan Mallaby. Maka perjuangan arek-arek Suroboyo jangan pernah kita lupakan,” ujarnya.
Eri menegaskan bahwa kemerdekaan yang diraih belum berarti perjuangan selesai. Musuh masa kini bukan lagi penjajah bersenjata, melainkan kemiskinan, kebodohan, dan perpecahan.
“Selagi ada kemiskinan, selagi masih ada anak putus sekolah, maka kita belum merdeka. Dibutuhkan kebersamaan, kekeluargaan, dan toleransi untuk saling menjaga satu dengan yang lainnya,” tegasnya.
Tema Suroboyo Wani yang diusung tahun ini, kata Eri, mengajak setiap warga berani menjadi pahlawan di masa kini pahlawan lingkungan, pahlawan kemanusiaan, maupun pahlawan sosial.


