Harapan Warga Surabaya ASN Berkantor di Balai RW Bisa Berjalan Konsisten dan Berkelanjutan

METROTODAY, SURABAYA – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya mulai berkantor di Balai RW sejak 1 Oktober.

Langkah strategis ini diambil untuk mempercepat penyelesaian berbagai permasalahan warga langsung dari tingkat lingkungan terdekat.

Hari pertama pelaksanaan disambut hangat oleh pengurus maupun warga. Di RW 12 Kelurahan Kaliasin, Kecamatan Genteng, Sekretaris RW Budi Siswanto menyampaikan kehadiran ASN sangat meringankan beban warga.

“Sangat terbantu sekali. Warga tidak perlu jauh-jauh lagi ke kelurahan. Kalau ada keperluan mendesak terkait adminduk maupun Identitas Kependudukan Digital (IKD), prosesnya jadi cepat dan langsung terlayani di lingkungan sendiri,” ujar Budi, Jumat (2/10).

Layanan di Balai RW tidak sekadar urusan administrasi. Berbagai persoalan sosial dan lingkungan turut dibahas mulai penanggulangan bencana, posyandu, pencegahan stunting, kendala pendidikan, pengembangan Karang Taruna, hingga perbaikan saluran air.

“Bahkan masalah fisik lingkungan seperti perbaikan saluran air juga bisa langsung didiskusikan dengan ASN di sini. Jadi fungsinya lengkap, bukan sekadar urusan surat-menyurat,” imbuhnya.

Sejak pagi hingga sore, puluhan warga datang bergantian memanfaatkan layanan tersebut. Budi berharap program ini berjalan konsisten dan berkelanjutan, karena setiap lingkungan memiliki persoalan yang berbeda-beda.

“Kehadiran ASN di balai RW ini benar-benar menjadi jembatan yang mempercepat penanganan masalah warga langsung di akarnya,” harapnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya, Lilik Arijanto, menjelaskan petugas yang diterjunkan merupakan PNS gabungan dari kelurahan, kecamatan, hingga Perangkat Daerah terkait.

“Semua PNS mulai dari staf sampai Ketua Tim Kerja atau Kepala Seksi yang ditugaskan sudah hadir di Balai RW, kecuali yang kebetulan sedang sakit, cuti, atau menjalankan dinas luar,” ujar Lilik.

Jam pelayanan tetap mengikuti ketentuan instansi, pukul 07.30–16.00 WIB. ASN diarahkan memahami SOP pelayanan dan berkoordinasi jika menghadapi kendala yang rumit.

“Kepada seluruh ASN Pemkot Surabaya yang mulai bertugas di Balai RW hari ini dan seterusnya, saya minta untuk menjalankan amanah dan program ini dengan penuh tanggung jawab serta komitmen tinggi,” tegasnya.

Pada hari pertama, pimpinan pemkot turun langsung melakukan pemantauan. Antusiasme warga dinilai cukup tinggi, namun sosialisasi masih perlu diperluas agar seluruh warga mengetahui keberadaan layanan ini.

Evaluasi akan dilakukan secara berkala mingguan pada tahap awal, kemudian bulanan dengan rekapitulasi permasalahan melalui Bapemkesra guna perbaikan sistem layanan ke depannya. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya mulai berkantor di Balai RW sejak 1 Oktober.

Langkah strategis ini diambil untuk mempercepat penyelesaian berbagai permasalahan warga langsung dari tingkat lingkungan terdekat.

Hari pertama pelaksanaan disambut hangat oleh pengurus maupun warga. Di RW 12 Kelurahan Kaliasin, Kecamatan Genteng, Sekretaris RW Budi Siswanto menyampaikan kehadiran ASN sangat meringankan beban warga.

“Sangat terbantu sekali. Warga tidak perlu jauh-jauh lagi ke kelurahan. Kalau ada keperluan mendesak terkait adminduk maupun Identitas Kependudukan Digital (IKD), prosesnya jadi cepat dan langsung terlayani di lingkungan sendiri,” ujar Budi, Jumat (2/10).

Layanan di Balai RW tidak sekadar urusan administrasi. Berbagai persoalan sosial dan lingkungan turut dibahas mulai penanggulangan bencana, posyandu, pencegahan stunting, kendala pendidikan, pengembangan Karang Taruna, hingga perbaikan saluran air.

“Bahkan masalah fisik lingkungan seperti perbaikan saluran air juga bisa langsung didiskusikan dengan ASN di sini. Jadi fungsinya lengkap, bukan sekadar urusan surat-menyurat,” imbuhnya.

Sejak pagi hingga sore, puluhan warga datang bergantian memanfaatkan layanan tersebut. Budi berharap program ini berjalan konsisten dan berkelanjutan, karena setiap lingkungan memiliki persoalan yang berbeda-beda.

“Kehadiran ASN di balai RW ini benar-benar menjadi jembatan yang mempercepat penanganan masalah warga langsung di akarnya,” harapnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya, Lilik Arijanto, menjelaskan petugas yang diterjunkan merupakan PNS gabungan dari kelurahan, kecamatan, hingga Perangkat Daerah terkait.

“Semua PNS mulai dari staf sampai Ketua Tim Kerja atau Kepala Seksi yang ditugaskan sudah hadir di Balai RW, kecuali yang kebetulan sedang sakit, cuti, atau menjalankan dinas luar,” ujar Lilik.

Jam pelayanan tetap mengikuti ketentuan instansi, pukul 07.30–16.00 WIB. ASN diarahkan memahami SOP pelayanan dan berkoordinasi jika menghadapi kendala yang rumit.

“Kepada seluruh ASN Pemkot Surabaya yang mulai bertugas di Balai RW hari ini dan seterusnya, saya minta untuk menjalankan amanah dan program ini dengan penuh tanggung jawab serta komitmen tinggi,” tegasnya.

Pada hari pertama, pimpinan pemkot turun langsung melakukan pemantauan. Antusiasme warga dinilai cukup tinggi, namun sosialisasi masih perlu diperluas agar seluruh warga mengetahui keberadaan layanan ini.

Evaluasi akan dilakukan secara berkala mingguan pada tahap awal, kemudian bulanan dengan rekapitulasi permasalahan melalui Bapemkesra guna perbaikan sistem layanan ke depannya. (ahm)

Ikuti Kami Untuk mendapatkan Berita menarik MetroToday
Google News

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait