Bukan Hanya di Kelas Kuliah, 16 Ribu Mahasiswa Baru Unesa Ditempa Langsung ke Dunia Nyata

METROTODAY, SURABAYA – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) secara resmi melepas 16.000 mahasiswa Angkatan 2024 untuk mengikuti program Mahasiswa Berdampak dan Mobilitas Akademik Semester Gasal 2026/2027. Acara pelepasan digelar di Lapangan Rektorat Unesa, Lidah Wetan, Surabaya, Senin (27/7).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Rektor Unesa Prof. Nurhasan, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Fauzan, serta Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi yang juga merupakan alumni kampus ini.

Sebanyak 16.000 mahasiswa tersebut akan tersebar mengikuti berbagai kegiatan mulai dari magang, riset, hingga pengabdian di berbagai wilayah Indonesia hingga ke luar negeri seperti Malaysia.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Fauzan, menegaskan kehadirannya untuk mendorong perubahan pola pikir perguruan tinggi yang selama ini sering dianggap masih terisolasi dalam “menara gading”.

“Kita berharap perguruan tinggi menyadari posisinya sebagai bagian dari entitas sosial. Hari ini kita menyaksikan agenda luar biasa yang didesain oleh Rektor Unesa dan timnya, semata untuk membekali pengalaman mahasiswa sesuai kompetensinya,” ujar Prof. Fauzan.

Ia menjelaskan, mahasiswa akan ditempatkan di lapangan selama kurang lebih empat bulan untuk belajar langsung dari apa yang disebutnya sebagai “kampus kehidupan”.

“Selama ini mereka berada di gedung tinggi kampus, kini empat bulan mereka melihat realitas yang sebenarnya. Itulah hakekat pendidikan tinggi: menempa diri menjadi pelopor di masyarakat,” tegasnya.

Lebih jauh, Prof. Fauzan mengajak seluruh elemen bersinergi membangun ekosistem kemajuan. Karya ilmiah tidak boleh hanya berhenti di jurnal, melainkan harus memberi solusi nyata bagi masyarakat.

“Kita butuh sinergi Pentahelix: pemerintah, kampus, dunia usaha, masyarakat, dan media. Saya salut langkah Rektor Unesa yang berani berpikir melompat, bukan sekadar berjalan,” harapnya.

Sementara itu, Rektor Unesa Prof. Nurhasan menambahkan program ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya menguasai ilmu akademis, tetapi juga keterampilan lunak serta sertifikasi yang dibutuhkan dunia kerja.

METROTODAY, SURABAYA – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) secara resmi melepas 16.000 mahasiswa Angkatan 2024 untuk mengikuti program Mahasiswa Berdampak dan Mobilitas Akademik Semester Gasal 2026/2027. Acara pelepasan digelar di Lapangan Rektorat Unesa, Lidah Wetan, Surabaya, Senin (27/7).

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Rektor Unesa Prof. Nurhasan, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Fauzan, serta Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi yang juga merupakan alumni kampus ini.

Sebanyak 16.000 mahasiswa tersebut akan tersebar mengikuti berbagai kegiatan mulai dari magang, riset, hingga pengabdian di berbagai wilayah Indonesia hingga ke luar negeri seperti Malaysia.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Fauzan, menegaskan kehadirannya untuk mendorong perubahan pola pikir perguruan tinggi yang selama ini sering dianggap masih terisolasi dalam “menara gading”.

“Kita berharap perguruan tinggi menyadari posisinya sebagai bagian dari entitas sosial. Hari ini kita menyaksikan agenda luar biasa yang didesain oleh Rektor Unesa dan timnya, semata untuk membekali pengalaman mahasiswa sesuai kompetensinya,” ujar Prof. Fauzan.

Ia menjelaskan, mahasiswa akan ditempatkan di lapangan selama kurang lebih empat bulan untuk belajar langsung dari apa yang disebutnya sebagai “kampus kehidupan”.

“Selama ini mereka berada di gedung tinggi kampus, kini empat bulan mereka melihat realitas yang sebenarnya. Itulah hakekat pendidikan tinggi: menempa diri menjadi pelopor di masyarakat,” tegasnya.

Lebih jauh, Prof. Fauzan mengajak seluruh elemen bersinergi membangun ekosistem kemajuan. Karya ilmiah tidak boleh hanya berhenti di jurnal, melainkan harus memberi solusi nyata bagi masyarakat.

“Kita butuh sinergi Pentahelix: pemerintah, kampus, dunia usaha, masyarakat, dan media. Saya salut langkah Rektor Unesa yang berani berpikir melompat, bukan sekadar berjalan,” harapnya.

Sementara itu, Rektor Unesa Prof. Nurhasan menambahkan program ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya menguasai ilmu akademis, tetapi juga keterampilan lunak serta sertifikasi yang dibutuhkan dunia kerja.

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait