Bukan Hanya di Kelas Kuliah, 16 Ribu Mahasiswa Baru Unesa Ditempa Langsung ke Dunia Nyata

“Kami menjalin kemitraan luas dengan dunia usaha dan industri, serta pemangku kepentingan. Tujuannya membekali mereka agar siap diterima di industri dan memiliki daya saing global,” jelasnya.

Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi akademik, profesionalitas, serta keterampilan abad ke-21, sekaligus memperluas wawasan kebangsaan dan multikulturalisme demi menyiapkan lulusan yang tangguh dan siap bersaing secara global.

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menilai inisiatif ini menjawab kesenjangan yang selama ini terjadi antara lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata di lapangan.

“Selama ini ada kesenjangan: lulusan baru masih harus belajar menyesuaikan diri. Program Mahasiswa Berdampak ini luar biasa karena menjembatani langsung lulusan dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Mahasiswa tersebut terjun ke masyarakat seperti magang sebanyak 8.000 mahasiswa di 600 mitra industri dalam dan luar negeri. Kemudian riset ada 3.000 mahasiswa bermitra dengan 200 lembaga. KKNT diikuti 1.800 mahasiswa di 134 instansi serta Felda Adela Malaysia.

Selain itu mahasiswa juga melakukan studi independen sebanyak 1.050 mahasiswa di 52 instansi, wirausaha sebanyak 1.000 mahasiswa berkolaborasi dengan 67 pelaku usaha, pertukaran mahasiswa sebanyak 500 mahasiswa di 15 perguruan tinggi dalam dan luar negeri, asistensi mengajar sebanyak 300 mahasiswa di 50 instansi, proyek kemanusiaan sebanyak 200 mahasiswa bersama 14 mitra, serta PLP diikuti 150 mahasiswa di 25 instansi. (ahm)

“Kami menjalin kemitraan luas dengan dunia usaha dan industri, serta pemangku kepentingan. Tujuannya membekali mereka agar siap diterima di industri dan memiliki daya saing global,” jelasnya.

Program ini bertujuan meningkatkan kompetensi akademik, profesionalitas, serta keterampilan abad ke-21, sekaligus memperluas wawasan kebangsaan dan multikulturalisme demi menyiapkan lulusan yang tangguh dan siap bersaing secara global.

Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi, menilai inisiatif ini menjawab kesenjangan yang selama ini terjadi antara lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan nyata di lapangan.

“Selama ini ada kesenjangan: lulusan baru masih harus belajar menyesuaikan diri. Program Mahasiswa Berdampak ini luar biasa karena menjembatani langsung lulusan dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintah daerah,” ujarnya.

Mahasiswa tersebut terjun ke masyarakat seperti magang sebanyak 8.000 mahasiswa di 600 mitra industri dalam dan luar negeri. Kemudian riset ada 3.000 mahasiswa bermitra dengan 200 lembaga. KKNT diikuti 1.800 mahasiswa di 134 instansi serta Felda Adela Malaysia.

Selain itu mahasiswa juga melakukan studi independen sebanyak 1.050 mahasiswa di 52 instansi, wirausaha sebanyak 1.000 mahasiswa berkolaborasi dengan 67 pelaku usaha, pertukaran mahasiswa sebanyak 500 mahasiswa di 15 perguruan tinggi dalam dan luar negeri, asistensi mengajar sebanyak 300 mahasiswa di 50 instansi, proyek kemanusiaan sebanyak 200 mahasiswa bersama 14 mitra, serta PLP diikuti 150 mahasiswa di 25 instansi. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait