Disanksi KFA Tak Boleh Melatih 10 Tahun di Korsel, Shin Tae-yong Tegaskan Tak Ada Masalah Latih Persija

METROTODAY, SURABAYA – Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, akhirnya angkat suara terkait polemik sanksi berat yang dijatuhkan Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) kepadanya, berupa larangan beraktivitas di dunia sepak bola Korea selama sepuluh tahun.

Meski mengaku merasa keberatan dengan putusan tersebut, pelatih asal Korea itu memilih menyingkirkan beban pikiran dan memusatkan seluruh perhatiannya pada tugas di Indonesia.

Shin Tae-yong menegaskan tidak ada kendala apa pun bagi dirinya untuk memimpin Persija Jakarta, baik dalam persiapan Piala Presiden 2026 maupun menghadapi kompetisi Liga 1 musim 2026/2027.

Meski menyimpan rasa kecewa karena menilai sanksi itu tidak adil, ia berjanji tetap profesional dan mengerahkan seluruh kemampuannya untuk memajukan Macan Kemayoran.

“Tidak ada masalah sama sekali untuk menjabat sebagai pelatih Persija. Dan soal sanksi 10 tahun itu, saya ingin jujur memberitahukan semuanya, memang banyak hal yang tidak adil. Tapi sebagai mantan pelatih Ulsan HD, saya menerima semua itu. Saya datang ke Jakarta murni untuk Persija, dan saat ini saya fokus penuh pada persiapan tim,” ungkap Shin Tae-yong., Minggu (26/7).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sanksi KFA dijatuhkan terkait dugaan pelanggaran disiplin berupa tindakan kekerasan terhadap pemain saat ia masih menangani klub Liga Korea Selatan, Ulsan HD.

Kasus ini bermula dari beredarnya video yang memperlihatkan Shin Tae-yong menampar pipi pemain Jeong Seung-hyeon dalam acara perkenalan tim, tak lama setelah ditunjuk sebagai pelatih pada Agustus 2025.

Kontroversi itu kian memuncak seiring merosotnya performa Ulsan HD hingga terancam degradasi.

Akhirnya, Shin Tae-yong diputus hubungan kerjanya hanya sekitar dua bulan setelah menjabat. Kini, ia memilih melupakan masa lalu dan bertekad mencetak prestasi bersama Persija. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Pelatih Persija Jakarta, Shin Tae-yong, akhirnya angkat suara terkait polemik sanksi berat yang dijatuhkan Federasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) kepadanya, berupa larangan beraktivitas di dunia sepak bola Korea selama sepuluh tahun.

Meski mengaku merasa keberatan dengan putusan tersebut, pelatih asal Korea itu memilih menyingkirkan beban pikiran dan memusatkan seluruh perhatiannya pada tugas di Indonesia.

Shin Tae-yong menegaskan tidak ada kendala apa pun bagi dirinya untuk memimpin Persija Jakarta, baik dalam persiapan Piala Presiden 2026 maupun menghadapi kompetisi Liga 1 musim 2026/2027.

Meski menyimpan rasa kecewa karena menilai sanksi itu tidak adil, ia berjanji tetap profesional dan mengerahkan seluruh kemampuannya untuk memajukan Macan Kemayoran.

“Tidak ada masalah sama sekali untuk menjabat sebagai pelatih Persija. Dan soal sanksi 10 tahun itu, saya ingin jujur memberitahukan semuanya, memang banyak hal yang tidak adil. Tapi sebagai mantan pelatih Ulsan HD, saya menerima semua itu. Saya datang ke Jakarta murni untuk Persija, dan saat ini saya fokus penuh pada persiapan tim,” ungkap Shin Tae-yong., Minggu (26/7).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, sanksi KFA dijatuhkan terkait dugaan pelanggaran disiplin berupa tindakan kekerasan terhadap pemain saat ia masih menangani klub Liga Korea Selatan, Ulsan HD.

Kasus ini bermula dari beredarnya video yang memperlihatkan Shin Tae-yong menampar pipi pemain Jeong Seung-hyeon dalam acara perkenalan tim, tak lama setelah ditunjuk sebagai pelatih pada Agustus 2025.

Kontroversi itu kian memuncak seiring merosotnya performa Ulsan HD hingga terancam degradasi.

Akhirnya, Shin Tae-yong diputus hubungan kerjanya hanya sekitar dua bulan setelah menjabat. Kini, ia memilih melupakan masa lalu dan bertekad mencetak prestasi bersama Persija. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait