METROTODAY, SURABAYA – Erupsi Gunung Anak Krakatau yang menyebabkan penutupan Bandara Soekarno-Hatta memaksa rombongan Persebaya Surabaya mengubah rute kepulangan dari Lampung. Skuad Bajol Ijo tidak bisa terbang dan harus menempuh perjalanan panjang lewat jalur darat dan laut untuk kembali ke Surabaya.
Rombongan berangkat dari hotel pada Minggu pagi (6/9) sekitar pukul 07.00 WIB menuju Pelabuhan Bakauheni untuk menyeberang ke Merak. Setelah mendarat di Merak, tim langsung melanjutkan perjalanan darat menuju Surabaya.
Kapten Persebaya, Francisco Rivera, mengakui perjalanan kali ini menjadi pengalaman baru sekaligus momen yang membuatnya semakin memahami perjuangan para suporter yang rela menempuh jarak jauh demi mendukung timnya di laga melawan Bhayangkara FC, Sabtu (5/9) sore di Stadion PKOR Sumpah Pemuda, Lampung.
“Ini pengalaman baru untuk melakukan perjalanan seperti ini ke Surabaya. Kami bisa memahami para suporter yang melakukan perjalanan yang sama untuk mendukung kami,” ungkap Rivera, Minggu (6/9).
Pemain asal Meksiko itu juga mengaku ini adalah kali pertama dirinya menaiki kapal feri selama berada di Indonesia. Setelah penyeberangan, rombongan akan melanjutkan perjalanan dengan bus.
“Ini pertama kalinya saya melakukan perjalanan seperti ini, naik kapal di Indonesia, setelah itu naik bus. Kami berharap semuanya baik-baik saja dan kami bisa segera sampai di Surabaya,” imbuhnya.
Sebelumnya, Persebaya mengawali perjalanan di Super League 2026/2027 dengan berbagi satu poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Kini, tim bersiap menyambut laga kandang melawan PSIM Yogyakarta pada pekan kedua di Stadion Gelora Bung Tomo, Minggu malam (13/9) mendatang.
Dukungan penuh Bonek dan Bonita di kandang sendiri diharapkan menjadi energi bagi Persebaya untuk memburu kemenangan pertama musim ini. (ahm)


