METROTODAY, SURABAYA – Musik merupakan salah satu karya seni yang memiliki peran penting dalam kehidupan manusia. Selain sebagai sarana ekspresi diri, musik juga memegang peranan krusial dalam tatanan kehidupan, khususnya pada aspek budaya dan tradisi.
Menurut pakar budaya dan seni dari Universitas Airlangga (Unair), Puji Karyanto, musik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan semata.
Ia juga berperan luas dalam aspek sosial, budaya, hingga pendidikan masyarakat. Peringatan Hari Musik Sedunia menjadi momen yang tepat untuk mengingat kembali relevansi musik di tengah pesatnya perkembangan zaman.
“Musik dapat digunakan untuk memenuhi berbagai aspek kehidupan dan kebutuhan manusia, misalnya dalam bidang pendidikan, sosial, budaya, dan lain sebagainya. Sebagai contoh, saat ada acara pernikahan pasti membutuhkan irama musik, begitu juga saat prosesi pemakaman, musik tetap menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tradisi,” jelasnya, Minggu (5/7).
Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat melahirkan ekosistem baru di mana musik dapat diciptakan, didistribusikan, dipromosikan, hingga dinikmati dengan lebih mudah. Menurut Puji, kehadiran berbagai platform ini memberikan dampak positif yang besar bagi semangat berkarya masyarakat.
“Kini semua orang dapat menciptakan dan memproduksi musik dengan akses yang jauh lebih mudah. Siapa saja bisa menerbitkan serta menyebarkan karya yang mereka hasilkan tanpa harus melalui jalur yang rumit,” ujarnya.
Ia membandingkan dengan kondisi di masa lalu, di mana label rekaman besar menjadi satu-satunya pintu utama bagi seorang musisi agar karyanya dapat dikenal luas. Sekarang, situasi tersebut telah berubah total.
“Dahulu proses perekaman memakan waktu lama dan harus dilakukan di studio milik perusahaan rekaman besar. Sekarang sudah banyak karya independen, bahkan peralatan seperti kartu suara pun harganya terjangkau dan mudah didapat. Seseorang bisa merekam sendiri di rumah, lalu langsung mengunggah karyanya ke berbagai platform daring,” jelasnya.
Puji menilai bahwa tantangan terbesar saat ini adalah bagaimana tetap menjaga kelestarian kekayaan musik di Indonesia.
Ia mengajak generasi muda untuk tidak hanya menjadi penikmat saja, melainkan juga berperan aktif sebagai pencipta karya. Inovasi bisa dilakukan dengan memadukan unsur musik tradisional khas Nusantara dengan aliran musik modern agar tetap relevan dan digemari sepanjang masa.
Ia berharap saat ini musik dapat mengubah pandangan masyarakat, bahwa musik bukan sekadar hobi atau sarana ekspresi diri, melainkan juga menjadi media yang mencakup nilai pendidikan, sosial, serta penguat identitas budaya bangsa.
“Kita tidak boleh hanya menjadi penonton atau pelengkap saja. Kita semua harus berperan aktif menjaga, melestarikan, serta mengembangkan kekayaan seni musik yang kita miliki,” pungkasnya. (ahm)

