METROTODAY, SANTA CLARA – Amerika Serikat memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah memulangkan Bosnia-Herzegovina dengan skor meyakinkaan 2-0 pada laga babak 32 besar di Santa Clara, California, Rabu (1/7/2026) waktu setempat.
Kemenangan itu membawa skuad Mauricio Pochettino menjaga asa tampil lebih jauh di turnamen yang mereka gelar bersama Kanada dan Meksiko.
Sejak peluit awal dibunyikan, tuan rumah memang tampil agresif. Dukungan puluhan ribu suporter Paman Sam (julukan Amerika Serikat) membuat skuad arahan Pochettino mengambil skema menyerang dan memaksa Bosnia lebih banyak bertahan.
Tekanan tanpa henti akhirnya membuahkan hasil menjelang halftime ketika Folarin Balogun membawa negaranya unggul. Meski sempat mendapat perlawanan pada babak kedua, Amerika tetap mampu mengonteol ritme permaina hingga Malik Tillman memastikan kemenangan melalui gol dari situasi bola mati di akhir laga.
Kemenangan Amerika tersebut tidak diraih dengan harga murah. Balogun harus mandi lebih cepat setelah menerima kartu merah akibat insiden yang memicu perdebatan. Bermain dengan 10 orang tidak membuat mental Amerika runtuh. Justru mereka tampil semakin disiplin, rapat dalam bertahan, dan berhasil membuang setiap upaya Bosnia untuk mengejar ketertinggalan.
Keberhasilan menjaga keunggulan dalam kondisi timpang menjadi salah satu bukti kedewasaan permainan skuad Pochettino, menurut Talksport.
Insiden kartu merah Folarin Balogun turut memantik perdebatan di luar lapangan. Sejumlah komentator siaran internasional menilai keputusan wasit terlalu berlebihan dan menyebut sang penyerang AS Monaco tidak layak diusir karena kontak yang terjadi dianggap minim dan masih dapat ditolerir dengan kartu kuning.
Pendapat seperti itu justru memicu kritik di media sosial. Banyak pengguna platform X dan Reddit menuding para komentator bersikap tidak netral dan membela tuan rumah, sementara pelanggaran Balogun tetap memenuhi unsur tindakan ceroboh menurut kubu yang mendukung keputusan wasit.
Reuters mencatat Amerika Serikat akhirnya mematahkan rentetan 10 pertandingan tanpa kemenangan melawan tim-tim Eropa di Piala Dunia.
Lebih jauh dari itu, keberhasilan melaju ke babak 16 besar juga menjadi kemenangan fase gugur pertama mereka dalam ajang Piala Dunia dalam kurun sekitar 24 tahun, sebuah pencapaian yang menjelaskan perkembangan proyek USMNT.
Di sisi lain, Bosnia-Herzegovina harus mengakhiri perjalanan mereka. Negara Balkan tersebut baru tampil untuk kedua kalinya di putaran Piala Dunia sebagai negara independen setelah sebelumnya hanya mencicipi edisi 2014.
Hasil ini membawa tim Amerika Serikat akan menghadapi tantangan yang jauh lebih berat pada babak 16 besar. Christian Pulisic dan kolega dijadwalkan berduel melawan Belgia, tim yang sebelumnya sukses menyingkirkan Senegal dalam laga teatrikal dramatis. (eza/mt)

