METROTODAY, RIYADH – Pasang surut evaluasi pasca-kegagalan di Piala Dunia langsung mencaplok korban di level tertinggi. Presiden Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF), Yasser Al-Misehal, resmi mengundurkan diri dari jabatannya setelah Timnas Arab Saudi gagal melewati fase grup.
Keputusan tersebut diumumkan dua hari setelah langkah Elang Hijau (julukan Arab Saudi) terhenti sebagai juru kunci Grup H dengan raihan hanya dua poin dari tiga pertandingan.
Arab News mengonfirmasi bahwa Al-Misehal memilih mundur sebagai bentuk pertanggungjawaban atas hasil yang dinilai jauh dari target nasional.
Dalam pernyataan resminya yang diunggah melalui media sosial, Al-Misehal menegaskan bahwa kegagalan lolos ke babak gugur merupakan hasil yang tak dapat ditolerir.
“Kegagalan tim nasional untuk lolos ke babak berikutnya di Piala Dunia adalah hasil yang jauh dari seluruh ambisi target kami. Saya memikul tanggungjawab penuh atas hal itu dan meminta maaf kepada semua pihak yang berharap melihat tim kami berada dalam posisi yang lebih baik,” tulisnya.
Ia menambahkan bahwa rasa tanggung jawab tersebut membuatnya memilih membuka peluang bagi kepemimpinan baru sebelum masa kepengurusan berakhir.
Al-Misehal pertama kali terpilih sebagai Presiden SAFF pada Juni 2019 melalui pemilihan dan kembali memperoleh mandat untuk periode kedua pada 2023-2027. Dengan demikian, pengunduran dirinya mengakhiri sekitar tujuh tahun kepemimpinan di federasi sepak bola Arab Saudi.
Selain memimpin SAFF, pria berusia 52 tahun itu juga anggota FIFA Council sejak 2023, dan menjadikannya salah satu figur berpengaruh dalam administrasi sepak bola Asia.
Walau akhirnya mundur akibat gagal total di Piala Dunia, Al-Misehal meninggalkan sejumlah warisan penting selama menjabat.
Di bawah kepemimpinannya, Arab Saudi berhasil memenangkan tender sebagai tuan rumah Piala Dunia 2034, memperluas investasi besar-besaran terhadap kompetisi domestik Saudi Pro League, mengembangkan sepak bola wanita, serta memperkuat posisi internasional SAFF dengan keterwakilan di FIFA Council.
Pemerintah Arab Saudi juga menggelontorkan investasi besar untuk meningkatkan daya saing sepak bola nasional, termasuk menggeret sederet bintang dunia ke liga domestik seperti Cristiano Ronaldo dan Karim Benzema.

