METROTODAY, SIDOARJO – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo terus mempercepat pembangunan infrastruktur jalan melalui program betonisasi sejumlah ruas strategis pada 2026. Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas jalan, mengurangi kerusakan akibat kendaraan bertonase berat, sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi barang di berbagai wilayah Kabupaten Sidoarjo.
Program betonisasi menjadi salah satu prioritas pembangunan yang dicanangkan Bupati Sidoarjo Subandi. Melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA), Pemkab mengalokasikan anggaran sekitar Rp 90 miliar untuk membiayai peningkatan dan betonisasi tujuh ruas jalan strategis yang selama ini menjadi urat nadi perekonomian masyarakat.
Bupati Sidoarjo Subandi mengatakan, pembangunan infrastruktur jalan menjadi fokus utama pemerintah daerah dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik.
”Kalau progres mengenai jalan hari ini, anggaran kita untuk perawatan jalan semua sudah selesai. Tinggal kita betonisasi,” kata Subandi.

Menurutnya, jalan beton memiliki daya tahan yang lebih baik dibandingkan jalan aspal, terutama pada ruas yang setiap hari dilalui kendaraan berat. Karena itu, Pemkab Sidoarjo memilih betonisasi sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi biaya perawatan dan meningkatkan umur layanan jalan.
Data Dinas PUBMSDA menunjukkan terdapat tujuh ruas jalan yang masuk prioritas pembangunan dan betonisasi tahun 2026. Ketujuh ruas tersebut dipilih berdasarkan tingkat kerusakan jalan, volume lalu lintas harian, serta perannya dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Ruas pertama yang akan dibeton adalah jalan Krian RPH–Terungkulon di Kecamatan Krian. Jalan ini menjadi akses penting bagi kawasan industri dan permukiman di wilayah barat Sidoarjo. Tingginya lalu lintas kendaraan berat menyebabkan ruas tersebut kerap mengalami kerusakan sehingga membutuhkan peningkatan konstruksi yang lebih kuat.
Selain itu, Pemkab juga menyiapkan betonisasi pada Jalan Lingkar Barat (JLB) Krian. Ruas tersebut memiliki peran strategis dalam mengurai kepadatan lalu lintas di pusat Kecamatan Krian sekaligus menjadi jalur alternatif kendaraan logistik yang menuju kawasan industri.
Program berikutnya menyasar ruas Buduran–Sidokepung. Jalan ini merupakan salah satu akses utama yang menghubungkan kawasan Buduran dengan wilayah timur Kabupaten Sidoarjo. Peningkatan jalan diharapkan dapat memperlancar arus kendaraan sekaligus mendukung pengembangan kawasan permukiman dan perdagangan.

Betonisasi juga akan dilakukan pada ruas Tebel–Gedangan. Jalan tersebut menjadi akses penting masyarakat menuju kawasan Gedangan dan Bandara Juanda. Dalam beberapa tahun terakhir, ruas ini mengalami peningkatan volume kendaraan seiring berkembangnya kawasan permukiman dan usaha di sekitarnya.
Selanjutnya, ruas Betro–Gedangan juga masuk dalam daftar prioritas. Jalan tersebut menjadi penghubung sejumlah kawasan strategis di Kecamatan Gedangan dan merupakan akses penting bagi masyarakat menuju frontage road serta kawasan penyangga Bandara Juanda.
Sementara itu, di wilayah timur Kabupaten Sidoarjo, Pemkab akan melanjutkan peningkatan jalan Pabean–Semampir di Kecamatan Sedati. Jalan ini menjadi akses utama masyarakat pesisir serta jalur distribusi hasil perikanan dan usaha mikro yang berkembang di wilayah tersebut.
Satu ruas lainnya berada di kawasan Sedati–Juanda yang selama ini menjadi koridor penting menuju bandara. Betonisasi jalan di kawasan tersebut diharapkan mampu mendukung konektivitas dan memperlancar mobilitas masyarakat maupun wisatawan yang keluar masuk Kabupaten Sidoarjo.
Kepala Dinas PUBMSDA Kabupaten Sidoarjo M. Mahmud menjelaskan bahwa betonisasi dipilih karena kondisi lalu lintas di Kabupaten Sidoarjo saat ini didominasi kendaraan dengan tonase tinggi.
“Memang tonase yang lewat di Sidoarjo juga sudah melebihi semua,” ujarnya.
Menurut Mahmud, kendaraan berat yang melintas setiap hari menjadi salah satu faktor utama penyebab kerusakan jalan. Karena itu, selain melakukan betonisasi, Pemkab juga terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat terkait pengaturan kelas jalan serta pembatasan kendaraan bertonase berlebih.
Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini pihaknya tetap melakukan pemeliharaan rutin terhadap puluhan ruas jalan kabupaten. Pemeliharaan dilakukan melalui pekerjaan kontraktual maupun satuan tugas pemeliharaan jalan yang tersebar di sejumlah wilayah.
”Tujuannya agar kondisi jalan tetap terjaga sembari menunggu pelaksanaan proyek peningkatan dan betonisasi,” katanya.
Selain menggunakan APBD, Pemkab Sidoarjo juga mulai melibatkan berbagai pihak untuk mendukung pembangunan infrastruktur. Salah satunya melalui pemanfaatan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Sidoarjo.
Subandi menyebut kolaborasi tersebut menjadi salah satu strategi untuk mempercepat pembangunan infrastruktur tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran pemerintah daerah. ”Kemarin ada CSR Rp 600 juta dari Delta Artha. Ini kita gunakan,” ungkapnya.
Dukungan tersebut akan diarahkan untuk membantu pembangunan fasilitas publik yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk sektor infrastruktur jalan.
Dalam berbagai kesempatan, Subandi juga meminta seluruh organisasi perangkat daerah mempercepat proses perencanaan dan pelaksanaan proyek agar seluruh pekerjaan dapat selesai tepat waktu. Ia menekankan bahwa pembangunan jalan dan penanganan banjir merupakan dua sektor yang menjadi perhatian utama pemerintah daerah pada tahun ini.
“Saya minta seluruh usulan yang sudah masuk dilakukan pengecekan kembali dan dipilah. Mana yang sifatnya mendesak dan benar-benar dibutuhkan masyarakat, itu yang harus didahulukan,” tegasnya.

Pemkab menargetkan seluruh proyek prioritas, termasuk betonisasi tujuh ruas jalan strategis tersebut, dapat diselesaikan sebelum akhir tahun anggaran 2026. Dengan peningkatan kualitas infrastruktur jalan, pemerintah berharap mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar, biaya transportasi dapat ditekan, serta aktivitas ekonomi di berbagai wilayah Kabupaten Sidoarjo semakin berkembang.
Program betonisasi tersebut juga menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dalam mewujudkan infrastruktur yang kuat, merata, dan berkelanjutan. Kehadiran jalan beton yang lebih tahan terhadap beban kendaraan berat diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sidoarjo sebagai salah satu daerah penyangga utama kawasan metropolitan Surabaya. (adv)

