Suasana tenang Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, mendadak berubah duka setelah Kepala Desa setempat, Mujiono, ditemukan meninggal dunia di ruang Balai Desa, Minggu (3/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Suasana duka menyelimuti Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (3/4/2026). Kepala Desa setempat, Mujiono, ditemukan meninggal dunia di ruang Balai Desa dalam kondisi leher terikat tali
Persoalan sampah di Kabupaten Sidoarjo kian mendapat perhatian serius. Bupati Sidoarjo, H. Subandi, menegaskan komitmennya untuk mempercepat penanganan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam “perang” melawan sampah.
Peringatan Hari Kartini 2026 di Kabupaten Sidoarjo berlangsung penuh makna. Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sidoarjo, Sriatun Subandi, mengajak seluruh perempuan untuk mengambil peran sebagai agen perubahan dalam kehidupan
Angka investasi di Kabupaten Sidoarjo terus melesat dalam lima tahun terakhir. Nilainya bahkan konsisten melampaui target. Namun, di balik capaian itu, terselip ironi: tingkat pengangguran masih relatif tinggi
Makam Mbah Ud juga dipergunakan untuk menggelar pengajian dan aktivitas keagamaan lain. Apalagi saat haul Mbah Ud yang jatuh pada 27 Rajab bertepatan dengan peringatan Isra’ Mi’raj. Kompleks makam penuh sesak dengan ribu
SETELAH meninggal dan dimakamkan, karamah Mbah Ud menjadi berkah tersendiri bagi Desa Pagerwojo. Hal itu disampaikan Kades Pagerwojo Achmad Mulyanto. Desa Pagerwojo yang dulu termasuk terbelakang, atas izin Allah Swt,
K.H. Ali Mas’ud atau Mbah Ud wafat pada Selasa Pahing tanggal 10 Juni 1980, bertepatan dengan 26 Rajab 1401 Hijriah. Dia meninggal di rumah istri terakhirnya, Nyai Dewi Maryam, di Daleman, Sidoarjo. Mbah Ud dimakamkan
MBAH UD atau K.H. Ali Mas’ud memiliki kedekatan dengan K.H. Chamim Tohari Djazuli atau Gus Miek dari Ploso, Kediri. Beliau adalah pendiri amalan dzikir Jamaah Mujahadah Lailiyah, Dzikrul Ghofilin, dan Sema'an Jantiko
K.H. ALI MAS’UD tercatat enam kali melangsungkan pernikahan. Yang pertama dengan Nyai Maisarah atau Nyai Sarah dari Pagerwojo, Sidoarjo. Beliau adalah putri dari K.H. Manan yang masih saudara dari K.H. Said