METROTODAY, JAKARTA – Lembaga pemeringkatan pendidikan tinggi internasional, Quacquarelli Symonds (QS), resmi merilis hasil terbaru QS World University Rankings (QS WUR) 2027 pada 18 Juni 2026. Pemeringkatan tahunan tersebut kembali menjadi salah satu acuan paling dianut dalam mengukur daya saing perguruan tinggi dunia.
Pada edisi kali ini, lebih dari 1.500 universitas dari 106 negara dan wilayah masuk dalam daftar pemeringkatan global.
QS menyebut penilaian dilakukan berdasarkan reputasi akademik, reputasi di mata pemberi kerja, kualitas riset, rasio dosen dan mahasiswa, internasionalisasi kampus, keberlanjutan, hingga luaran kerja lulusan.
Di tingkat nasional, Universitas Indonesia (UI) kembali menjadi perguruan tinggi Indonesia dengan posisi tertinggi dalam daftar QS WUR 2027.
Kampus yang berlokasi di Depok, Jawa Barat, itu masih memimpin persaingan domestik di tengah ketatnya kompetisi perguruan tinggi Asia yang terus menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Selain UI, sejumlah kampus negeri maupun swasta Indonesia juga berhasil mempertahankan eksistensinya di panggung internasional.
Berdasarkan hasil QS WUR 2027, berikut 20 perguruan tinggi terbaik di Indonesia:
- Universitas Indonesia (UI), peringkat 191 dunia
- Universitas Gadjah Mada (UGM), peringkat 206 dunia
- Universitas Airlangga (UNAIR), peringkat 276 dunia
- Institut Teknologi Bandung (ITB), peringkat 287 dunia
- Institut Pertanian Bogor (IPB), peringkat 419 dunia
- Universitas Padjajaran (UNPAD), peringkat 496 dunia
- Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), peringkat 497 dunia
- Universitas Brawijaya (UB), peringkat 616 dunia
- Universitas Diponegoro (UNDIP), peringkat 662 dunia
- Universitas Hasanudin (UNHAS), peringkat 851-900 dunia
- Universitas Bina Nusantara (BINUS), peringkat 901-950 dunia
- Universitas Sebelas Maret (UNS), peringkat 951-1.000 dunia
- Universitas Sumatera Utara (USU), peringkat 1.001-1.200 dunia
- Universitas Telkom, (TELKOM-U), peringkat 1.201-1.400 dunia
- Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), peringkat 1.201-1.400 dunia
- Universitas Andalas (UNAND), peringkat 1.401+ dunia
- Universitas Negeri Padang (UNP), peringkat 1.401+ dunia
- Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), peringkat 1.401+ dunia
- Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), peringkat 1.401+ dunia
- Universitas Trisakti (U-TRISAKTI), peringkat 1.401+ dunia
Di balik pergeseran angka dan peringkat yang bergengsi tersebut, QS WUR 2027 menerapkan kalkulasi metodologi yang sangat ketat melalui lima pilar indikator utama.
Bobot terbesar bertumpu pada aspek riset dan penemuan sebesar 50 persen, yang dinilai dari reputasi akademik serta volume sitasi per fakultas melalui basis data Scopus.
Faktor keterserapan lulusan di dunia kerja (employability) menyumbang porsi signifikan sebesar 20 persen, disusul aspek keterlibatan internasional institusi sebesar 15 persen.
Sisa penilaian dibagi untuk indikator pengalaman belajar mahasiswa di kelas lewat rasio dosen banding mahasiswa sebesar 10 persen, serta komitmen tata kelolal kampus terhadap pelestarian lingkungan hidup (sustainability) yang menggenapi penilaian dengan bobot 5 persen.
Rilis terbaru ini juga menyingkap sejumlah fenomena unik yang menarik pehatian para pengamat pendidikan.
Transformasi sejarah Universitas Airlangga dari rentang peringkat 751-800 dunia pada beberapa tahun silam hingga kini menembus 300 besar dinilai sebagai salah satu akselerasi paling progresif di Asia Tenggara.
Di sisi lain, daya tarik internasional terkuat justru berhasil didekap oleh ITS Surabaya yang mencatatkan skor rasio mahasiswa internasional tertinggi di Indonesia.
Keberhasilan ITS tersebut dipicu oleh masifnya implementasi program short course berskala global serta kebijakan progresif dalam mengundang adjunct professor lintas negara untuk aktif mengajar dan meneliti di dalam kampus. (ezaar/mt)

