AS-Iran Capai Kesepakatan: Selat Hormuz Dibuka, Harga Minyak Dunia Berpotensi Anjlok

METROTODAY, WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung sejak awal 2026.

Kedua negara menyatakan telah menyetujuin rancangan Memorandum of Understanding (MoU) yang akan menjadi dasar penghentian konflik, pembukaan kembali jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz, serta dimulainya perundingan lanjutan mengenai program nuklir Iran dan sanksi ekonomi yang selama ini diberlakukan Washington terhadap Teheran.

Dilansir dari AP News, kesepakatan tersebut disebut sebagai terobosan diplomatik terbesar dalam hubungan AS-Iran sejak perundingan nuklir era 2015.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif yang berperan sebagai mediator, mengatakan bahwa kedua pihak telah menyetujui rumusan dasar perdamaian dan tengah menyiapkan penandatanganan resmi di Swiss.

Baik pemerintah AS dan Iran sama-sama mengonfirmasi bahwa teks kesepakatan telah diketahui dan disepakati meski pembahasan teknis mengenai implementasinya masih berlangsung.

Dalam kerangka kesepakatan itu, Iran setuju membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran internasional, sementara Amerika Serikat akan menghentikan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Kedua negara juga menyetujui gencatan operasi militer secara langsung dan membuka masa negosiasi selama 60 hari guna menyelesaikan isu-isu yang lebih kompleks.

Salah satu poin yang paling mendapat atensi dunia adalah komitmen Iran untuk tidak mengembangkan maupun memperoleh senjata bertenaga nuklir.

Berdasarkan draf yang diungkap sejumlah pejabat internal Iran dan Amerika Serikat, Teheran akan menghentikan perluasan pengayaan uranium serta ekspansi fasilitas nuklir selama proses negosiasi berjalan.

Sebagai gantinya, Washington disebut siap memberikan pelonggaran sanksi minyak serta membuka akses terhadap aset Iran yang selama ini dibekukan di luar negeri.

METROTODAY, WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung sejak awal 2026.

Kedua negara menyatakan telah menyetujuin rancangan Memorandum of Understanding (MoU) yang akan menjadi dasar penghentian konflik, pembukaan kembali jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz, serta dimulainya perundingan lanjutan mengenai program nuklir Iran dan sanksi ekonomi yang selama ini diberlakukan Washington terhadap Teheran.

Dilansir dari AP News, kesepakatan tersebut disebut sebagai terobosan diplomatik terbesar dalam hubungan AS-Iran sejak perundingan nuklir era 2015.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif yang berperan sebagai mediator, mengatakan bahwa kedua pihak telah menyetujui rumusan dasar perdamaian dan tengah menyiapkan penandatanganan resmi di Swiss.

Baik pemerintah AS dan Iran sama-sama mengonfirmasi bahwa teks kesepakatan telah diketahui dan disepakati meski pembahasan teknis mengenai implementasinya masih berlangsung.

Dalam kerangka kesepakatan itu, Iran setuju membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran internasional, sementara Amerika Serikat akan menghentikan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Kedua negara juga menyetujui gencatan operasi militer secara langsung dan membuka masa negosiasi selama 60 hari guna menyelesaikan isu-isu yang lebih kompleks.

Salah satu poin yang paling mendapat atensi dunia adalah komitmen Iran untuk tidak mengembangkan maupun memperoleh senjata bertenaga nuklir.

Berdasarkan draf yang diungkap sejumlah pejabat internal Iran dan Amerika Serikat, Teheran akan menghentikan perluasan pengayaan uranium serta ekspansi fasilitas nuklir selama proses negosiasi berjalan.

Sebagai gantinya, Washington disebut siap memberikan pelonggaran sanksi minyak serta membuka akses terhadap aset Iran yang selama ini dibekukan di luar negeri.

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait