26 March 2026, 2:53 AM WIB

Ratusan Kadet AL Dunia dari 26 Negara Ikuti ASEAN Plus Cadet Sail di Surabaya

spot_img

METROTODAY, SURABAYA – Kota Surabaya kembali menjadi tuan rumah kegiatan dunia maritim internasional dengan digelarnya ASEAN Plus Cadet Sail 2026. Sebanyak 26 negara dari kawasan ASEAN hingga Eropa turut berpartisipasi dalam pelayaran internasional yang menjadi momentum strategis untuk memperkuat diplomasi maritim Indonesia.

Ratusan kadet angkatan laut dari berbagai negara telah tiba di Surabaya untuk mengikuti rangkaian kegiatan. Acara ini tidak hanya berfokus pada pelatihan kemaritiman, tetapi juga membangun jejaring global dan persahabatan antar calon pemimpin angkatan laut masa depan.

Seluruh negara ASEAN mengikuti kegiatan ini, ditambah sejumlah negara besar dunia seperti Jepang, Korea Selatan, Australia, Prancis, Italia, dan Belanda. Kehadiran mereka menunjukkan tingginya kepercayaan internasional terhadap peran Indonesia dalam menjaga stabilitas maritim kawasan.

Selama 23 hari pelayaran, para kadet akan berlayar menggunakan KRI Bima Suci dengan rute dari Surabaya menuju Jakarta, Belawan, dan berakhir di Kolombo, Sri Lanka. Selain latihan pelayaran, peserta juga akan berinteraksi langsung dengan budaya dan tradisi Indonesia.

Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal), Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi diplomasi maritim Indonesia yang berkelanjutan.

WhatsApp Image 2026-03-25 at 11.51.26

“Event ASEAN Plus Cadet Sail 2026 ini merupakan program berkelanjutan yang diinisiasi oleh Kepala Staf Angkatan Laut. Ini adalah momentum strategis sebagai bentuk diplomasi Angkatan Laut,” ujar Yayan Sofiyan, Rabu (25/3).

Menurutnya, posisi geografis Indonesia yang menghubungkan Samudra Pasifik dan Samudra Hindia menjadikan negara ini memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas kawasan dan memperkuat kerja sama internasional.

“Indonesia memiliki posisi geografis yang sangat penting, yaitu menghubungkan Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Posisi ini membuat misi diplomatik Angkatan Laut menjadi sangat penting untuk memperkuat daya tawar Indonesia di tingkat regional maupun global,” jelasnya.

Yayan juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan investasi jangka panjang dalam membangun hubungan internasional, mengingat para kadet diproyeksikan akan menjadi pemimpin militer di negara masing-masing di masa depan.

“Tidak menutup kemungkinan dalam 20 hingga 25 tahun ke depan, mereka akan menjadi pemimpin angkatan laut atau bahkan panglima di negaranya. Ketika mereka memiliki kenangan kebersamaan selama pelayaran, maka kerja sama antar negara akan semakin kuat,” tuturnya.

Selain pelatihan maritim, acara ini juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia, termasuk tradisi kemaritiman Indonesia melalui berbagai kegiatan budaya selama pelayaran.

Melalui ASEAN Plus Cadet Sail 2026, Indonesia tidak hanya menunjukkan kemampuan sebagai negara maritim besar, tetapi juga menegaskan peran strategisnya sebagai jembatan diplomasi dan kerja sama internasional di kawasan Asia Pasifik dan dunia. (ahm)

spot_img

METROTODAY, SURABAYA – Kota Surabaya kembali menjadi tuan rumah kegiatan dunia maritim internasional dengan digelarnya ASEAN Plus Cadet Sail 2026. Sebanyak 26 negara dari kawasan ASEAN hingga Eropa turut berpartisipasi dalam pelayaran internasional yang menjadi momentum strategis untuk memperkuat diplomasi maritim Indonesia.

Ratusan kadet angkatan laut dari berbagai negara telah tiba di Surabaya untuk mengikuti rangkaian kegiatan. Acara ini tidak hanya berfokus pada pelatihan kemaritiman, tetapi juga membangun jejaring global dan persahabatan antar calon pemimpin angkatan laut masa depan.

Seluruh negara ASEAN mengikuti kegiatan ini, ditambah sejumlah negara besar dunia seperti Jepang, Korea Selatan, Australia, Prancis, Italia, dan Belanda. Kehadiran mereka menunjukkan tingginya kepercayaan internasional terhadap peran Indonesia dalam menjaga stabilitas maritim kawasan.

Selama 23 hari pelayaran, para kadet akan berlayar menggunakan KRI Bima Suci dengan rute dari Surabaya menuju Jakarta, Belawan, dan berakhir di Kolombo, Sri Lanka. Selain latihan pelayaran, peserta juga akan berinteraksi langsung dengan budaya dan tradisi Indonesia.

Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops Kasal), Laksamana Muda TNI Yayan Sofiyan, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi diplomasi maritim Indonesia yang berkelanjutan.

WhatsApp Image 2026-03-25 at 11.51.26

“Event ASEAN Plus Cadet Sail 2026 ini merupakan program berkelanjutan yang diinisiasi oleh Kepala Staf Angkatan Laut. Ini adalah momentum strategis sebagai bentuk diplomasi Angkatan Laut,” ujar Yayan Sofiyan, Rabu (25/3).

Menurutnya, posisi geografis Indonesia yang menghubungkan Samudra Pasifik dan Samudra Hindia menjadikan negara ini memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas kawasan dan memperkuat kerja sama internasional.

“Indonesia memiliki posisi geografis yang sangat penting, yaitu menghubungkan Samudra Pasifik dan Samudra Hindia. Posisi ini membuat misi diplomatik Angkatan Laut menjadi sangat penting untuk memperkuat daya tawar Indonesia di tingkat regional maupun global,” jelasnya.

Yayan juga menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan investasi jangka panjang dalam membangun hubungan internasional, mengingat para kadet diproyeksikan akan menjadi pemimpin militer di negara masing-masing di masa depan.

“Tidak menutup kemungkinan dalam 20 hingga 25 tahun ke depan, mereka akan menjadi pemimpin angkatan laut atau bahkan panglima di negaranya. Ketika mereka memiliki kenangan kebersamaan selama pelayaran, maka kerja sama antar negara akan semakin kuat,” tuturnya.

Selain pelatihan maritim, acara ini juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada dunia, termasuk tradisi kemaritiman Indonesia melalui berbagai kegiatan budaya selama pelayaran.

Melalui ASEAN Plus Cadet Sail 2026, Indonesia tidak hanya menunjukkan kemampuan sebagai negara maritim besar, tetapi juga menegaskan peran strategisnya sebagai jembatan diplomasi dan kerja sama internasional di kawasan Asia Pasifik dan dunia. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait