METROTODAY, SURABAYA – Dinas Sosial (Dinsos) merespons laporan warga terkait keberadaan seorang lansia yang hidup memprihatinkan. Kartimah, 87, seorang lansia yang tinggal sebatang kara di sebuah gubuk sempit berukuran 1×2 meter di kawasan Tambaksari, akhirnya dievakuasi petugas untuk mendapatkan perawatan yang lebih layak.
Dinsos menerima informasi mengenai kondisi kesehatan dan keselamatan Kartimah yang tinggal di pinggir Jalan Mendut No. 7, Kelurahan Pacarkeling, Kecamatan Tambaksari. Kini, ia telah dibawa ke Griya Werdha Jambangan untuk mendapatkan pendampingan penuh.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kota Surabaya, Imam Mahmudi, menyatakan bahwa pihaknya langsung menerjunkan tim sesaat setelah laporan masuk. Meski pada awalnya Kartimah sempat menolak karena sudah merasa nyaman, petugas terus berupaya membujuknya.
“Setelah mendapatkan laporan, saya langsung minta tim ke lokasi untuk segera menindaklanjuti. Kami rayu secara baik-baik. Pertimbangannya demi keselamatan dan kesejahteraan beliau. Kalau tetap tinggal sendiri dalam kondisi seperti itu tentu kurang baik,” ujar Imam Mahmudi, Kamis (12/2).

Imam menjelaskan bahwa Kartimah tidak memiliki keluarga inti karena suaminya telah lama meninggal dunia dan ia tidak memiliki anak maupun saudara kandung. Meskipun masih memiliki keponakan, pihak keluarga tersebut menyatakan tidak bersedia menampungnya.
Selama empat tahun terakhir, Kartimah bertahan hidup dengan berjualan minuman ringan secara kecil-kecilan. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, ia sangat bergantung pada kebaikan hati warga sekitar serta kiriman uang sebesar Rp100 ribu per bulan dari keponakannya.
“Meski masih memiliki keponakan, pihak keluarga tersebut tidak bersedia menampungnya karena bukan keluarga inti. Untuk kebutuhan sehari-hari, beliau kerap dibantu warga sekitar,” jelas Imam.
Secara fisik, lansia kelahiran Lamongan ini sebenarnya masih dapat berjalan dengan baik, meski memiliki riwayat operasi akibat kecelakaan lima tahun silam. Namun, kondisi gubuk yang tidak layak huni menjadi alasan utama Pemkot Surabaya untuk memindahkannya ke fasilitas negara.
Imam memastikan bahwa seluruh biaya perawatan dan kebutuhan dasar Kartimah selama di Griya Werdha Jambangan akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah kota. Di sana, Kartimah tidak hanya akan mendapatkan tempat tinggal dan makanan bergizi, tetapi juga kegiatan sosial agar tetap produktif.
“Untuk lansia miskin atau terlantar, semuanya gratis. Di Griya Werdha juga ada banyak aktivitas agar para lansia tetap sehat dan produktif,” pungkasnya. (ahm)

