4 February 2026, 7:55 AM WIB

Gandeng Polrestabes, Pemkot Surabaya Sinergi Lindungi Perempuan Bekerja dan Buah Hati

METROTODAY, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperkuat sinergi dengan Polrestabes Surabaya dalam perlindungan anak dan perempuan. Hal ini dilakukan seiring dengan resmi dibentuknya Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Satres PPA-PPO) di Polrestabes Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau Bazar Kendaraan Bermotor (Ranmor) di Polrestabes Surabaya mengatakan bahwa pembentukan Satres PPA-PPO menjadi langkah penting untuk memperkuat program perlindungan perempuan dan anak di Kota Pahlawan.

“Alhamdulillah di Polrestabes sekarang itu ada Kasat (Kepala Satuan) baru yang berhubungan dengan perempuan dan anak. Sehingga nanti program kita untuk perempuan dan anak itu bisa lebih masif lagi,” kata Cak Eri, Jumat (23/1).

Ia melanjutkan, Pemkot Surabaya memiliki program khusus untuk membantu perempuan pengemudi ojek online (ojol) agar tidak membawa anak saat bekerja karena sangat berisiko dan membahayakan keselamatan anak.

Program tersebut diakui berawal dari temuan seorang pengemudi ojol perempuan yang membawa anaknya saat bekerja. “Pada waktu itu Pak Kapolres (sedang) makan, ada driver ojol yang kehilangan helm. Ditanyalah sama Pak Kapolres, nah ternyata (driver itu) juga mengajak putranya,” tuturnya.

Menurutnya, anak tersebut masih berusia empat tahun dan berpotensi mengalami bahaya jika terus diajak bekerja di jalan. “Maka kita berkoordinasi, saya panggil ibunya agar tidak lagi membawa anaknya bekerja, kan bahaya,” ucapnya.

Pemkot Surabaya kemudian memberikan solusi dengan memfasilitasi pendidikan dan penitipan anak itu ke PAUD milik pemkot yang juga ada penitipan anaknya.

Ke depan, pemkot akan berkolaborasi dengan Satres PPA-PPO Polrestabes Surabaya untuk memberikan imbauan kepada seluruh pengemudi ojol perempuan agar tidak membawa anak saat bekerja.

“Sehingga saya juga menyampaikan untuk Kepala Dinas Perempuan dan Anak, nanti dengan Kasat PPA-PPO Polrestabes Surabaya agar mengundang seluruh ojol wanita untuk memberikan imbauan agar tidak mengajak anak saat bekerja,” katanya.

Ia menyebutkan, Pemkot Surabaya telah menyiapkan fasilitas penitipan anak khusus bagi para pengemudi ojol perempuan dengan tujuan memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi anak.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menegaskan pihaknya siap mendukung penuh program Pemkot Surabaya melalui kolaborasi Satres PPA-PPO yang baru dibentuk.

“Tentu saya akan minta untuk Bu Kasat yang baru agar segera berkolaborasi dengan timnya Pak Wali Kota dalam rangka mendukung program beliau. Untuk menciptakan Kota Surabaya yang ramah anak dan perempuan,” pungkasnya. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperkuat sinergi dengan Polrestabes Surabaya dalam perlindungan anak dan perempuan. Hal ini dilakukan seiring dengan resmi dibentuknya Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Satres PPA-PPO) di Polrestabes Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meninjau Bazar Kendaraan Bermotor (Ranmor) di Polrestabes Surabaya mengatakan bahwa pembentukan Satres PPA-PPO menjadi langkah penting untuk memperkuat program perlindungan perempuan dan anak di Kota Pahlawan.

“Alhamdulillah di Polrestabes sekarang itu ada Kasat (Kepala Satuan) baru yang berhubungan dengan perempuan dan anak. Sehingga nanti program kita untuk perempuan dan anak itu bisa lebih masif lagi,” kata Cak Eri, Jumat (23/1).

Ia melanjutkan, Pemkot Surabaya memiliki program khusus untuk membantu perempuan pengemudi ojek online (ojol) agar tidak membawa anak saat bekerja karena sangat berisiko dan membahayakan keselamatan anak.

Program tersebut diakui berawal dari temuan seorang pengemudi ojol perempuan yang membawa anaknya saat bekerja. “Pada waktu itu Pak Kapolres (sedang) makan, ada driver ojol yang kehilangan helm. Ditanyalah sama Pak Kapolres, nah ternyata (driver itu) juga mengajak putranya,” tuturnya.

Menurutnya, anak tersebut masih berusia empat tahun dan berpotensi mengalami bahaya jika terus diajak bekerja di jalan. “Maka kita berkoordinasi, saya panggil ibunya agar tidak lagi membawa anaknya bekerja, kan bahaya,” ucapnya.

Pemkot Surabaya kemudian memberikan solusi dengan memfasilitasi pendidikan dan penitipan anak itu ke PAUD milik pemkot yang juga ada penitipan anaknya.

Ke depan, pemkot akan berkolaborasi dengan Satres PPA-PPO Polrestabes Surabaya untuk memberikan imbauan kepada seluruh pengemudi ojol perempuan agar tidak membawa anak saat bekerja.

“Sehingga saya juga menyampaikan untuk Kepala Dinas Perempuan dan Anak, nanti dengan Kasat PPA-PPO Polrestabes Surabaya agar mengundang seluruh ojol wanita untuk memberikan imbauan agar tidak mengajak anak saat bekerja,” katanya.

Ia menyebutkan, Pemkot Surabaya telah menyiapkan fasilitas penitipan anak khusus bagi para pengemudi ojol perempuan dengan tujuan memberikan rasa aman dan kenyamanan bagi anak.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan menegaskan pihaknya siap mendukung penuh program Pemkot Surabaya melalui kolaborasi Satres PPA-PPO yang baru dibentuk.

“Tentu saya akan minta untuk Bu Kasat yang baru agar segera berkolaborasi dengan timnya Pak Wali Kota dalam rangka mendukung program beliau. Untuk menciptakan Kota Surabaya yang ramah anak dan perempuan,” pungkasnya. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait