METROTODAY, SURABAYA – Kabar dugaan kebocoran data kependudukan pada situs resmi yang beredar di media sosial disangkal oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Surabaya. Dispendukcapil menyebut bahwa kabar itu hoaks atau tidak benar.
Kepala Dispendukcapil Kota Surabaya, Eddy Christijanto, menjelaskan bahwa data yang muncul di laman website bukanlah kebocoran, melainkan bagian dari upaya resmi untuk menertibkan administrasi kependudukan warga.
“Langkah mengumumkan di website ini diambil agar warga yang bersangkutan melihat dan segera datang ke kantor kelurahan untuk melakukan konfirmasi keberadaan mereka,” ujarnya, Minggu (18/1).
Menurut Eddy, data yang terpublikasi merupakan data tahun 2024 mengenai warga yang keberadaannya tidak ditemukan saat petugas kelurahan melakukan upaya jemput bola. Hingga Juni 2024, domisili mereka masih belum diketahui.
Ia menyatakan bahwa langkah verifikasi ini sangat krusial agar program intervensi Pemkot Surabaya di bidang sosial, ekonomi, pendidikan, dan kesehatan dapat tersalurkan dengan tepat sasaran.
Akurasi data domisili juga memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Surabaya dimanfaatkan secara efektif oleh warga yang benar-benar tinggal di Surabaya.
Eddy menekankan bahwa data yang dipublikasikan telah melalui proses penyamaran pada elemen sensitif.
“Data tersebut sengaja kami publish dengan elemen yang disamarkan, baik Nomor NIK maupun Nama. Hanya orang yang bersangkutan yang akan mengenali data tersebut. Tujuannya murni untuk klarifikasi dan pembaruan (update) alamat tinggal sesuai kondisi de facto di lapangan,” jelasnya.
Pihaknya menjamin keamanan data Administrasi Kependudukan (Adminduk) seluruh warga dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak akurat.
Ia mengajak warga yang telah berpindah tempat tinggal namun belum melakukan pembaruan alamat untuk segera melapor ke kantor kelurahan setempat.
“Yang sudah pindah tempat tinggal tapi belum lapor, ayo segera lapor. Petugas akan membantu proses pengajuan pembaruan alamat agar sesuai dengan domisili atau alamat saat ini,” pungkasnya. (ahm)

