METROTODAY, SURABAYA – Ratusan mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) diduga mengalami keracunan makanan saat mengikuti kegiatan pra pendidikan di Gedung Pusat Diagnostik Terpadu lantai 7 RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, Senin (28/9).
Direktur RSUD Dr. Soetomo, Prof. Cita Rosita Sigit Prakoeswa, menyebut dari 289 mahasiswa, sebanyak 172 orang mengalami gangguan kesehatan berupa mual, muntah, hingga pusing. Dugaan sementara penyebabnya adalah makanan yang dikonsumsi selama kegiatan berlangsung
“Mual, muntah, atau pusing. Dugaan sementara gangguan kesehatan tersebut berasal dari makanan yang dikonsumsi peserta dalam kegiatan tersebut,” ungkapnya.
Mereka yang bergejala langsung diperiksa di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Yang mengalami keluhan ringan diimbau melakukan observasi mandiri dan segera ke IGD jika kondisi memburuk, atau menghubungi petugas Instalasi Keamanan, Ketertiban dan Perparkiran (IKKP) RSUD Dr. Soetomo jika membutuhkan bantuan penjemputan.
Dari seluruh yang sakit, enam orang mendapat penanganan medis empat diantaranya dirawat, dua lainnya diobservasi dan semuanya kini sudah diperbolehkan pulang. Selain itu, masing-masing satu peserta juga ditangani di RSAL dan RSUD dr. Soewandhie.
Guna memastikan penyebab pasti, pihak rumah sakit telah mengambil sampel makanan serta pemeriksaan rectal swab yang dikirim ke Puslabfor Polda Jatim, Laboratorium Kesehatan Masyarakat, dan BPOM. Hasil laboratorium akan menjadi dasar penanganan selanjutnya.
“RSUD Dr. Soetomo juga telah menyampaikan informasi kepada Dinas Kesehatan serta terus berkoordinasi dengan FK Unair dalam pemantauan kondisi dan penanganan, termasuk evaluasi penyediaan konsumsi kegiatan pradik,” jelasnya.
Sementara itu, kegiatan pra pendidikan Selasa (29/9) diliburkan. Seluruh peserta yang masih merasa sakit diimbau segera mencari pertolongan medis.
“RSUD Dr. Soetomo memastikan penanganan terhadap peserta didik menjadi prioritas, sekaligus terus melakukan koordinasi dan pemeriksaan lebih lanjut untuk memperoleh informasi yang akurat mengenai kejadian tersebut,” pungkasnya. (ahm)


