METROTODAY, SURABAYA – Nilai aset Pemkot Surabaya tembus Rp 55 triliun, Wakil Ketua DPRD Laila Mufidah menegaskan jangan biarkan tetap mangkrak, segera digitalisasi agar hasilkan pendapatan.
Oleh karena itu ia mendesak Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surabaya untuk segera melakukan optimalisasi pengelolaan aset daerah melalui digitalisasi.
Langkah ini dinilai sangat mendesak mengingat nilai total aset milik Pemkot Surabaya saat ini telah menembus angka Rp 55 triliun, namun sebagian besar masih berupa tanah kosong, termasuk di lokasi strategis pusat kota.
“Inilah pentingnya pendekatan teknologi informasi. Tak hanya mendata dan pengamanan aset saja. Tapi harus berkontribusi pada pendapatan daerah,” kata Laila, Selasa (1/9).
Politisi dari Fraksi PKB ini meyakini bahwa dengan digitalisasi, seluruh siklus pengelolaan aset mulai dari pencatatan, pengawasan, hingga pemanfaatan akan berjalan lebih efektif, transparan, dan efisien.
“Aset-aset ini harus dioptimalisasi untuk peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satunya dengan digitalisasi multiplatform, bisa melalui aplikasi atau sistem terintegrasi lainnya,” harapnya.
Selain memperkuat sistem digital, Laila juga menekankan pentingnya kreativitas BPKAD dalam mempromosikan aset-aset tidur yang belum termanfaatkan.
Promosi yang gencar diharapkan mampu menarik minat pihak ketiga untuk mengelola aset tersebut melalui skema sewa, Perjanjian Kerja Sama (PKS), atau formula lain.
Aset lahan kosong milik Pemkot dinilai memiliki potensi ekonomi tinggi jika disewakan sesuai peruntukannya, seperti untuk sektor perdagangan, jasa, hingga permukiman.
Laila juga meminta pemkot Surabaya tidak hanya menyasar investor besar, tetapi membuka ruang selebar-lebarnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk memanfaatkan aset tersebut sesuai regulasi yang berlaku. (ahm)


