METROTODAY, SIDOARJO – M. Rafi Wibisono resmi memimpin KONI Kabupaten Sidoarjo. Legislator muda tersebut terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub) KONI Sidoarjo pada Rabu (26/8/2029).
Rafi mengantongi dukungan 36 cabang olahraga (cabor). Seluruh dukungan itu telah diverifikasi dan dinyatakan memenuhi persyaratan.
”Alhamdulillah tahapan-tahapan sudah kita lalui semua. Dari persyaratan sudah kita penuhi. Dari total dukungan, kita mendapatkan 36 dukungan dan seluruhnya memenuhi syarat,” kata Rafi.
Mengawali kepemimpinannya, Rafi membawa gagasan “Atlet Unggul, Sidoarjo Juara”. Dia ingin prestasi olahraga tidak hanya diukur dari perolehan medali, tetapi juga dari kuatnya pembinaan dan masa depan atlet.
Langkah awal yang disiapkan adalah mengumpulkan seluruh cabor. Forum tersebut menjadi ruang evaluasi sekaligus menyerap persoalan yang selama ini dihadapi masing-masing cabor. Mulai pembinaan atlet, kebutuhan kompetisi, hingga sarana dan prasarana akan dipetakan. Hasil evaluasi itu selanjutnya menjadi dasar menentukan program KONI ke depan.
”Ke depan, kita akan kumpulkan seluruh cabor untuk menyerap pendapat. Apa kekurangan di setiap cabor, itu yang akan kita cari solusinya. Ini bagian dari persiapan kita menuju Porprov 2027,” ujarnya.
Persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 menjadi prioritas. Rafi menilai waktu sekitar satu tahun harus dimanfaatkan untuk membangun kekuatan Sidoarjo.
Kejurkab yang telah digelar akan menjadi salah satu basis penjaringan atlet. Bibit potensial akan dipantau untuk kemudian dipersiapkan lebih serius menghadapi Porprov.
”Masih ada waktu sekitar satu tahun. Kita akan manfaatkan untuk menyeleksi dan mempersiapkan atlet-atlet potensial yang siap diterjunkan di Porprov,” ungkapnya.
Tak hanya mengejar prestasi, Rafi juga menyoroti masa depan atlet. Pendidikan dan jenjang karir menjadi perhatian agar atlet tidak kehilangan masa depan setelah pensiun dari dunia olahraga.
”Setiap atlet harus kita dampingi dengan pendidikan. Atlet fokus latihan, pendidikan tetap tidak ditinggalkan. Setelah jadi atlet, mereka tetap bisa memiliki jenjang karir,” tegasnya.
Untuk itu, KONI akan mendorong kerja sama dengan Pemkab Sidoarjo dan kalangan korporasi. Atlet berprestasi diharapkan mendapat peluang melanjutkan karir di dunia kerja.
”Kita akan kerja sama dengan Pemkab dan korporasi di Sidoarjo,” katanya.
Persoalan fasilitas latihan juga masuk dalam radar pembenahan. KONI akan memetakan kebutuhan sarana dan prasarana masing-masing cabor untuk menunjang persiapan atlet.
Di sisi lain, Rafi belum berencana melakukan perubahan besar dalam struktur kepengurusan. Evaluasi akan dilakukan secara bertahap setelah kepengurusan mulai berjalan.
Bagi Rafi, Porprov 2027 bukan sekadar target medali. Ajang tersebut menjadi momentum menguji hasil pembinaan sekaligus membangun fondasi olahraga Sidoarjo yang lebih kuat. Target akhirnya, Sidoarjo berhasil melahirkan atlet berprestasi yang mampu membawa nama Sidoarjo semakin diperhitungkan. Atlet Unggul, Sidoarjo Juara. (*)


