Categories: Surabaya

Satu Data Kesehatan di Surabaya Hubungkan 69 Rumah Sakit untuk Layanan Lebih Cepat dan Tepat

METROTODAY, SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mendorong terwujudnya integrasi layanan kesehatan melalui sistem Satu Data Kesehatan Surabaya, yang menghubungkan seluruh rumah sakit di Kota Pahlawan.

Sistem ini bertujuan agar pemerintah kota, tenaga kesehatan, dan manajemen rumah sakit memiliki satu sumber data yang sama, akurat, dan dapat diakses secara real time.

Gagasan tersebut disampaikan Eri saat membuka Forum Koordinasi Rumah Sakit se-Surabaya yang diikuti perwakilan dari 69 rumah sakit di Graha Sawunggaling, Balai Kota Surabaya, Kamis (25/6).

Melalui sistem ini, seluruh data layanan kesehatan akan terhubung dalam satu platform, meliputi jumlah dokter dan tenaga kesehatan, ketersediaan ambulans, kapasitas ruang perawatan, hingga sebaran penyakit di setiap wilayah.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat menjelaskan program sistem satu data kesehatan Surabaya di Graha Sawunggaling. (Foto: istimewa)

Data tersebut menjadi dasar pembagian peran antar rumah sakit guna mendukung berbagai program kesehatan masyarakat.

“Ini bukan data milik Pemkot saja, melainkan milik bersama. Dengan satu data, kita bisa mengetahui jumlah tenaga medis, ambulans, hingga rumah sakit mana yang mendampingi wilayah tertentu. Semua bisa saling mendukung demi pelayanan terbaik bagi warga Surabaya,” tegas Eri.

Ia menjelaskan, integrasi data ini juga mendukung pelaksanaan program Satu RW Satu Tenaga Kesehatan, Satu Kelurahan Satu Ambulans, serta penguatan Tim Gerak Cepat (TGC) yang terhubung dengan Command Center 112.

Sistem ini memungkinkan petugas langsung mengetahui ketersediaan layanan, sehingga pasien darurat segera dirujuk ke rumah sakit yang siap menangani.

“Jangan sampai pasien dibawa ke satu rumah sakit lalu ditolak karena penuh, kemudian berpindah lagi ke tempat lain yang juga tidak memiliki ruang. Di era digital, informasi kapasitas harus bisa diakses secara langsung agar penanganan segera dilakukan,” ujarnya.

Selain mempercepat penanganan gawat darurat, sistem ini juga membantu memetakan kebutuhan layanan, mendeteksi potensi wabah lebih dini, serta mengambil keputusan yang lebih cepat dan tepat — sebagaimana pelajaran berharga saat pandemi COVID-19.

“Jika terjadi peningkatan kasus penyakit, kita langsung tahu wilayah mana yang terdampak dan apa yang harus disiapkan. Pengalaman pandemi mengajarkan bahwa data kesehatan harus saling terhubung dan dapat diakses bersama,” imbuhnya.

Page: 1 2

Jay Wijayanto

Recent Posts

34.457 Jemaah Haji Tiba di Surabaya, 23 Masih Dirawat di Arab Saudi, Proses Kepulangan Ditarget Rampung 1 Juli

Sebanyak 34.457 jemaah haji telah tiba di tanah air melalui Debarkasi Surabaya. Proses kepulangan yang…

3 hours ago

Pendaftaran SD Rampung, SPMB SMP Surabaya Masuk Tahap Afirmasi dan Mutasi

Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya secara resmi telah menuntaskan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang…

3 hours ago

Kemenangan di Laga Terakhir Lawan Amerika Tak Bantu Kelolosan Turki ke Fase Gugur

Amerika Serikat menutup fase grup Piala Dunia 2026 dengan kekalahan dramatis 2-3 dari Turki dalam…

6 hours ago

Sama-sama Tak Mau Kalah, Bola Bingung Mau Dibawa ke Australia atau Paraguay

Paraguay dan Australia menutup perjuangan mereka di Grup D Piala Dunia 2026 dengan hasil imbang…

6 hours ago

Duka di Tengah Misi Juara, Didier Deschamps Tinggalkan Kamp Prancis Jelang Duel Kontra Norwegia

Timnas Prancis harus menghadapi laga terakhir Grup I Piala Dunia 2026 melawan Norwegia tanpa kehadiran…

7 hours ago

Keliling Kota Piala Dunia 2026 #6: Los Angeles, Menjajal Taco Jalanan hingga Bermain di Tengah Gemerlap Hollywood

Ketika Piala Dunia 2026 berlangsung di Amerika Serikat, Los Angeles dipastikan menjadi salah satu kota…

7 hours ago

This website uses cookies.