WhatsApp Image 2026-06-26 at 20.18.41Massa aksi saat merusak pagar sisi timur Grahadi. (Foto: Ahmad/METROTODAY)
METROTODAY, SURABAYA – Aksi demo yang digelar sekelompok massa di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jumat (26/6), berakhir dengan ricuh.
Massa yang mengenakan pakaian serba hitam menggelar aksi sejak sore hari dengan membawa seruan penolakan terhadap sejumlah kebijakan pemerintah, yang ditandai dengan tagar #IndonesiaSekarat.
Dalam aksinya, massa menyampaikan 11 poin tuntutan. Antara lain penurunan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), hingga pencabutan Undang-Undang Polri dan Undang-Undang TNI.
Massa menutup setengah jalan, sehingga membuat arus jalan ke arah Gubernur Suryo dialihkan ke Embong Wungu.
Awalnya, massa terlihat membakar sampah di area depan gedung dan bertahan hingga larut malam.
Namun, situasi berubah menjadi tidak kondusif ketika sejumlah peserta aksi melemparkan bom molotov ke arah halaman Grahadi yang dijaga ketat oleh petugas kepolisian.
Selain itu, mereka juga merusak pagar galvalum yang berada di sisi timur gedung.
Petugas kepolisian segera bersiaga dan memperketat barisan pengamanan. Untuk mengendalikan situasi, petugas menggunakan kendaraan penyemprot air water cannon yang diarahkan ke arah massa.
Akibatnya, kelompok pendemo mundur dan bergerak menjauh ke arah timur lokasi aksi.
Sampai saat ini, situasi di sekitar Gedung Grahadi mulai terkendali dan dalam pengawasan ketat aparat kepolisian. (ahm)
Pemkab Sidoarjo bersama pemerintah daerah lainnya di wilayah pesisir Jawa berkomitmen memperkuat perekonomian masyarakat pesisir…
Wakil Bupati Sidoarjo Hj Mimik Idayana SAP melakukan sidak ke Rusunawa Pucang, Kecamatan Sidoarjo, pada…
Suasana riuh dan tawa memenuhi lapangan SMK di Surabaya. Gobak sodor, bakiak, egrang balok, gasing…
Perubahan suhu mendadak saat mandi dan kebiasaan mengejan berlebihan ternyata dapat memicu pecahnya pembuluh darah…
Peningkatan kasus diabetes pada anak di Indonesia disebabkan oleh semakin tingginya angka diagnosis dini serta…
Seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) salah satu universitas di Surabaya melahirkan secara mandiri di…
This website uses cookies.