Surabaya Hentikan Peredaran Karcis Parkir, Ganti dengan Sistem Pembayaran Digital Penuh

METROTODAY, SURABAYA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya secara resmi menghentikan peredaran karcis parkir sebagai langkah lanjutan penerapan digitalisasi pengelolaan perparkiran. Ke depannya, seluruh transaksi parkir di Kota Surabaya akan menggunakan sistem pembayaran digital, baik melalui QRIS, kartu elektronik, maupun voucher parkir.

“Mulai hari ini kami sampaikan kepada seluruh petugas parkir atau Jukir, tidak ada lagi karcis parkir di lapangan. Kami akan memberhentikan peredaran karcis parkir yang semuanya nanti akan digantikan dengan sistem digitalisasi parkir,” tegas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Surabaya, Trio Wahyu Bowo, Rabu (24/6).

Ia menjelaskan bahwa penghentian karcis ini dilakukan setelah program digitalisasi berjalan selama enam bulan. Menurutnya, langkah ini menjadi titik awal penerapan sistem yang lebih transparan dan terintegrasi.

WhatsApp Image 2026-06-24 at 20.05.56
Karcis parkir di Kota Surabaya saat ini tidak berlaku, dishub mengganti dengan digital. (Foto: istimewa)

“Ketika digitalisasi parkir ini sudah menginjak bulan keenam, maka secara resmi saya mewakili Pemerintah Kota Surabaya menyampaikan bahwa mulai hari ini dan seterusnya, karcis parkir tidak akan lagi kami edarkan atau bagikan melalui Kepala Pelataran,” imbuhnya.

Ia menambahkan bahwa jika masih ditemukan karcis di lapangan, itu adalah stok lama yang sudah tidak diperbarui. Berbagai pilihan pembayaran telah disiapkan agar masyarakat tidak kesulitan beradaptasi.

“Nanti pembayarannya bisa menggunakan kartu elektronik, QRIS, maupun voucher parkir. Semua sarana ini telah disiapkan agar transaksi menjadi lebih mudah, sekaligus menjadikan pengelolaan parkir lebih akuntabel dan tercatat dengan baik,” ujarnya.

Untuk memudahkan akses masyarakat, Pemkot Surabaya juga menyiapkan jaringan distribusi voucher parkir di sejumlah lokasi strategis.

“Voucher parkir bisa didapatkan di toko-toko modern. Saat ini sudah ada 17 titik yang kami siapkan dan tempatkan petugasnya, sehingga warga dapat dengan mudah membeli dan menggunakannya kapan saja dibutuhkan,” pungkasnya. (ahm)

METROTODAY, SURABAYA – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya secara resmi menghentikan peredaran karcis parkir sebagai langkah lanjutan penerapan digitalisasi pengelolaan perparkiran. Ke depannya, seluruh transaksi parkir di Kota Surabaya akan menggunakan sistem pembayaran digital, baik melalui QRIS, kartu elektronik, maupun voucher parkir.

“Mulai hari ini kami sampaikan kepada seluruh petugas parkir atau Jukir, tidak ada lagi karcis parkir di lapangan. Kami akan memberhentikan peredaran karcis parkir yang semuanya nanti akan digantikan dengan sistem digitalisasi parkir,” tegas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dishub Surabaya, Trio Wahyu Bowo, Rabu (24/6).

Ia menjelaskan bahwa penghentian karcis ini dilakukan setelah program digitalisasi berjalan selama enam bulan. Menurutnya, langkah ini menjadi titik awal penerapan sistem yang lebih transparan dan terintegrasi.

WhatsApp Image 2026-06-24 at 20.05.56
Karcis parkir di Kota Surabaya saat ini tidak berlaku, dishub mengganti dengan digital. (Foto: istimewa)

“Ketika digitalisasi parkir ini sudah menginjak bulan keenam, maka secara resmi saya mewakili Pemerintah Kota Surabaya menyampaikan bahwa mulai hari ini dan seterusnya, karcis parkir tidak akan lagi kami edarkan atau bagikan melalui Kepala Pelataran,” imbuhnya.

Ia menambahkan bahwa jika masih ditemukan karcis di lapangan, itu adalah stok lama yang sudah tidak diperbarui. Berbagai pilihan pembayaran telah disiapkan agar masyarakat tidak kesulitan beradaptasi.

“Nanti pembayarannya bisa menggunakan kartu elektronik, QRIS, maupun voucher parkir. Semua sarana ini telah disiapkan agar transaksi menjadi lebih mudah, sekaligus menjadikan pengelolaan parkir lebih akuntabel dan tercatat dengan baik,” ujarnya.

Untuk memudahkan akses masyarakat, Pemkot Surabaya juga menyiapkan jaringan distribusi voucher parkir di sejumlah lokasi strategis.

“Voucher parkir bisa didapatkan di toko-toko modern. Saat ini sudah ada 17 titik yang kami siapkan dan tempatkan petugasnya, sehingga warga dapat dengan mudah membeli dan menggunakannya kapan saja dibutuhkan,” pungkasnya. (ahm)

Artikel Terkait

Pilihan Editor

Pilihan Editor

Terpopuler

Artikel Terbaru

Artikel Terkait