Categories: Surabaya

Aksi Rakyat Surabaya Menggugat di Gedung Negara Grahadi Tuntut Prabowo-Gibran Mundur

METROTODAY, SURABAYA – Kelompok masyarakat yang mengatasnamakan diri sebagai Rakyat Surabaya Menggugat menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin (22/6). Aksi ini merupakan wujud ketidakpuasan terhadap jalannya pemerintahan saat ini.

Dalam aksinya, massa secara tegas menyuarakan tuntutan agar Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mengundurkan diri. Selain itu, mereka juga meminta dibentuknya pemerintahan transisi yang dilaksanakan sesuai aturan konstitusi yang berlaku.

Kelompok ini menyampaikan sembilan poin kritik yang diberi nama Nawa Nastapa. Isinya mencakup krisis legitimasi pemerintahan, pelemahan demokrasi, penurunan supremasi hukum, militerisasi kekuasaan, penguatan oligarki politik, persoalan lingkungan hidup, hingga memburuknya kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

Koordinator aksi, Miftahur Rohmah, menegaskan tuntutan ini lahir dari kegelisahan berbagai lapisan masyarakat sipil.

“Prabowo-Gibran turun karena tidak ada lagi legitimasi kekuasaan ini. Sudah cacat secara politik, cacat secara konstitusi, dan cacat secara hukum,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia juga mengkritik janji pemerintah terkait penciptaan 19 juta lapangan kerja. Menurutnya, jenis pekerjaan yang tersedia saat ini belum sesuai harapan masyarakat, terutama generasi terdidik.

“19 juta lapangan pekerjaan yang kita mau bukan menjadi kepala SPBU, bukan cuci ompol, bukan menjadi sopir MBG. Yang kita harapkan, 19 juta lapangan pekerjaan dapat menyerap para sarjana dan anak-anak muda dengan gaji yang layak,” ujarnya.

Miftahur menjelaskan bahwa sembilan poin kritik tersebut merupakan hasil diskusi mendalam bersama berbagai elemen, mulai dari akademisi, kelompok perempuan, hingga komunitas minoritas.

“Kami ingin mewadahi kemarahan masyarakat. Masyarakat berhak marah ketika merasa tidak didengar. Kami ingin suara itu terus menyebar dan menjadi bagian dari kontrol terhadap kekuasaan,” imbuhnya.

Aksi berlangsung dengan tertib dan damai serta diawasi langsung oleh aparat keamanan. Sejumlah peserta membawa spanduk dan poster berisi kritik terhadap kebijakan pemerintah serta seruan untuk memperkuat demokrasi dan supremasi hukum sipil. (ahm)

Jay Wijayanto

Recent Posts

Perubahan Suhu dan Kebiasaan Mengejan di Kamar Mandi Bisa Picu Stroke, Ini Penjelasan Medisnya!

Perubahan suhu mendadak saat mandi dan kebiasaan mengejan berlebihan ternyata dapat memicu pecahnya pembuluh darah…

10 hours ago

Kasus Diabetes Anak Didominasi Genetik, Spesialis Gizi: Tetap Batasi Gula Demi Cegah Risiko Jangka Panjang

Peningkatan kasus diabetes pada anak di Indonesia disebabkan oleh semakin tingginya angka diagnosis dini serta…

10 hours ago

Mahasiswi FKH di Surabaya Melahirkan Bayi hingga Meninggal di Kos, Polisi Tunggu Hasil Otopsi

Seorang mahasiswi Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) salah satu universitas di Surabaya melahirkan secara mandiri di…

21 hours ago

DPP Partai Demokrat Tetapkan Nur Muhyidin Pimpin OC Musda VII Jatim yang Digelar Akhir Agustus

DPP Partai Demokrat menetapkan dan mengesahkan H. Nur Muhyidin (Kepala BPOKK DPD) sebagai Ketua Panitia…

21 hours ago

Ribuan Orang Gelar Aksi Damai Tolak LGBTQ di Jalan Gubernur Suryo Surabaya, Tuntut Perlindungan Generasi

Ribuan warga yang tergabung dalam Aliansi Umat Peduli Generasi (AUPG) Jawa Timur menggelar aksi damai…

22 hours ago

Disapa Malah Marah, Pria di Gundih Surabaya Sabet Tetangga dengan Mandau Hingga Terluka

Satu warga mengalami luka berat akibat disabet senjata tajam jenis mandau di kawasan Jalan Cepu,…

22 hours ago

This website uses cookies.